Benarkah Makanan Organik Itu Sehat?

Esti Utami

Kamis, 04 September 2014 | 14:01 WIB
Benarkah Makanan Organik Itu Sehat?
Ilustrasi makanan organik (shutterstock)

Suara.com - Tren mengonsumsi makanan organik sudah berkembang sejak beberapa tahun terakhir. Tetapi perdebatan seputar apakah makanan orgnaik benar-benar bagus untuk kesehatan terus mucul.

Dr Sally Norton, ahli kesehatan dari Inggris termasuk  mereka yang skeptis dengan manfaat makanan organik. Maka ia melakukan riset yang elbih mendalam apakah makanan organik memang lebih baik, sebelum merekomendasikannya pada pasiennya.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Asosiasi Tanah menemukan bahwa orang membeli makanan organik dengan karena berbagai alasan. Seperempat responden, mengatakan mereka membeli makanan organik demi kelestarian lingkungan.  Tetapi alasan yang paling umum untuk membeli organik, untuk hidup lebih sehat dan  menghindari residu kimia.

Apakah makanan organik sebenarnya lebih baik bagi kesehatan kita? Praktek pertanian organik berarti menghindari penggunaan bahan kimia, baik pupuk maupun pestisida, dalam prosesnya. Itu berarti mengonsumsi makanan organik akan menjauhkan bahan kimia dari tubuh.

Dan sebuah penelitian terbaru menunjukkan, makanan non-organik lebih mungkin mengandung bakteri yang kebal terhadap antibiotik ketimbang makanan organik. Resistensi antibiotik merupakan masalah yang meningkat yang dihadapi manusia, karena bisa menurunkan kemampuan tubuh menangkal infeksi serius. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode pertanian non-organik berkontribusi terhadap masalah ini.

Penelitian lain yang dilakukan Universitas Newcastle, juga menyebut makanan organik mengandung 19-69 persen lebih banyak antioksidan (penting untuk kesehatan) ketimbang makanan non-organik. Selain itu, kandungan logam beracun dan pestisida juga lebih rendah. Kandungan antioksidannya juga meningkat, setara 1-2 kali dari yang disarankan lima porsi buah dan sayuran sehari.

"Itu menunjukkan bahwa jika mengasup makanan organik, seseorang bisa merasakan manfaat yang lebih banyak dibanding makanan non-organik," ujar Dr. Sally Norton.

Para peneliti juga menemukan lebih banyak kadmium dan logam beracun lainnya pada tanaman konvensional. Residu pestisida yang empat kali lebih mungkin ditemukan pada tanaman konvensional dari pada makanan organik. Meski kadarnya masih di bawah batas, para peneliti mencatat kadmium dapat terakumulasi dalam tubuh sehingga pada akhirnya bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Penelitian lainnya menemukan susu organik memiliki rasio yang lebih baik dari omega 3 dan omega 6 daripada susu konvensional. Yang ini tentu Anda layak beralih ke organik untuk. Daging organik mungkin memiliki tingkat omega-3 yang lebih tinggi, karena lebih sering diberi makan rumput daripada butir-makan. Daging hewan yang makan rumput juga disebut mengandung lebih banyak vitamin dan antioksidan.

Kedengarannya cukup meyakinkan, tapi kritikus menunjukkan bahwa perbedaan-perbedaan antara produk non-organik dan organik belum terbukti mempengaruhi kesehatan dan juga mencatat bahwa ada beberapa bukti bahwa sereal organik mengandung lebih sedikit protein.  Tinjauan sebelumnya oleh Food Standards Agency, juga belum menemukan manfaat signifikan dari makanan organik.

Selain itu, harga makanan organik biasanya lebih mahal 50-200 persen dibanding makanan konvensional. Jika itu kemudian berarti bahwa orang-orang membeli atau makan lebih sedikit makanan organik, mereka akan mendapatkan lebih sedikit manfaat potensial makanan organik. Jadi sebelum membeli makanan organik ada baiknya memeriksa lebih teliti, agar uang yang Anda belanjakan sebanding dengan manfaat yang ingin Anda petik. (femalefirst.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kenali Rasa Lelah Anda, Pilih Makanan yang Tepat Untuk Mengatasinya

Kenali Rasa Lelah Anda, Pilih Makanan yang Tepat Untuk Mengatasinya

Health | Rabu, 03 September 2014 | 13:01 WIB

Kentang Cocok Untuk Mereka yang Diet Rendah Kalori

Kentang Cocok Untuk Mereka yang Diet Rendah Kalori

Health | Selasa, 02 September 2014 | 16:00 WIB

Studi: Ekstrak Tomat Tingkatkan Fungsi Pembuluh Darah

Studi: Ekstrak Tomat Tingkatkan Fungsi Pembuluh Darah

Health | Selasa, 02 September 2014 | 11:07 WIB

Fakta Tentang Jus Buah dan Sayuran (4)

Fakta Tentang Jus Buah dan Sayuran (4)

Lifestyle | Jum'at, 29 Agustus 2014 | 14:05 WIB

Fakta Tentang Jus Buah dan Sayuran (3)

Fakta Tentang Jus Buah dan Sayuran (3)

Lifestyle | Kamis, 28 Agustus 2014 | 13:00 WIB

5 Alasan Untuk Rajin Mengonsumsi Zaitun

5 Alasan Untuk Rajin Mengonsumsi Zaitun

Health | Rabu, 20 Agustus 2014 | 12:36 WIB

Turunkan Berat Badan Dengan Diet Melon

Turunkan Berat Badan Dengan Diet Melon

Lifestyle | Rabu, 20 Agustus 2014 | 07:56 WIB

Sehatkah Telur Setengah Matang?

Sehatkah Telur Setengah Matang?

Lifestyle | Senin, 18 Agustus 2014 | 09:02 WIB

Terkini

Review Film The Ribbon Hero: Dongeng Klasik Tezuka dalam Balutan Modernitas

Review Film The Ribbon Hero: Dongeng Klasik Tezuka dalam Balutan Modernitas

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dilakukan Menyeluruh

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dilakukan Menyeluruh

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:00 WIB

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah Bukan Rp300 Triliun, Ini Pertimbangannya

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah Bukan Rp300 Triliun, Ini Pertimbangannya

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:58 WIB

Cushion ESQA Oksidasi atau Tidak? Cek Kelebihan dan Review Pengguna sebelum Membeli

Cushion ESQA Oksidasi atau Tidak? Cek Kelebihan dan Review Pengguna sebelum Membeli

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:57 WIB

Tanding di Berlin, Tim Indonesia Ramaikan Piala Dunia Basket Putri 2026

Tanding di Berlin, Tim Indonesia Ramaikan Piala Dunia Basket Putri 2026

Sport | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:54 WIB

Siapa Saja Peraih ESG Award 2026? Intip Daftar Emiten dan Investor Paling Berdampak di RI

Siapa Saja Peraih ESG Award 2026? Intip Daftar Emiten dan Investor Paling Berdampak di RI

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:48 WIB

Dikurung sebab Berbahaya, Dicintai sebab Berbeda: Juliette dalam Shatter Me

Dikurung sebab Berbahaya, Dicintai sebab Berbeda: Juliette dalam Shatter Me

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:30 WIB

Melebihi Target, 4.000 Orang Registrasi Festival Yacht Gratis di Benoa

Melebihi Target, 4.000 Orang Registrasi Festival Yacht Gratis di Benoa

Bali | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:26 WIB

Baru Debut Langsung Nyekor, Aksi Striker Timnas Garuda Bikin Juara Belanda Gigit Jari

Baru Debut Langsung Nyekor, Aksi Striker Timnas Garuda Bikin Juara Belanda Gigit Jari

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:10 WIB

Wamenpar Ni Luh Puspa Sebut Perilaku Wisatawan Berubah, Incar Taman Rekreasi hingga Atraksi Wisata

Wamenpar Ni Luh Puspa Sebut Perilaku Wisatawan Berubah, Incar Taman Rekreasi hingga Atraksi Wisata

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:10 WIB

×