Suara.com - Hati-hati bagi Anda yang gemar menyeruput minuman bersoda cola. Pasalnya, sebuah studi baru-baru ini mengungkapkan bahwa cola dapat meningkatkan risiko kanker, karena kandungan pewarna karamel yang terdapat di dalamnya.
Penelitian menemukan bahwa minuman ringan itu mengandung 4-methylimidzole (4-Mel), yang mana senyawa kimia itu memberikan warna karamel pada cola. Bahayanya, senyawa itu merupakan karsinogen potensial jika masuk ke dalam tubuh manusia.
Untuk mendapatkan temuan ini para peneliti dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, menguji 110 sampel cola dan minuman ringan lainnya.
Hasil yang mengejutkan pun terlihat, di setiap botol minuman cola itu mengandung 3.4 sampai 4-Mel, ini berarti setiap orang yang gemar mengonsumsi cola berisiko terkena kanker.
Sayangnya, belum ada peraturan di seluruh dunia yang melarang penggunaan (batas) 4-Mel untuk berbagai minuman. Contohnya, hampir dipastikan separuh masyarakat di Amerika Serikat (AS) berusia 6-64 tahun memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda. Rata-rata mereka mengonsumsi minuman soda jenis cola sebanyak dua setengah kaleng per hari.
Berdasarkan analisis para peneliti, dalam waktu 70 tahun ke depan diprediksi akan ada 5.000 insiden kanker yang diakibatkan oleh konsumsi cola yang berlebihan.
Yang perlu kita lakukan adalah membiasakan diri untuk tidak mengonsumsi minuman bersoda. Terutama edukasi untuk anak usia dini. Biasakan mengonsumsi air putih atau minuman segar yang lebih bermanfaat untuk tubuh kita. (Zeenews)