Obat Bius Renggut Nyawa, BPOM Lakukan Penyelidikan

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Selasa, 17 Februari 2015 | 19:44 WIB
Obat Bius Renggut Nyawa, BPOM Lakukan Penyelidikan
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah melakukan investigasi terhadap obat injeksi Buvanest Spinal produksi perusahaan farmasi PT Kalbe Farma menyusul dengan meninggalnya dua pasien Rumah Sakit Siloam Karawaci Tangerang usai diberi suntikan anestesi obat tersebut yang isinya diduga tidak sesuai atau tertukar.

"Kita sedang melakukan investigasi mendalam mengapa hal ini bisa terjadi. Kita sudah turunkan tim ke sarana produksi dan distribusi. Kita tunggu saja hasilnya," ujar Kepala BPOM Roy Sparingga saat dihubungi suara.com, Selasa (17/2/2015).

Tak hanya melakukan uji sampel terhadap obat yang diduga salah pencantuman label ini, Roy mengaku bahwa pihaknya telah membekukan izin obat Buvanest Spinal sejak Minggu (15/2/2015). Bahkan, lanjut dia, pihak Kalbe Farma sudah lebih dulu berinisiatif untuk menarik peredaran obat Buvanet di pasaran.

"Kalbe  Farma sendiri memang sudah inisiatif untuk melakukan penarikan obat Buvanest di distributornya. Itu memang sudah aturannya ketika terjadi kondisi yang serius. Mereka menarik, dan kami akan tetap mengawasi sembari menunggu hasil investigasi keluar secepatnya," imbuh Roy.

Sebagai tindakan pencegahan, BPOM sudah menginformasikan kepada Persatuan Dokter Spesialis Anestesiologis dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin) untuk sementara tidak menggunakan jenis obat tersebut hingga diumumkan hasil investigasi secara menyeluruh.

"Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia telah memberikan safety alert, dan kepada Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi untuk menghentikan sementara penggunaan obat Buvanest itu sambil menunggu hasil investigasi yang kami lakukan," jelasnya.

Roy pun meminta masyarakat tak perlu khawatir dengan pemberian obat anestesi atau obat bius di rumah sakit setelah kasus ini.

“Masyarakat jangan terlalu risau, tidak perlu khawatir. Ini bukan seperti obat yang bisa dibeli di pasaran. Yang bisa memberi obat itu hanya dokter anestesi,” pesan Roy.

Sebelumnya dilaporkan dua pasien yang menjalani operasi sesar dan urologi meninggal setelah mendapatkan suntikan Buvanest Spinal sebagai obat anestesi. Setelah mendapatkan suntikan anestesi ini kedua pasien mengalami gatal-gatal lalu kejang disertai panas hingga langsung masuk ke ruang perawatan ICU.

Kurang dari 24 jam, pada Kamis (12/2/2015), kedua pasien menghembuskan nafas terakhirnya dalam waktu yang berdekatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BPOM: Tak Semua Apel AS Berbakteri

BPOM: Tak Semua Apel AS Berbakteri

Health | Sabtu, 31 Januari 2015 | 14:51 WIB

Ini Caranya Agar Terhindar Dari Obat Palsu

Ini Caranya Agar Terhindar Dari Obat Palsu

Health | Selasa, 20 Januari 2015 | 19:19 WIB

Ini Penyebab Obat dan Pangan Ilegal Marak di Indonesia

Ini Penyebab Obat dan Pangan Ilegal Marak di Indonesia

News | Senin, 12 Januari 2015 | 17:37 WIB

BPOM: Viagra yang Dijual Bebas di Pasaran, Palsu!

BPOM: Viagra yang Dijual Bebas di Pasaran, Palsu!

Health | Senin, 12 Januari 2015 | 15:26 WIB

Terkini

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:54 WIB

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:18 WIB

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:10 WIB

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Belanda Kembalikan 20 Barang Curian ke Indonesia: dari Berlian hingga Alquran Kuno

Belanda Kembalikan 20 Barang Curian ke Indonesia: dari Berlian hingga Alquran Kuno

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:00 WIB

HUT ke-62 Golkar Digelar Sederhana, Bahlil Larang Acara di Hotel

HUT ke-62 Golkar Digelar Sederhana, Bahlil Larang Acara di Hotel

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:58 WIB

×