Hati-hati, Perubahan pada Kuku Tanda Adanya Penyakit

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Selasa, 17 November 2015 | 06:56 WIB
Hati-hati, Perubahan pada Kuku Tanda Adanya Penyakit
Ilustrasi kuku. (Shutterstock)

Suara.com - Pernahkah Anda mengalami perubahan bentuk kuku tanpa diketahui sebabnya? Perubahan yang terjadi pada kuku tersebut ternyata bisa mengisyaratkan kondisi kesehatan seseorang.

Apabila ada perubahan yang sangat tidak biasa pada kuku, segera konsultasikan ke dokter, karena beberapa penyakit serius menunjukkan gejalanya melalui kuku Anda.

Berikut, beberapa perubahan pada kuku yang harus Anda waspadai, seperti dilansit Boldsky.

1. Permukaan kuku ke arah dalam
Perubahan yang membentuk lubang berupa garis ini menandakan terjadi penurunan aliran darah ke arah kuku, kekurangan zat seng pada tubuh, dan bisa saja ada bakteri yang menyebabkan seseorang sering mengalami demam. Selain itu, bentuk kuku ini juga bisa diakibatkan oleh suhu dingin dan kemoterapi.

2. Kuku rapuh atau mudah hancur
Kuku rapuh biasanya disebabkan oleh keseringan mencuci menggunakan tangan. Hal ini juga bisa disebabkan oleh penuaan usia. Namun, hal lain yang bisa terjadi adalah infeksi jamur kuku. Kondisi ini secara medis disebut sebagai Lichen planus. Gejala ini termasuk ruam yang terbentuk pada kulit dan mulut yang menyebabkan gatal-gatal. Kuku rapuh juga dapat menunjukan penyakit tiroid (hipotiroidisme) dan arthritis.

3. Kuku lebam
Kondisi seperti ini bisa saja dialami karena keturunan. Namun, jika terjadi secara tiba-tiba, maka kemungkinannya adalah terjadi penurunan tingkat oksigen dalam darah, penyakit jantung, hati dan bahkan AIDS.

4. Garis putih
Garis atau bintik-bintik pada kuku normal terjadi. Namun, itu bisa menjadi tanda dari rendahnya tingkat protein, kekurangan gizi atau menandakan penyakit hati.

5. Warna kuku menguning dan pucat
Hal ini normal untuk Anda yang suka memakai cat kuku. Namun, selain itu kuku kuning juga bisa menjadi tanda penyakit hati dan penyakit kuning. Infeksi saluran pernapasan juga dapat menyebabkan kuku menjadi pucat.

6. Garis hitam (lurus ke bawah)
Kondisi ini sangat berbahaya, dalam beberapa kasus, dapat menunjukkan jenis kanker kulit yang mempengaruhi kuku.

7. Garis atau bintik merah atau coklat
Dalam beberapa kasus hal ini terjadi pada kuku bila kuku mengalami cedera yang menyebabkan kuku radang. Namun, bila tidak ada sebab maka bentuk kuku ini bisa saja menandakan penyakit yang berbahaya.

8. Kuku seperti mau lepas
Dalam kondisi ini, kuku menjadi longgar dan bahkan dapat terpisah dari jari. Hal ini mungkin disebabkan karena penyakit tiroid, gangguan sirkulasi darah, diabetes, reaksi alergi terhadap obat-obatan, dan lain-lain.

9. Ujung kuku melengkung
Ini juga disebut koilonychia dan dalam hal ini kuku terlihat cekung. Hal ini terjadi karena kekurangan zat besi atau anemia, penyakit hati atau jantung, aliran darah yang kurang lancar ke jari dan hipotiroidisme.

Jadi, mulai sekarang bila Anda melihat ada perubahan pada kuku seperti yang tealh diuraikan, jangan diabaikan ya. Segera konsultasi ke dokter untuk deteksi dini. Salam sehat!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kuku, Cermin Kondisi Kesehatan Anda

Kuku, Cermin Kondisi Kesehatan Anda

Health | Jum'at, 17 Oktober 2014 | 15:35 WIB

Terkini

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:44 WIB

×