Kanker Ovarium, Si "Silent Killer" yang Tak Terdeteksi

Madinah, Firsta Nodia

Senin, 26 Januari 2015 | 00:00 WIB
Kanker Ovarium, Si "Silent Killer" yang Tak Terdeteksi
Ilustrasi sel kanker. [Shutterstock]

Suara.com - Kanker ovarium menduduki peringkat ke-8 untuk jumlah kasus kanker yang sering menyerang kaum perempuan. Berdasarkan data dari lembaga Globocan 2012, 69 persen kasus kanker berakhir dengan kematian.

Kanker ovarium sendiri merupakan jenis kanker yang seringkali tumbuh dan berkembang tanpa terdeteksi. Hal ini umumnya ditemukan ketika kanker sudah menyebar ke bagian panggul dan rongga perut.

Menurut dokter sub-spesialis Obstetri dan Ginekologi Onkologi FKUI-RSCM, Andrijono, penyebab kanker ovarium hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun, faktor mutasi gen dimana sel sehat berubah menjadi ganas dan tak terkendali adalah salah satu pemicunya. Sel abnormal ini kemudian terus tumbuh dan membentuk tumor. Lalu sel kanker akan menyerang jaringan yang berada di sekitarnya dan menyebar ke seluruh tubuh.

"Berbeda dengan kanker payudara dengan tanda benjolan yang bisa dirasa dan diraba secara fisik, kanker serviks tidak ada gejala fisik yang bisa dilihat secara kasat mata, sehingga banyak pasien datang dengan stadium lanjut," ujar dokter Andri pada diskusi "Harapan Baru untuk Penatalaksanaan Kanker Ovarium di Indonesia" di Jakarta, Sabtu, 24/1/2015.

Gejala kanker ovarium, menurut Andrijono, juga tidak khas dan seringkali menyerupai gejala penyakit lain, termasuk gangguan sistem pencernaan. Namun, ada beberapa gejala yang perlu dicurigai seperti intensitas buang air kecil yang meningkat, perut terasa kembung atau begah, membesar dan timbul rasa nyeri pada panggul atau perut bagian bawah.

Sayangnya, gejala ini baru muncul ketika kondisi kanker sudah semakin parah atau memasuki stadium lanjut. Sampai sekarag juga belum tersedia vaksin untuk kanker ovarium sebagai tindakan pencegahan.

Oleh karena itu, dokter Andrijono menyarankan bagi perempuan untuk melakukan deteksi dini agar harapan kesembuhannya semakin besar.

"Kanker ovarium merupakan silent killer yang sulit dideteksi. Sebaiknya perempuan melakukan pemeriksaan ultrasonografi sebagai upaya deteksi dini minimal enam bulan atau setahun sekali," ujar dokter Andrijono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kembang Kol Bisa Cegah 4 Jenis Kanker

Kembang Kol Bisa Cegah 4 Jenis Kanker

Health | Sabtu, 22 Maret 2014 | 16:09 WIB

Studi: Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Ovarium pada Perempuan

Studi: Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Ovarium pada Perempuan

Health | Selasa, 18 Maret 2014 | 15:00 WIB

Terkini

Nasabah BRI Dapat Diskon 7% di Agoda, Klaim di Sini

Nasabah BRI Dapat Diskon 7% di Agoda, Klaim di Sini

Bri | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Respons Gibran Terkait Ijazah Dinilai Menyesatkan, Kuliah S1 Tak Otomatis Buktikan Tamat SMA

Respons Gibran Terkait Ijazah Dinilai Menyesatkan, Kuliah S1 Tak Otomatis Buktikan Tamat SMA

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:52 WIB

Kabar Mahasiswa Malaysia Bawa 4 Kg Sabu di Tanjung Balai Terbantahkan, Fakta Aslinya Mengejutkan

Kabar Mahasiswa Malaysia Bawa 4 Kg Sabu di Tanjung Balai Terbantahkan, Fakta Aslinya Mengejutkan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:51 WIB

Tiket Traveling Lebih Murah, BRI Debit Virtual Tebar Diskon Hingga 8% di Hotels.com

Tiket Traveling Lebih Murah, BRI Debit Virtual Tebar Diskon Hingga 8% di Hotels.com

Bri | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:49 WIB

Timur Tengah Sedang Genting! John Herdman Bersikeras Ingin Laga Tandang Saat FIFA Matchday November

Timur Tengah Sedang Genting! John Herdman Bersikeras Ingin Laga Tandang Saat FIFA Matchday November

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:48 WIB

Sidang Sengketa Tanah di PN Cibinong, PT SIR Soalkan Penguasaan Fisik Lahan oleh PT Natura City

Sidang Sengketa Tanah di PN Cibinong, PT SIR Soalkan Penguasaan Fisik Lahan oleh PT Natura City

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:46 WIB

10 Sepatu Trail Running Terbaik untuk Lari Lintas Alam dari Brand Lokal dan Global

10 Sepatu Trail Running Terbaik untuk Lari Lintas Alam dari Brand Lokal dan Global

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:46 WIB

Belanja Harian di Astro Sekarang Bisa Lebih Murah Pakai BRI

Belanja Harian di Astro Sekarang Bisa Lebih Murah Pakai BRI

Bri | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:45 WIB

Era Saham Konglo Berakhir? Dulu Angkat IHSG, Kini Jadi Beban Pasar

Era Saham Konglo Berakhir? Dulu Angkat IHSG, Kini Jadi Beban Pasar

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:45 WIB

DPR Minta Pemerintah Tak Sungkan Terima Bantuan Asing Atasi Karhutla: Ini Juga Tanggung Jawab Mereka

DPR Minta Pemerintah Tak Sungkan Terima Bantuan Asing Atasi Karhutla: Ini Juga Tanggung Jawab Mereka

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:43 WIB

×