Tiap Bulan Muncul 50 Pasien Baru HIV/AIDS di Surabaya

Ardi Mandiri | Suara.com

Rabu, 02 Desember 2015 | 01:12 WIB
Tiap Bulan Muncul 50 Pasien Baru HIV/AIDS di Surabaya
Ilustrasi HIV/AIDS. (Shutterstock)

Suara.com - Unit Perawatan Intermediet dan Penyakit Infeksi (UPIPI) RSUD dr Soetomo Surabaya menemukan 50 penderita HIV/AIDS per bulan, baik penderita baru maupun penderita lama yang baru diketahui.

"Selama tiga tahun ini, kami mendata sekitar 50 pasien HIV/AIDS yang ditemukan setiap bulan," kata Kepala UPIPI RSUD dr. Soetomo, Dr. Erwin Astha Triyono, SpPD, KPTI, FINASIM ketika ditemui di RSUD dr. Soetomo Surabaya, Selasa.

Data tersebut, menurut dia, sangat membantu tim medis mencegah penyebaran penyakit HIV/AIDS tersebut dengan intervensi pengobatan yang akan dilakukan oleh tim medis.

"Jika dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu, ketika ditemukan penderita HIV/AIDS, maka penderita akan dibiarkan saja dan hanya dijadikan data, sedangkan pada saat ini sudah ada pendampingan dari tim medis dan upaya penanganan pelayanan bagi mereka," ujarnya.

Ia mengatakan ada sekitar 1.780 pasien yang rutin berobat di UPIPI, sedangkan jumlah pengunjung setiap bulannya mencapai 2.000 orang, yakni 50 di antaranya adalah pasien anak-anak dan sisanya dewasa.

"Kebanyakan pasien berumur antara 20 hingga 30 tahun dari berbagai wilayah yang tersebari di Jatim, seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Jember, maupun Pasuruan," tuturnya.

Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), lanjutnya, akan mendapatkan pengobatan antiretroviral (ARV) yang bisa menurunkan beban epidemi pada masyarakat dengan memutus penularan HIV secara tepat, dengan syarat harus meminum secara teratur dan rutin.

"Dari pengalaman bertahun-tahun mendampingi, umumnya pasien setelah enam bulan rutin meminum ARV, maka virus dalam tubuhnya tidak terdeteksi lagi, namun masih ada virus yang tertidur. Pasien pun bisa menjalani aktivitas secara normal dengan syarat harus meminum obat ARV secara rutin," jelasnya.

Ia mengungkapkan pengobatan ARV memiliki lima macam yang bisa disesuaikan dengan pasien berupa pil, kapsul, atau tablet dengan berbagai anjuran minum obat, seperti diminum dua kali sehari, sekali dalam sehari, dan sebagainya.

"Sebenarnya jika ODHA mematuhi tiga aturan dokter yaitu minum ARV dengan rutin yang diberikan setiap bulan secara gratis di UPIPI, menjaga pola makan dengan baik, serta selalu optimistis, karena kondisi psikologis menjadi kunci pemulihannya," paparnya.

Ia berharap agar persepsi masyarakat yang menganggap bahwa penyakit HIV/AIDS adalah penyakit yang menakutkan itu bisa diubah, karena penyakit HIV/AIDS tidak berbeda dengan penyakit diabetes.

"HIV/AIDS itu dikarenakan seks bebas dan penggunaan suntik narkoba, sedangkan diabetes bisa disebabkan pola makan atau gaya hidup. Menata gaya hidup itulah yang saya kira masih sulit di masyarakat karena terbukti perusahaan waralaba makanan junk food masih beredar dan dinikmati banyak orang," tandasnya.

Sementara itu, untuk menanggulangi berbagai jenis penyakit infeksi menular, pihak Universitas Airlangga (Unair) Surabaya telah menyediakan Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) di Kawasan kampus C Unair Surabaya untuk merawat penderita HIV/AIDS secara khusus.

Direktur Utama RSKI Unair, Prof Dr dr Boerhan Hidayat, mengatakan RSKI akan dikhususkan bagi penderita HIV/AIDS dengan mendapatkan ruang perawatan yang khusus dan tidak dipungut biaya, sehingga tidak akan sampai terjadi penularan.

"Apalagi, jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia saat ini yang terbanyak adalah Jakarta, Jawa Timur, Papua, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Ambon," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Penyebab Perempuan Terinfeksi HIV Terus Meningkat

Ini Penyebab Perempuan Terinfeksi HIV Terus Meningkat

Health | Selasa, 01 Desember 2015 | 15:22 WIB

Meski Konsumsi ARV, Penderita HIV Rentan Penyakit Degeneratif

Meski Konsumsi ARV, Penderita HIV Rentan Penyakit Degeneratif

Health | Selasa, 01 Desember 2015 | 08:45 WIB

Ibu dengan HIV/AIDS Bisa Susui Bayinya, Asal ...

Ibu dengan HIV/AIDS Bisa Susui Bayinya, Asal ...

Health | Senin, 30 November 2015 | 19:10 WIB

PBB: Aplikasi Kencan Mobile Picu Ledakan Pengidap HIV di Asia

PBB: Aplikasi Kencan Mobile Picu Ledakan Pengidap HIV di Asia

Tekno | Senin, 30 November 2015 | 15:22 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB