Jangan Asal Minum Antibiotik!

Ardi Mandiri | Firsta Nodia | Suara.com

Minggu, 07 Desember 2014 | 18:18 WIB
Jangan Asal Minum Antibiotik!
obat, antibiotik

Suara.com - Untuk membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan antibiotik yang tepat, Yayasan Orangtua Peduli (YOP) dan ReAct (Action on Antibiotic Resistance) mengadakan kampanye "Jalan Sehat Bijak Antibiotik" di Car Free Day Sudirman, Jakarta, Minggu, (7/12/2014).

Kampanye kedua kalinya ini digelar sebagai bentuk kepedulian YOP dan ReAct untuk menginformasikan kepada masyarakat bagaimana seharusnya penggunaan antibiotik yang bijak dan resistensi abiotik.

Pasalnya, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa 81,6 persen rumah tangga di Indonesia menyimpan antibiotik tanpa resep dokter. Padahal seharusnya antibiotik digunakan hati-hati, bahkan tidak digunakan tanpa indikasi yang tepat dan harus disertai resep dokter.

Hal itu disampaikan dokter Purnamawati S Pujiarto SpAK saat kampanye 'Jalan Sehat Bijak Antibiotik' selaku penasehat Yayasan Orangtua Peduli.

Menurutnya tidak semua anak-anak yang sakit membutuhkan antibiotik untuk penyembuhannya. Sebab 80 persen penyakit yang biasa diidap anak-anak berasal dari virus sehingga tak membutuhkan antibiotik.

"Studi yang kami lakukan dalam YOP menunjukkan bahwa anak-anak yang sakit karena terinfeksi virus seperti demam, pilek, diare itu diberi antibiotik. Padahal tak perlu obat-obatan untuk memerangi virus ini. Pemberian antibiotik yang tak semestinya justru bisa membahayakan kesehatan anak-anak," ujarnya kepada Suara.com.

Dokter yang juga penasehat YOP ini menyayangkan, banyaknya orangtua yang meminta antibiotik ketika anaknya sakit ringan. Bahkan orangtua kerap menyimpan cadangan antibiotik agar selalu tersedia sewaktu-waktu dibutuhkan.

Padahal pemberian antibiotik yang tak bijak bisa membuat bakteri kebal terhadap antibiotik.

"Semakin sering memberikan antibiotik kepada anak yang sakit, justru sakitnya akan cepat kambuh. Bakteri kalau diberi antibiotik berlebihan akan bermutasi, dan oleh sebab itu Ia bisa kebal terhadap antibiotik," lanjutnya.

"Jika diberi obat, orangtua (pasien) disarankan bertanya kepada dokter apakah benar-benar butuh obat, berapa jumlah obatnya, apa kandungan aktifnya, bagaimana cara kerjanya, apa risiko efek sampingnya, kontraindikasi, dan bagaimana cara pakainya,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hati-hati Berikan Antibiotik pada Anak

Hati-hati Berikan Antibiotik pada Anak

Health | Rabu, 01 Oktober 2014 | 17:45 WIB

Madu Bisa Jadi Antibiotik Alternatif

Madu Bisa Jadi Antibiotik Alternatif

Health | Rabu, 10 September 2014 | 17:00 WIB

Studi: Antibiotik Bisa Sedikit Tingkatkan Risiko Kanker Usus

Studi: Antibiotik Bisa Sedikit Tingkatkan Risiko Kanker Usus

Health | Jum'at, 06 Juni 2014 | 12:04 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB