Epidemi Ebola di Liberia Diprediksi Berakhir Juni

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Rabu, 14 Januari 2015 | 14:07 WIB
Epidemi Ebola di Liberia Diprediksi Berakhir Juni
Ilustrasi Ebola (Shutterstock)

Suara.com - Para peneliti dari University of Georgia dan Pennsylvania State University meramalkan bahwa wabah ebola di Liberia berakhir di Juni mendatang.

Namun prediksi ini bukan tanpa syarat, wabah ebola bisa benar-benar hilang jika diikuti dengan kewaspadaan dan kontrol yang tinggi di rumah sakit.

Prediksi ini didasarkan pada model baru yang dikembangkan oleh para peneliti meliputi berbagai faktor seperti lokasi infeksi dan pengobatan, pengembangan kapasitas rumah sakit dan penerapan praktik pemakaman yang aman.

"Itu kemungkinan yang realistis tetapi tidak bisa dipastikan," ujar John Drake, seorang profesor dari University of Georgia yang memimpin proyek itu.

Liberia hanya menambahkan 300 tempat tidur di rumah sakit untuk pasien Ebola dari 4 Juli hingga 2 September 2014. Sedangkan beberapa negara di Afrika Barat lainnya menambahkan tempat tidur rumah sakit lebih banyak selama dua bulan ke depan.

Sejauh ini, menurut WHO, sudah ada lebih dari 21.000 kasus Ebola dengan angka kematian mencapai 8.300 jiwa sejak wabah itu bermula di Liberia, Sierra Leone dan Guinea. Di Liberia saja, 3.496 orang telah tewas akibat virus ebola ini. (Zeenews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

WHO: Korban Tewas Akibat Ebola Tembus 8235 Orang

WHO: Korban Tewas Akibat Ebola Tembus 8235 Orang

Health | Jum'at, 09 Januari 2015 | 14:03 WIB

WHO: Lebih Dari 8.100 Orang Tewas Akibat Ebola

WHO: Lebih Dari 8.100 Orang Tewas Akibat Ebola

Health | Rabu, 07 Januari 2015 | 20:25 WIB

Ilmuwan Rusia Kembangkan Vaksin Ebola

Ilmuwan Rusia Kembangkan Vaksin Ebola

Health | Rabu, 31 Desember 2014 | 17:27 WIB

Terapi Darah Bisa Sembuhkan Ebola?

Terapi Darah Bisa Sembuhkan Ebola?

Health | Sabtu, 27 Desember 2014 | 16:00 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×