Suara.com - Sebanyak 75 persen kanker serviks (kanker mulut rahim) disebabkan Human Papiloma Virus (HPV) tipe high risk, terutama tipe 16 dan 18.
Demikian yang dikemukakan oleh dr Brahmana, Sp.OG. Onk (K), Konsultan Bidang Onkologi Ginekologi Universitas Airlangga.
Menurutnya, kanker serviks merupakan kanker kedua terbanyak di dunia setelah kanker payudara.
Lebih lanjut Brahmana mengatakan, kanker serviks terjadi pada semua usia dalam kehidupan seorang perempuan. Setengah dari semua perempuan yang didiagnosis menderita kanker serviks, kata dia, berusia 35-55 tahun.
"Kemungkinan besar mereka telah terkena HPV pada waktu remaja yaitu sekitar usia 20 tahun atau saat mulai terpapar dengan aktivitas seksual," kata Brahmana dalam seminar media di Surabaya, Jawa Timur, bertema "Waspadai Human Papiloma Virus (HPV), Jangan Tunda Lakukan Vaksinasi", Kamis (9/10/2014).
Oleh karena itu ia mengimbau agar masyarakat terutama perempuan mewaspadai bahaya virus ini.
"Penularan HPV bukan hanya melalui hubungan seksual, tetapi juga melalui segala aktivitas yang memungkinkan adanya kontak dengan kelamin dengan orang yang terinfeksi," imbuh Brahmana.
Ia mengatakan, semua orang yang memiliki aktivitas seksual yang melibatkan kontak kelamin bisa terinveksi HPV. Pada intinya penularan virus penyebab kanker serviks dapat melalui hubungan seksual.
"Berganti-ganti pasangan dapat meningkatkan risiko tertular virus HPV. Oleh karena itu, kesadaran akan penyakit ini perlu ditingkatkan, namun perempuan yang terinfeksi dengan HPV tipe high risk mempunyai risiko lebih besar terkena serviks," katanya. (Antara)