Harga Darah di Makassar Naik 20 Persen

Liberty Jemadu

Senin, 29 Juni 2015 | 07:21 WIB
Harga Darah di Makassar Naik 20 Persen
Ilustrasi kantung darah (Shutterstock).

Suara.com - Palang Merah Indonesia Kota Makassar, Sulawesi Selatan terpaksa menaikkan harga sekantong darah dari Rp250 ribu menjadi Rp325 ribu atau naik 20 persen dari harga normal.

"Kenaikan ini diakibatkan harga bahan habis pakai dan Regen atau zat kimia yang biasa digunakan sebagai pemisah darah naik mengikuti kurs dolar," kata Ketua PMI Makassar Syamsu Rizal di Makassar, Senin (29/6/2015).

Menurut dia kenaikan itu sudah sewajarnya mengingat harga sebelumnya Rp250 ribu sudah diberlakukan sejak empat tahun lalu sehingga bila harga itu masih dipakai maka talangan anggaran subsidi untuk sekantong darah semakin memmbengkak.

"Tiap kanntong darah itu ada subsidi pemerintah di dalamnya. Kalau dibandingkan dengan provinsi lain, harga perkantong darah Rp360 ribu, kalau di Makassar saya minta di bawah dari itu Rp325 ribu itu sudah sangat pas," ujarnya.

Wakil Wali Kota Makassar ini menyebutkan, harga sebenarnya untuk satu kantong darah steril setelah diakukan pengolahan Rp450 ribu perkantong, Tentu saja ini memberatkan masyarakat makanya disubsidi anggarannya dari APBN dan APBD.

"Sudah ada aturan dalam Undang-undang dan SK Kemenkes mengenai kenaikan harga hingga batas maksimum hingga Rp399 ribu. Kenaikan itu dipicu bahan habis pakai, termasuk komponen bahan dan regen atau zat yang memisahkan bibit penyakit seperti Hepatitis B,C, Spilis, maupun HIV AIDS," sebutnya.

Sementara Direktur UDD PMI Makassar. dr. Sukmawati mengatakan pihaknya harus menaikkan harga darah untuk menutupi biaya operasional serta pengolahan darah untuk di sterilkan guna digunakan orang yang membutuhkan.

Kenaikan itu atas perhitungan penyesuaian harga bahan habis pakai dan komponen pendukung guna pemisahan darah yang mengadung bahan didatangkan dari luar Indonesia.

"Jadi maksudnya ada bahan habis pakai dan zat kimia pemisah bibit darah itu barang impor jadi harus menyesuaikan kurs dolar dan bukan bahan lokal yang dipakai," bebernya.

Menurut dia kenaikan tersebut berdasarkan hasil kajian sejak 2009 hingga 2014 hingga mencapai batas kenaikan maksimum Rp360 ribu guna pengelolaan darah untuk dijadikan lebih steril.

"Jadi yang diberlakukan kepada masyakat di Makassar itu Rp325 dengan harapan akan disubsidi dari APBN dan APBD. Selain itu sudah menjadi instruksi Ketua PMI Makassar agar harga darah tidak membebani masyarakat. Lagi pula Makassar, di Sulsel paling murah dibanding provinsi lainnya," ulas dia.

Berdasarkan edaran Menteri Kesehatan nomor HK/MENKES/31/1/2014 tentang Pelaksanaan Standar Tarif Pelayanan Kesehatan. Dalam surat edaran tersebut disebutkan tarif standar satu kantong darah maksimal Rp360 ribu.

Secara terpisah Kepala Logistik PMI Makassar, Syukur, mengungkapkan ketersediaan stok darah di PMI Makassar diperkirakan masih akan bertahan selama satu pekan depan. Untuk jumlah pendonor relatif antara 150-250 orang perhari, sedangkan perbulan mencapai rata-rata empat ribuan. Sementara stok trombisit masih ada seribuan kantong.

"Jumlah ini sifatnya fluktuatif dan sulit di prediksi mengingat jumlah pendonor pun semakin menurun sejak ramadhan. Namun selain di UDD PMI Makassar kami juga membuka lokasi donor darah di berbagi tempat seperti Mal, dan rumah ibadah," katanya.  (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Keren, di Negara Ini Pendonor Dikirim SMS Setiap Selamatkan Nyawa

Keren, di Negara Ini Pendonor Dikirim SMS Setiap Selamatkan Nyawa

News | Selasa, 23 Juni 2015 | 06:53 WIB

Rutin Kumpulkan Darah, Persediaan di PMI Bali Aman

Rutin Kumpulkan Darah, Persediaan di PMI Bali Aman

Health | Kamis, 28 Mei 2015 | 01:55 WIB

PMI Bekasi Kekurangan Stok Darah A

PMI Bekasi Kekurangan Stok Darah A

News | Sabtu, 04 April 2015 | 16:05 WIB

Donor Darah 25 Kota

Donor Darah 25 Kota

Foto | Minggu, 29 Maret 2015 | 13:47 WIB

JK: Terima Kasih sudah Donor Darah

JK: Terima Kasih sudah Donor Darah

News | Minggu, 29 Maret 2015 | 12:47 WIB

JK: Donor Darah Artinya Bebas Sifilis

JK: Donor Darah Artinya Bebas Sifilis

Health | Minggu, 29 Maret 2015 | 11:45 WIB

Ormas Sayap PDIP Bantah Donor Darah Bermotif Kampanye Partai

Ormas Sayap PDIP Bantah Donor Darah Bermotif Kampanye Partai

News | Minggu, 29 Maret 2015 | 11:32 WIB

Donor Darah TMP Pecahkan Rekor Muri

Donor Darah TMP Pecahkan Rekor Muri

Health | Minggu, 29 Maret 2015 | 10:46 WIB

Serentak, Belasan Ribu Warga Indonesia Donorkan Darah

Serentak, Belasan Ribu Warga Indonesia Donorkan Darah

Health | Minggu, 29 Maret 2015 | 10:17 WIB

AS Akan Bolehkan Kaum Gay Donorkan Darah

AS Akan Bolehkan Kaum Gay Donorkan Darah

Health | Jum'at, 02 Januari 2015 | 20:00 WIB

Terkini

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:34 WIB

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:12 WIB

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:33 WIB

×