Bayi Lahir Kebiruan, Waspadai Penyakit Jantung Bawaan

Arsito Hidayatullah, Firsta Nodia

Rabu, 28 Oktober 2015 | 06:52 WIB
Bayi Lahir Kebiruan, Waspadai Penyakit Jantung Bawaan
Ilustrasi bayi yang baru lahir. (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan pada jantung yang dialami anak sejak lahir. Di Indonesia, 9 dari 1.000 bayi yang lahir diduga menderita penyakit ini.

Tak hanya menyebabkan kematian jika tak tertangani dengan baik, penyakit jantung bawaan juga menimbulkan beban ekonomi dan psikologis yang berat bagi keluarga. Lantas, apa yang menyebabkan penyakit jantung bawaan?

Menurut dokter spesialis jantung, Siloam Heart Institute, Prof dr Ganesja Harimurti, penyakit jantung bawaan terjadi akibat gangguan proses pembentukan embrio, terutama pada bulan pertama kehamilan. Saat itu terjadi fase pembentukan jantung. Bila saat itu mengalami gangguan, maka bisa dipastikan anak mengalami penyakit jantung bawaan.

"Penyebab pastinya belum diketahui. Yang jelas faktor risiko bisa saja saat kehamilan, ibunya terpapar asap rokok, sinar radiasi saat rontgen, atau mengonsumsi obat-obatan penenang saat hamil. Selain itu usia kehamilan yang relatif tua dan infeksi virus Toksoplasma, rubella, dan campak Jerman juga dapat memicu penyakit jantung bawaan," ujarnya pada temu media di Siloam Heart Institute Jakarta, Selasa (27/10/2015).

Salah satu gejala yang biasa ditemukan pada anak yang mengalami penyakit jantung bawaan adalah warna biru pada sisi mukosa atau bagian dalam bibir. Biasanya akan terlihat jelas ketika bayi menangis.

"Mulai dari bibir, lidah, dan juga kuku juga terlihat jelas berwarna biru," imbuhnya.

Ditambahkan Prof Garnesja, warna biru terjadi karena bercampurnya darah kotor dan darah bersih akibat struktur jantung yang tidak sempurna, seperti sekat bilik maupun serambi jantung yang berlubang.

"Darah yang tidak mengandung oksigen masuk dan dibawa ke seluruh tubuh sehingga bayi menjadi kurang oksigen san membiru" imbuhnya.

Bayi yang mengalami penyakit jantung bawaan juga biasanya tidak kuat menyusu sehingga berat badan kurang dan tumbuh kembangnya terganggu.

“Pengobatannya bisa dengan operasi dan non operasi. Nanti lubang pada jantungnya ditutup. Tapi tindakan tergantung dari jenis kelainannya," pungkasnya.

Hingga dua tahun terakhir, Siloam Heart Institute telah melakukan tindakan operasi bedah jantung bawaan pada anak sebanyak 47 kasus. Sejak 1 Oktober lalu, RS Siloam Kebon Jeruk telah menerima rujukan bagi pasien BPJS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hamil di Usia Tua Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung Bawaan

Hamil di Usia Tua Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung Bawaan

Health | Selasa, 27 Oktober 2015 | 21:27 WIB

Hanya Ada 105 Orang Ahli Bedah Jantung di Indonesia

Hanya Ada 105 Orang Ahli Bedah Jantung di Indonesia

Health | Selasa, 27 Oktober 2015 | 20:25 WIB

Studi: Jus Cranberry Menyehatkan Jantung

Studi: Jus Cranberry Menyehatkan Jantung

Health | Kamis, 15 Oktober 2015 | 06:47 WIB

Ini Penyebab Tubuh Bayi Membiru

Ini Penyebab Tubuh Bayi Membiru

Health | Selasa, 13 Oktober 2015 | 16:59 WIB

Terkini

Jangan Telan Mentah-Mentah! Ini Alasan Video Jurnalisme Warga Tetap Butuh Verifikasi

Jangan Telan Mentah-Mentah! Ini Alasan Video Jurnalisme Warga Tetap Butuh Verifikasi

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 06:05 WIB

BRI Sosialisasikan QRIS kepada Pedagang Pasar Kranggan Yogyakarta, Dorong Transaksi Nontunai

BRI Sosialisasikan QRIS kepada Pedagang Pasar Kranggan Yogyakarta, Dorong Transaksi Nontunai

Bri | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 04:38 WIB

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

Sumut | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:07 WIB

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Surakarta | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:43 WIB

×