RS Siloam Bertanggungjawab Atas Pasien Tewas Usai Suntik Buvanest

Ririn Indriani

Rabu, 18 Februari 2015 | 16:53 WIB
RS Siloam Bertanggungjawab Atas Pasien Tewas Usai Suntik Buvanest
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Meninggalnya dua pasien RS Siloam Karawaci setelah mendapat suntikan Buvanest Spinal sebagai obat anestesi membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan investigasi dan menginformasikan kepada Persatuan Dokter Spesialis Anestesiologis dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin) untuk sementara tidak menggunakan jenis obat tersebut hingga diumumkan hasil investigasi secara menyeluruh.

PT Kalbe Farma sebagai produsen obat Buvanest Spinal pun langsung menarik obat anestesi itu dari peredaran setelah mendapatkan laporan tersebut.

Sementara itu, GM of Corporate Communication and CSR Siloam Hospitals Group, Heppi Nurfianto menjelaskan, pihaknya bertanggung jawab atas kejadian tersebut dan menunggu proses investigasi yang dilakukan oleh BPOM dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Kami masih menunggu hasil investigasi, baru nanti penanganan selanjutnya untuk mencegah jangan sampai terulang kembali. Yang pasti, kami sudah melakukan sesuai prosedur," tegasnya di Jakarta, Rabu (18/2/2015).

Ia mengatakan dua orang pasien yang tewas berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Untuk yang laki-laki adalah pasien urologi dan perempuan yakni pasien melahirkan dengan tindakan caesar.

Heppi mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya pelayanan kesehatan sesuai dengan prosedur yakni memberikan suntikan buvanest spinal 0,5 persen heavy.

Hanya saja, setelah diberikan suntikan tersebut ternyata pasien mengalami reaksi lain yakni gatal - gatal dan kejang, hingga akhirnya pasien dimasukan ke dalam ICU dan meninggal dalam kurun waktu 24 jam setelah penyuntikan.

Padahal sebelumnya, kata Heppi, pihaknya selalu menggunakan obat tersebut untuk tindakan. Akibat kejadian ini pihak RS Siloam Karawaci langsung melapor dan mempertanyakan hal ini kepada PT Kalbe Farma dan menghentikan seluruh tindakan anestesi yang menggunakan obat tersebut.

"Hasil konfirmasi dengan pihak produsen, obat yang ada di dalam tidak sesuai dengan label dan obat-obatan ini sudah ditarik seluruhnya dari RS Siloam," tegasnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Hasil Investigasi BPOM Soal Obat Bius Bermasalah

Ini Hasil Investigasi BPOM Soal Obat Bius Bermasalah

Health | Rabu, 18 Februari 2015 | 17:56 WIB

Buvanest Renggut Nyawa, Ini Tanggapan Menkes

Buvanest Renggut Nyawa, Ini Tanggapan Menkes

Health | Rabu, 18 Februari 2015 | 17:06 WIB

Obat Bius Renggut Nyawa, BPOM Lakukan Penyelidikan

Obat Bius Renggut Nyawa, BPOM Lakukan Penyelidikan

Health | Selasa, 17 Februari 2015 | 19:44 WIB

Terkini

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:50 WIB

Tembus Rp1.270 Triliun, Transaksi Agen BRILink Perkuat Dominasi BRI

Tembus Rp1.270 Triliun, Transaksi Agen BRILink Perkuat Dominasi BRI

Bri | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Galaxy Watch9 Dipakai Keliling Bekasi, Suara di Atas Ojol Tembus 103 dB

Galaxy Watch9 Dipakai Keliling Bekasi, Suara di Atas Ojol Tembus 103 dB

Tekno | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:43 WIB

Sangat Butuh Air Bersih! Warga Bantargebang Tagih Kepastian Waktu Perbaikan Sumur Artesis

Sangat Butuh Air Bersih! Warga Bantargebang Tagih Kepastian Waktu Perbaikan Sumur Artesis

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Suahasil Mau Ubah Pencairan Dana Pensiun dan Bansos Langsung ke Rekening Warga

Suahasil Mau Ubah Pencairan Dana Pensiun dan Bansos Langsung ke Rekening Warga

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Karhutla Indonesia, Prabowo Usulkan Penambahan 70 Ribu Polisi Hutan

Karhutla Indonesia, Prabowo Usulkan Penambahan 70 Ribu Polisi Hutan

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Malam Ini! KPK Gelar Perkara OTT BNPB untuk Tentukan Tersangka

Malam Ini! KPK Gelar Perkara OTT BNPB untuk Tentukan Tersangka

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:24 WIB

×