Keluhan Ini Rentan Dialami Saat Liburan

Ririn Indriani | Suara.com

Kamis, 25 Desember 2014 | 15:03 WIB
Keluhan Ini Rentan Dialami Saat Liburan
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Liburan Natal dan akhir tahun telah tiba, sebagian tetap berlibur di rumah, sementara sebagian lainnya memilih berlibur ke luar kota mencari suasana baru untuk menghilangkan kejenuhan hidup di kota besar.

Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB dari FKUI-RSCM mengatakan bahwa waktu liburan harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar lebih sehat.

"Jadi, bukan sebaliknya pasca-liburan malah jatuh sakit," jelasnya dalam email yang diterima suara.com, Kamis (25/12/2104).

Untuk yang masih sekolah dan kuliah, lanjut lelaki yang akrab disapa Dokter Ari, liburan merupakan waktu yang tepat untuk beristirahat dari beban sekolah atau kuliah yang banyak setiap harinya. Begitu juga dengan beban kemacetan saat berangkat dan pulang sekolah.

Oleh karena itu, liburan harus membuat seseorang rileks dan terhindar dari berbagai permasalahan sehari-hari sehingga tubuh tetap selalu sehat. "Karena dengan rileks, tingkat stres berkurang tubuh juga menjadi lebih sehat," imbuh Ari yang juga dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini.

Meski demikian, ia berpesan untuk selalu waspada bahwa aktifitas liburan dapat membuat seseorang menjadi tidak sehat. Kelelahan saat berlibur, lanjut Ari, menjadi alasan mengapa seseorang harus memeriksakan diri ke dokter sepulang dari liburan.

You are what you eat
Nah, salah satu keluhan yang bisa terjadi pasca-liburan, kata Ari, adalah gangguan pencernaan seperti sakit maag atau mengalami diare. keluhan ini terjadi, karena selama liburan orang cenderung tidak terlalu peduli dengan makanan atau minuman yang dikonsumsinya.

Padahal, selain faktor kebersihan makanan, tambah Ari, kualitas makanan yang dikonsumsi juga harus diperhatikan. "Pasien umumnya bisa memastikan bahwa kenapa mereka diare. Karena biasanya, timbulnya diare setelah mengonsumsi makanan tertentu," jelasnya.

Ari menjelaskan bahwa makanan yang bisa memicu diare antara lain makanan yang mengandung sea food atau makanan pedas. Perlu diketahui, sea food, kata Ari, biasanya di simpan dalam ice box atau kulkas.

Nah, masalah bisa muncul jika sea food tidak tersimpan dalam kondisi dingin atau beku. Hal ini, menurut Ari, akan menyebabkan kondisi sea food mudah rusak.

Kondisi inilah yang menyebabkan seseorang rentan menderita diare bila menyantap sea food yang rusak tersebut. "Diare terjadi biasanya dalam waktu 6-8 jam setelah mengonsumsi sea food," jelasnya.

Selain sea food, lanjut Ari, makanan pedas juga bisa memicu diare. "Ada satu pasien yang bercerita bahwa diare beberapa jam setelah mengonsumsi rujak tumbuk yang pedas," jelasnya memberikan contoh.

Tak hanya itu, keripik dengan level pedas tertentu yang saat ini menjadi makanan favorit terutama di kalangan muda, juga bisa menyebabkan keluhan yang sama. Yah, keripik super pedas, kata Ari, bisa memicu gangguan pencernaan.

Ia mengungkapkan bahwa beberapa pasien yang pernah ditanganinya mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi keripik pedas. Mereka biasanya mengalami rasa perih dan panas di daerah ulu hati setelah mengonsumsi keripik pedas dengan level tertentu. "Pada pasien yang kebetulan sudah menderita ambeien akan merasakan duburnya terasa panas setelah mengonsumsi kripik pedas tersebut," ujarnya.

Selain makanan pedas, Ari melanjutkan, makanan berlemak, kafein  dan cokelat yang dikonsumsi berlebihan pun bisa menyebabkan refluks baik refluks esofagus atau bile refluks. "Refluks adalah balik arahnya isi lambung kembali ke kerongkongan atau baliknya empedu dari usus dua belas jari ke lambung," tuturnya.

Selain masalah pencernaan, jumlah kalori yang dikonsumsi juga harus diperhatikan selama liburan. Ari berpesan agar selama liburan berat badan dijaga agar tidak meningkat. Terlebih bagi Anda atau anak-anak yang sudah mengalami kelebihan berat badan.

"Selama liburan anak-anak cenderung berada di depan TV. Nonton TV atau bermain game online, kadang kala disertai mengonsumsi camilan dengan kalori tinggi," jelasnya. Kebiasaan buruk inilah, kata Ari, yang menyebabkan berat badan mudah bertambah. Karenanya, kebiasaan tak sehat itu harus dihindari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspadai Penyakit Setelah Lebaran

Waspadai Penyakit Setelah Lebaran

Health | Senin, 04 Agustus 2014 | 16:50 WIB

Terkini

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB