Komnas PT: Asap Rokok Bencana Kesehatan Indonesia

Ririn Indriani

Senin, 01 Juni 2015 | 09:35 WIB
Komnas PT: Asap Rokok Bencana Kesehatan Indonesia
Ilustrasi puntung rokok. [Shutterstock]

Suara.com - Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT) menyatakan tingginya angka perokok pasif akibat paparan asap rokok orang lain merupakan bencana kesehatan yang merugikan masyarakat di Indonesia.

Menurut siaran pers dari Komnas PT yang diterima di Jakarta, Senin (1/6/2015), tingkat kepatuhan masyarakat maupun pengelola kawasan dalam menerapkan kawasan tanpa rokok (KTR) yang masih rendah membuat korban paparan asap rokok orang lain makin bertambah.

Mengutip data Survei Tembakau Dewasa Global (GATS) 2011, Komnas PT menyebutkan 67 persen laki-laki dewasa di Indonesia merupakan perokok aktif dan lebih dari 85 persen atau 44 juta jiwa orang dewasa terpapar asap rokok orang lain di tempat umum.

Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2001, lebih dari 97 juta orang Indonesia tanpa sadar menjadi perokok pasif. Padahal, perokok pasif harus menanggung biaya yang tidak sedikit hanya karena paparan asap rokok orang lain.

Oleh karena itu, Komnas PT mengapresiasi pengelola kawasan yang berkomitmen dalam menerapkan KTR, seperti Lotte Shopping Avenue yang mendeklarasikan kepatuhannya bertepatan dengan Hari Tanpa Tembakau Sedunia pada hari Minggu (31/5/2015).

Penerapan KTR telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

"Komitmen ini diharapkan dapat diikuti oleh lapisan masyarakat dan instansi lain dalam mengatasi tingginya angka perokok pasif di Indonesia, khususnya di kalangan anak-anak," kata Ketua Umum Komnas PT dr. Prijo Sidipratomo.

Menurut Prijo, penegakan KTR di tempat-tempat umum dapat menjamin terpenuhinya hak hidup, tidak hanya bagi perokok pasif, tetapi juga bagi perokok aktif, pemerintah dan sektor swasta atau pemilik usaha.

"Kawasan tanpa rokok 100 persen tidak hanya menjaga hak kesehatan dan udara bersih dari perokok pasif, tetapi juga membantu menurunkan konsumsi pada perokok aktif dan membantu perokok yang ingin berhenti dari kecanduan," tuturnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hari Bebas Tembakau Sedunia, Ini Harapan Sebagian Masyarakat

Hari Bebas Tembakau Sedunia, Ini Harapan Sebagian Masyarakat

Health | Minggu, 31 Mei 2015 | 14:47 WIB

Beijing Siapkan Denda Besar buat Perokok di Tempat Publik

Beijing Siapkan Denda Besar buat Perokok di Tempat Publik

News | Minggu, 31 Mei 2015 | 13:12 WIB

Hari Tanpa Tembakau,  Jangan Merokok di Tempat Umum

Hari Tanpa Tembakau, Jangan Merokok di Tempat Umum

News | Minggu, 31 Mei 2015 | 11:52 WIB

Perokok Aktif di Indonesia 57 Juta Lebih

Perokok Aktif di Indonesia 57 Juta Lebih

Health | Kamis, 28 Mei 2015 | 18:56 WIB

Terkini

Fadly Padi Ajak Makassar Bernyanyi untuk NTT Lewat Sound of Humanity

Fadly Padi Ajak Makassar Bernyanyi untuk NTT Lewat Sound of Humanity

News | Kamis, 03 September 2026 | 11:41 WIB

Dieng Punya Harta Karun Sejarah, Dua Peninggalan Dibidik Jadi Cagar Budaya Nasional

Dieng Punya Harta Karun Sejarah, Dua Peninggalan Dibidik Jadi Cagar Budaya Nasional

Jawa Tengah | Kamis, 03 September 2026 | 11:39 WIB

Mobil Termurah Indonesia Mulai 140 Jutaan: Mending Suzuki S-Presso atau Daihatsu Ayla?

Mobil Termurah Indonesia Mulai 140 Jutaan: Mending Suzuki S-Presso atau Daihatsu Ayla?

Otomotif | Kamis, 03 September 2026 | 11:35 WIB

Apa Penyebab Rem Hidrolik Sepeda Gunung Blong? Ini 8 Cara Bleeding

Apa Penyebab Rem Hidrolik Sepeda Gunung Blong? Ini 8 Cara Bleeding

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 11:35 WIB

Brantas Abipraya Fokus Jadi Kontraktor, 29 Anak Usaha Dibubarkan

Brantas Abipraya Fokus Jadi Kontraktor, 29 Anak Usaha Dibubarkan

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 11:34 WIB

Keracunan Terus Terjadi, Evaluasi MBG Saat Libur Sekolah Dinilai Gagal Total

Keracunan Terus Terjadi, Evaluasi MBG Saat Libur Sekolah Dinilai Gagal Total

News | Kamis, 03 September 2026 | 11:32 WIB

Harga New Balance 530 Termurah Berapa? Intip Perbandingannya di Berbagai Toko Resmi Ini

Harga New Balance 530 Termurah Berapa? Intip Perbandingannya di Berbagai Toko Resmi Ini

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 11:31 WIB

Sambut Kampanye Belanja Akhir Tahun, Shopee dan Anteraja Bekali Puluhan Pelaku UMKM Strategi Promosi

Sambut Kampanye Belanja Akhir Tahun, Shopee dan Anteraja Bekali Puluhan Pelaku UMKM Strategi Promosi

News | Kamis, 03 September 2026 | 11:31 WIB

Review Serial X-Men '97 Season 2: Sebuah Aksi Pertarungan Epik Lintas Waktu

Review Serial X-Men '97 Season 2: Sebuah Aksi Pertarungan Epik Lintas Waktu

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 11:30 WIB

Fabio Quartararo Dilarang Ikut Uji Coba Motor Yamaha, Sudah jadi Musuh?

Fabio Quartararo Dilarang Ikut Uji Coba Motor Yamaha, Sudah jadi Musuh?

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 11:29 WIB

×