Dokter dan Apoteker Disiapkan Untuk Saintifikasi Jamu

Ririn Indriani

Senin, 19 Januari 2015 | 19:51 WIB
Dokter dan Apoteker Disiapkan Untuk Saintifikasi Jamu
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyiapkan ratusan dokter dan puluhan apoteker untuk mengembangkan program saintifikasi jamu dan obat tradisional lainnya.

"Untuk membentuk jejaring dokter pelaksana Saintifikasi Jamu, Balitbangkes telah melatih 382 dokter Saintifikasi Jamu dan juga apoteker Saintifikasi Jamu 74 orang," ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (19/1/2015).

Industri jamu dan farmasi, lanjut dia, juga ikut berperan dalam pengembangan saintifikasi jamu dengan membiayai tiga dari 14 angkatan dokter tersebut.

Sementara itu, keberhasilan program saintifikasi jamu itu dipaparkan Kalitbangkes antara lain pada 2013 terdapat dua Jamu Saintifik atau jamu yang sudah terbukti manfaat dan khasiatnya melalui uji klinik yakni Formula Jamu Asam Urat dan Formula Jamu Penurun Hipertensi. Sementara, pada 2014 sudah selesai uji klinik Jamu Hemoroid, Jamu Dispepsia, dan Jamu osteoartritis.

Selain itu, Tjandra menjelaskan bahwa Komisi Saintifikasi Jamu Nasional yang dikoordinir oleh Balitbangkes telah berhasil menyusun buku Metodologi Penelitian untuk Evaluasi Manfaat dan Keamanan Jamu dan Body of Knowledge Pengobatan Tradisional Indonesia.

Bahkan di tingkat Asean, melalui Asean Task Force on Traditional Medicine, Indonesia telah berhasil meloloskan "Asean Common Guideline on Research of Traditional Herbal Medicine".

Secara operasional Program Saintifikasi Jamu dilaksanakan oleh Balitbangkes antara lain melalui Balai Besar Litbang Kesehatan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawang Mangu yang memiliki sarana dan prasarana penelitian dari hulu ke hilir, mulai kebun tanaman obat sampai dengan Klinik Saintifikasi Jamu.

Pada 2012-2014, telah dilaksanakan Riset Tanaman Obat dan Jamu (Ristoja) yang berhasil mengidentifikasi tumbuhan obat pada berbagai suku di Indonesia dan manfaatnya secara etnofarmakologis.

Sedangkan sarana-prasarana pendukung Saintifikasi Jamu di Balitbangkes di Tawangmangu, kata Tjandra, telah cukup lengkap yang meliputi kebun tanaman obat, kebun etalase tanaman obat, laboratorium paska panen, labotatorium pendukung uji preklinik dan uji klinik, Rumah Riset Jamu (Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus), gedung pelatihan dan Laboratorium Pengembangan Sediaan Jamu (lab ekstraksi).

"Kami juga melaksanakan program Health Tourism melalui kegiatan Wisata Kesehatan Jamu di area Tawangmangu ini, yaitu pembelajaran manfaat tanaman obat dan Jamu bagi masyarakat luas yang dikemas dalam paduan cantik antara edukasi dan rekreasi," imbuhnya.

Objek wisata yang ditawarkan itu, tambah dia, meliputi Etalase Tanaman Obat, sinema Fitomedika, Museum Jamu Hortus Medicus dan Herbarium tanaman Obat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Alasan Puan Maharani Rajin Minum Jamu Sejak Kecil

Ini Alasan Puan Maharani Rajin Minum Jamu Sejak Kecil

Health | Jum'at, 16 Januari 2015 | 11:51 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×