Penyakit Jantung Bawaan Ganggu Pertumbuhan Anak

Ririn Indriani

Kamis, 16 April 2015 | 17:14 WIB
Penyakit Jantung Bawaan Ganggu Pertumbuhan Anak
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Ahli penyakit jantung Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Jakarta, Maizul Anwar mengatakan bahwa penyakit jantung bawaan yang diderita anak dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

Misalnya, lanjut dia, anak yang diketahui menderita jantung bawaan sejak lahir dan tidak segera ditangani bisa berakibat tumbuh kembang anak menjadi lambat. "Seperti belum bisa berjalan padahal seharusnya sudah bisa berjalan, seharusnya sudah bisa bicara sesuai umurnya," ujarnya di Jakarta, Kamis (16/4/2015).

Oleh karena itu, anak yang menderita penyakit jantung bawaan perlu segera ditangani. Selain melalui operasi, kata Maizul, bisa juga melalui "penambalan" atau "amplatzer occluder".

Beberapa kelainan yang bisa ditangani dengan "penambalan" yakni "patent ductus arteriosus" (PDA) kelainan pada saluran yang menghubungkan antara pembuluh darah yang ada di jantung (aorta dan arteri pulmonalis).

Kemudian "atrial septal defects" (ASD), yang menempati 19 persen penyakit jantung bantuan. Terakhir adalah "ventricular septal defects" (VSD), yang sering ditemukan pada anak dengan persentasi sekitar 20 persen hingga 25 persen.

"VSD bisa menimbulkan peningkatan aliran darah menuju paru-paru sehingga dapat menyebabkan timbulnya gagal jantung," kata Maizul.

Setiap tahun, lanjut dia, ada sekitar 45.000 bayi yang lahir mengalami penyakit jantung bawaan. Tapi sayangnya, hanya sebagian kecil yang mendapat penanganan karena disebabkan sedikitnya dokter spesialis jantung anak dan akses kesehatan.

"Banyak bayi di daerah yang tidak mendapatkan akses kesehatan," katanya.

Selain itu, karena membludaknya pasien yang mengantre di RS jantung seperti RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.

"Untuk pasien anak-anak bisa mengantre selama setahun. Hal itu menyebabkan banyak anak dengan jantung bawaan meninggal sebelum ditangani," jelas dia.

Maizul yang sebelumnya merupakan dokter di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, menyebutkan jalan keluar dari permasalahan itu adalah menambah layanan jantung di daerah. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Orang Pendek Lebih Berisiko Serangan Jantung?

Orang Pendek Lebih Berisiko Serangan Jantung?

Health | Senin, 13 April 2015 | 15:32 WIB

Studi: Diet Tak Sehat Sejak Kecil Picu Risiko Penyakit Jantung

Studi: Diet Tak Sehat Sejak Kecil Picu Risiko Penyakit Jantung

Health | Kamis, 19 Maret 2015 | 19:11 WIB

Hati-Hati, Minuman Energi Picu Hipertensi

Hati-Hati, Minuman Energi Picu Hipertensi

Health | Senin, 16 Maret 2015 | 14:07 WIB

Studi: Kombinasi Stres dan Depresi Picu Kematian Dini

Studi: Kombinasi Stres dan Depresi Picu Kematian Dini

Health | Minggu, 15 Maret 2015 | 15:24 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×