Jangan Sepelekan Nyeri pada Sendi

Laban Laisila | Firsta Nodia | Suara.com

Minggu, 21 Desember 2014 | 20:28 WIB
Jangan Sepelekan Nyeri pada Sendi

Suara.com - Meli seorang ibu mengaku panik ketika anaknya yang berusia 12 tahun mengeluh nyeri di bagian lututnya hingga berujung pada pembengkakan disertai demam tinggi.

Awalnya Ia hanya mencurigai anaknya terjatuh sehingga memicu nyeri di bagian lututnya, namun ketika ditanyai lebih lanjut, sang anak bercerita kalau sakitnya datang secara tiba-tiba.

Meli pun mengonsultasikannya ke dokter dan diagnosis kalau anaknya mengalami demam rematik dan hanya diberi obat oral.

Merasa tak puas dengan hasil diagnosa salah satu dokter anak, Meli membawa anaknya ke salah satu rumah sakit di Singapura. Dokter disana pun memvonis anak Meli terkena penyakit rematik genetik atau ankylosing spondylitis (AS).

Meski tampak asing didengar, ternyata penyakit ini cukup banyak diderita di Indonesia. Risiko kejadiannya lebih tinggi pada ras Tionghoa karena memiliki gen HLA-B27 yang terkait dengan penyakit AS ini.

Apa sebetulnya penyakit ankylosing spondylitis atau juga disebut rematik genetik? Menurut  dr. Rudy Hidayat SpPD-KR dari Divisi Reumatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, penyakit ini merupakan proses autoimun yang menyebabkan peradangan kronis pada sendi-sendi misalnya di tulang belakang/ sendi panggul/sendi lutut dan biasa diderita oleh kaum pria.

"Penderita penyakit ini umumnya lelaki usia muda sekitar 20 tahun yang menderita sakit pinggang terus menerus lebih dari tiga bulan," ujar dokter Rudy pada 'Seminar Manajemen Ankylosing Spondylitis' di Jakarta, Minggu (21/12/2014).

Namun penyakit ini ternyata juga bisa muncul sebelum usia 16 tahun, yang disebut dengan juvenile ankylosing spondylitis seperti yang diderita putra Meli.

Gejala utamanya, nyeri pinggang di bagian bawah seperti di pinggang, pantat, atau lutut pada pagi hari, namun akan menghilang perlahan setelah banyak melakukan gerak. Pasalnya, dengan bergerak, pinggang atau bagian lain yang sakit pun dilenturkan.

"Sakit di pinggang disebabkan oleh keadaan yang disebut entesopathy, yaitu radang pada tempat melekatnya ligamen dengan tulang belakang. Setelah peradangan telat dideteksi maka bisa terjadi penyatuan dua ruas tulang belakang," lanjutnya.

Dengan menyatunya ruas tulang belakang, penderita rematik genetik ini akan kesulitan menggerakkan badan. Akibatnya susah membungkuk, namun jika sudah membungkuk maka akan sulit tegak kembali. Beberapa penderitanya pun harus menggerakkan seluruh tubuhnya hanya untuk menengok.

Saat ini, menurut dokter Rudy, belum ada obat yang diketahui bisa mengembalikan kondisi ankylosing spondylitis, pulih seperti sedia kala. Namun berbagai terapi perawatan dan obat-obatan bisa mengurangi gejala-gejala dan mengelola rasa nyeri.

"Untuk menyembuhkan saya rasa belum ada penelitiannya, tapi obat bio-agent membantu  memperlambat perkembangan penyakit pada pasien. Setidaknya bisa meningkatkan kualitas hidup pasien dengan membebaskannya dari rasa nyeri," katanya lagi.

Oleh karena itu, dokter Rudy berpesan, jika mengalami nyeri di bagian pinggang bawah terus menerus selama 3 bulan, segera konsultasikan ke dokter spesialis reumatologi untuk dicek lebih lanjut sebelum terlambat. Pasalnya kelainan pada sistem autoimun ini bisa menyebabkan kecacatan permanen seumur hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jangan Abaikan Empat Nyeri Berikut Ini

Jangan Abaikan Empat Nyeri Berikut Ini

Health | Kamis, 17 Juli 2014 | 16:14 WIB

UNY Kembangkan Sandal Terapi Rematik Biji Salak

UNY Kembangkan Sandal Terapi Rematik Biji Salak

Tekno | Minggu, 29 Juni 2014 | 13:53 WIB

Bir Bagus Untuk Perempuan Penderita Rematik

Bir Bagus Untuk Perempuan Penderita Rematik

Health | Sabtu, 24 Mei 2014 | 16:13 WIB

8 Manfaat Kayu Manis bagi Kesehatan

8 Manfaat Kayu Manis bagi Kesehatan

Health | Rabu, 26 Februari 2014 | 13:58 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB