Pil KB Bisa Turunkan Risiko Kanker Ovarium

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Jum'at, 08 Mei 2015 | 16:47 WIB
Pil KB Bisa Turunkan Risiko Kanker Ovarium
Ilustrasi pil KB. (Shutterstock)

Suara.com - Data Globocan 2012 menunjukkan sekitar 250.000 perempuan di dunia terdiagnosis kanker ovarium dan 140.000 perempuan meninggal dunia setiap tahunnya. Yang memprihatinkan lagi, mayoritas kaum perempuan terdiagnosa pada stadium lanjut, karena jenis kanker ini sulit dideteksi sejak dini.

Terkait penyakit ini, konsumsi pil KB ternyata bisa menurunkan risiko tersebut. "Kanker ovarium sulit untuk dideteksi sehingga pencegahan adalah kunci untuk menyelamatkan perempuan dari penyakit ini. Sudah ada penelitian yang menunjukkan pengaruh pil KB untuk mengurangi risiko kanker ovarium," kata dokter sub-spesialis Obstetri dan Ginekologi Onkologi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof. dr. Andrijono pada peluncuran kampanye 'OvaCheck-Kenali Kanker Ovarium' di Jakarta, Jumat (8/5/2015).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa ovulasi merupakan salah satu pemicu terjadinya peradangan dalam organ resproduksi perempuan. Peradangan inilah yang dalam jangka panjang dapat memicu kanker ovarium.

Namun dengan mengonsumi pil KB, lanjut Prof Andrijono, perempuan akan terhindar dari peradangan karena jenis kontrasepsi ini mengurangi atau bahkan mencegah terjadinya ovulasi.

"Efek melindungi mungkin terjadi karena wanita yang minum pil KB tidak akan menghasilkan telur. Proses normal melepaskan telur akan memicu kerusakan sel dan perbaikan yang meningkatkan risiko perkembangan tumor," imbuhnya.

Namun, Prof Andrijono mengingatkan bahwa konsumsi kontrasepsi oral ini juga bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.

"Jadi sebatasnya saja memiliki anak. Intinya ovulasi itu memicu peradangan yang dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker ovarium," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Pil KB Bikin Otak Menyusut

Studi: Pil KB Bikin Otak Menyusut

Health | Rabu, 15 April 2015 | 15:36 WIB

Efek Pil KB yang Belum Banyak Diketahui

Efek Pil KB yang Belum Banyak Diketahui

Lifestyle | Sabtu, 22 November 2014 | 07:33 WIB

Dua Negara Ini Incar Pil KB Lelaki Buatan Unair

Dua Negara Ini Incar Pil KB Lelaki Buatan Unair

Tekno | Senin, 10 November 2014 | 07:25 WIB

Pil KB Lelaki Masih Uji Klinis

Pil KB Lelaki Masih Uji Klinis

Health | Selasa, 04 November 2014 | 15:35 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB