Anak Bisa Berlaku Kejam karena Terpengaruh Orangtua

Ardi Mandiri

Selasa, 21 April 2015 | 07:36 WIB
Anak Bisa Berlaku Kejam karena Terpengaruh Orangtua
Bully, Bullying

Suara.com - Dokter Spesialis Kejiwaan RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Jawa Barat, Tommy Hermansyah mengatakan kasus kekerasan yang dilakukan oleh anak di bawah umur tidak lepas dari pengaruh orangtua di lingkungannya.

"Kasus kekerasan yang dilakukan dua bocah yakni Ri (10) dan Ja (8) yang menganiaya Lindawati (8) warga Kampung Cimanggu, Desa Cimangkok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat bisa saja terpengaruh oleh orang tuanya, sehingga si anak nekat berbuat seperti itu kepada anak lainnya yang dianggapnya lemah," katanya di Sukabumi, Senin.

Menurutnya, kasus seperti ini harus dilihat dari berbagai aspek, mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, hingga pola pikir si anak.

Apalagi tayangan televisi yang tidak jarang menampilkan kekerasan serta game online maupun offline juga bisa mempengaruhi pola pikir si anak menjadi kejam.

Tidak menutup kemungkinan, aksi yang dilakukan oleh RI dan Ja yang melakukan penganiayaan terhadap Lindawati ini meniru lingkungan dan permainannya, bahkan informasinya karena tidak diberi uang Rp1.500 kedua bocah itu nekat menganiaya dengan cara memelintir tangan korban dan memukulnya pada bagian dada dan mencekik lehernya.

"Perlu adanya terapi kepada kedua anak ini agar tidak melakukan hal serupa, selain itu hukuman penjara pun tidak pantas karena bisa menambah buruk perkembangan kejiwaannya," tambahnya.

Tommy Hermansyah mengatakan pula, perlu adanya perhatian khusus dari orang tua agar kasus serupa tidak terjadi, seperti pemberian pemahaman keagamaan yang kuat, pendidikan tentang sosial, dan memberikan rasa takut jika berbuat salah.

Selain itu, mengajar si anak dengan cara membentak atau memarahi juga tidak baik untuk perkembangan otaknya, sehingga si anak cenderung kasar dan melawan.

Sementara, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Diki Budiman mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus penganiyaan hingga korbannya tewas yang dilakukan oleh dua orang bocah tersebut.

Walaupun Ri dan Ja sudah dijadikan tersangka, tapi pihak kepolisian tidak menahannya, karena usianya masih di bawah 12 tahun.

"Pada kasus ini kami juga sudah berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) untuk memberikan penanganan lebih lanjut kepada kedua bocah ini," katanya.

Namun, bagaimanapun juga pihak kepolisian tetap menjerat kedua tersangka dengan Pasal 76c jo Pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014, dan Pasal 80 ayat 3 UUPA Nomor 35 tahun 2014, dengan ancaman penjara minimal lima tahun maksimal 15 tahun, atau denda paling banyak Rp3 miliar. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

"Di-Bully", Bocah Pemandu Sorak Bunuh Diri

"Di-Bully", Bocah Pemandu Sorak Bunuh Diri

News | Minggu, 07 Desember 2014 | 15:41 WIB

Terkini

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Sokoguru Policy Series Jadi Wadah Kolaborasi untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Sokoguru Policy Series Jadi Wadah Kolaborasi untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:39 WIB

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat Sumut, Gubsu Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat Sumut, Gubsu Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:38 WIB

BNCT Siapkan SMP Baru untuk Anak-anak Belawan, Target Beroperasi 2028

BNCT Siapkan SMP Baru untuk Anak-anak Belawan, Target Beroperasi 2028

Sumut | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Sukses di Bioskop, Alas Roban The Series Siap Teror Penonton ANTV dan Netflix

Sukses di Bioskop, Alas Roban The Series Siap Teror Penonton ANTV dan Netflix

Entertainment | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:27 WIB

×