Pakar: CO2 Dalam Minuman Soda Aman Dikonsumsi

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Jum'at, 30 Januari 2015 | 15:36 WIB
Pakar: CO2 Dalam Minuman Soda Aman Dikonsumsi
Ilustrasi minuman bersoda. (Shutterstock)

Suara.com - Seiring dengan perkembangan di bidang teknologi pangan, kini konsumen dihadapkan dengan berbagai pilihan produk minuman ringan, salah satunya adalah minuman bersoda.

Sebagian masyarakat menilai bahwa konsumsi minuman bersoda bisa membahayakan kesehatan. Menurut pakar teknologi pangan dan gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Made Astawan, anggapan ini tidak sepenuhnya benar.

Pasalnya kandungan karbondioksida (CO2) pada minuman bersoda hanya memberikan sensasi segar begitu diminum dan akan terlepas kembali ke udara ketika kemasan terbuka atau tubuh mengalami sendawa.

"Minuman bersoda ketika dibuka maka sebagian CO2-nya akan terlepas. Nah, ketika diminum pun tubuh mengeluarkannya kembali saat kita sendawa. Jadi yang diserap tubuh sangat kecil sehingga tidak merugikan kesehatan seseorang," ujar Prof. Made pada acara "Diskusi Media: Keamanan Pangan Produk Minuman untuk Kesehatan Masyarakat" di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (30/1/2015).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa karbonasi merupakan proses karbon dioksida (CO2) yang dimasukkan ke dalam cairan dengan tekanan tinggi sehingga menghasilkan gelembung dalam minuman dengan sensasi'menggigit'. Sensasi inilah yang sengaja dihadirkan oleh pelaku industri untuk memberikan kesenangan pada orang yang mengonsumsinya.

Hasil kajian JECFA (Join Expert Commitee on Food Additives) menurutnya juga telah menetapkan bahwa level ADI (Acceptable Daily Intake) bahan berkarbonasi CO2 "not specified", yang menunjukkan bahan tersebut masuk dalam kelompok yang toksisitasnya sangat rendah, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran risiko mengenai penambahan CO2 ke dalam minuman.

"Tujuannya lebih banyak ke sensasi yang menimbulkan kesenangan. Fungsinya selain menghidrasi tubuh juga sebagai hiburan," imbuhnya.

Namun, Made meluruskan bahwa minuman bersoda juga mengandung bahan tambahan pangan berupa pemanis yang jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan bisa memicu penyakit diabetes dan obesitas.

Menurutnya masyarakat tak perlu khawatir karena produk minuman yang mendapat izin dari BPOM telah melalui prosedur pengujian yang benar sehingga mengandung bahan tambahan pangan yang memenuhi standar dan aman dikonsumsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Minuman Bersoda Seharusnya Dikenakan Cukai

Minuman Bersoda Seharusnya Dikenakan Cukai

Bisnis | Senin, 12 Januari 2015 | 13:03 WIB

Ini Cara Soda Mempercepat Penuaan

Ini Cara Soda Mempercepat Penuaan

Health | Rabu, 10 Desember 2014 | 21:04 WIB

Ilmuwan Ciptakan Apel Rasa Minuman Soda

Ilmuwan Ciptakan Apel Rasa Minuman Soda

Tekno | Kamis, 30 Oktober 2014 | 05:58 WIB

5 Alasan Menghindari Minuman Soda

5 Alasan Menghindari Minuman Soda

Lifestyle | Senin, 24 Februari 2014 | 16:38 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×