Perempuan yang Pernah Berhubungan Badan Wajib Lakukan Pap Smear

Doddy Rosadi

Minggu, 21 September 2014 | 23:02 WIB
Perempuan yang Pernah Berhubungan Badan Wajib Lakukan Pap Smear
Ilustrasi. (www.all4women.co.za0

Suara.com - Masyarakat khususnya kaum perempuan diminta rajin melakukan pemeriksaan diri ke rumah sakit demi mendeteksi sejak dini kemungkinan adanya kanker di dalam tubuh.

"Hal ini dilakukan agar penyakit tersebut dapat segera diatasi agar tidak berlanjut ke stadium lanjut," kata Manajer Lembaga Penyuluhan Kanker Indonesia (LPKI) Sumatera Utara Enita Zahara di Medan, Minggu.

Ia mengatakan, selama kurun waktu dua tahun terakhir sejak lembaga ini memberikan penyuluhan di Sumatera Utara, setidaknya 600 perempuan positif mengidap kanker yang telah didiagnosa oleh dokter.

"Untuk penderita kanker payudara setidaknya ada 200 orang dengan rentang usia di atas 30 tahun. Sedangkan penderita kanker leher rahim, kami menemukan sebanyak 400 penderita dengan rentang usia di atas 40 tahun," katanya.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2006, Indonesia menempati urutan pertama di dunia untuk jumlah penderita kanker.

Hal ini terjadi karena kurangnya informasi mengenai gejala awal kanker, sehingga saat si penderita memeriksakan kesehatannya, dokter telah memvonis penyakit kankernya sudah dalam stadium lanjut.

"Sudah seharusnya tiap orang mawas diri terhadap gejala kanker ini. Karena jika terlambat akan sulit penanganannya," katanya.

Ia mengatakan untuk gejala kanker payudara ini, kaum hawa dapat memeriksanya sendiri dengan meraba apakah ada benjolan di payudara, kemudian, puting susu masuk ke dalam, terdapat bintik kecil menyerupai kutil yang bersifat gatal.

"Sedangkan untuk kanker leher rahim gejala awalnya berupa keputihan yang tidak normal. Lalu menimbulkan aroma yang tidak sedap. Bahkan jika duduk berdekatan dengan penderitanya, maka aromanya sudah tercium," katanya.

Setiap manusia, katanya, berpeluang menderita kanker yang disebabkan setiap orang memiliki biang sel kanker.

Sehingga, untuk menonaktifkan sel kanker dalam tubuh, dapat dilakukan dengan dua cara pencegahan seperti cara alami dan medis.

Pencegahan cara medis, dengan rutin melakukan check up kesehatan, khusus untuk kanker leher rahim, maka setiap perempuan wajib melakukan pap smear ketika sudah pernah melakukan hubungan badan.

Lalu dengan cara alami, pencegahan dapat dilakukan dengan mengonsusmi tumbuhan yang mengandung ribosom, seperti lengkuas, kunyit jahe, dan daun bangun-bangun," katanya.

Menurut dia, ada empat rekomendasi untuk menonaktifkan sel kanker selama lima tahun, yakni dengan mengonsumsi buah pace selama enam bulan, mengonsumsi bawang putih selama satu tahun, terapi buah-buahan dicampur susu murni selama enam bulan dan jangan mengonsumsi nasi.

"Kalau orang perkotaan yang menderita kanker maka itu disebabkan orang tersebut banyak mengonsumsi zat kasinogen yang berujung pada lifestyle. Zat ini biasa terdapat dalam penyedap makanan, rokok, minuman sachet, makanan yang mengandung pewarna.

"Kalau yang di pedesaan, mereka tidak paham mengenai pencegahan dan gejala awal kanker ini," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Legenda Liverpool Kenny Dalglish Jalani Perawatan Kanker

Legenda Liverpool Kenny Dalglish Jalani Perawatan Kanker

Bola | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:05 WIB

Liverpool Berduka, Kenny Dalglish Berjuang Melawan Kanker di Usia 75 Tahun

Liverpool Berduka, Kenny Dalglish Berjuang Melawan Kanker di Usia 75 Tahun

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 20:50 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Terobosan Baru Penanganan Kanker Hati dan Pankreas Tanpa Bedah

Terobosan Baru Penanganan Kanker Hati dan Pankreas Tanpa Bedah

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:55 WIB

Gelar Laga Cepak Bola, Yayasan Pita Kuning Wujudkan Impian Pasien Kanker Anak

Gelar Laga Cepak Bola, Yayasan Pita Kuning Wujudkan Impian Pasien Kanker Anak

Entertainment | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:58 WIB

Nyanyikan Lagu Nasional, Shanna Shannon Beri Semangat untuk Pejuang Kanker di Laga Cepak Bola 2026

Nyanyikan Lagu Nasional, Shanna Shannon Beri Semangat untuk Pejuang Kanker di Laga Cepak Bola 2026

Entertainment | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:24 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Kisah Keke dalam Surat Kecil untuk Tuhan Masih Membekas hingga Hari Ini

Kisah Keke dalam Surat Kecil untuk Tuhan Masih Membekas hingga Hari Ini

Your Say | Jum'at, 22 Mei 2026 | 19:00 WIB

Terkini

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB