Penyakit Ini Intai Anda yang Sering Kerja Lembur

Ririn Indriani

Sabtu, 09 April 2016 | 14:35 WIB
Penyakit Ini Intai Anda yang Sering Kerja Lembur
Ilustrasi kerja lembur. (Shutterstock)

Suara.com - Tuntutan hidup yang semakin tinggi membuat orang banyak menghabiskan waktunya di kantor. Semua itu dilakukan tak hanya demi pemenuhan materi, tetapi prestasi dalam kariernya.  

Inilah yang membuat mereka berlama-lama di kantor hingga larut malam alias kerja lembur. Bila kondisi ini sering terjadi, tentu saja tubuh akan kelelahan sehingga daya tahan pun menurun.

Nah, bila daya tahan tubuh menurun, maka berbagai penyakit pun rentan dialami. Dan, salah satu penyakit yang berisiko dialami oleh orang-orang yang sering kerja lembur adalah penyakit yang berkaitan dengan jantung.

Sebuah studi terkini mengungkapkan bahwa bekerja lebih dari 45 jam tiap minggunya dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Kesimpulan ini didapat setelah para peneliti menganalisis data dari 1.900 partisipan untuk meneliti lebih akurat tentang korelasi antara jam kerja dan kesehatan jantung.

Semua partisipan dalam studi yang dipublikasikan di Journal of Occupational and Environmental Medicine adalah pekerja yang sudah bekerja penuh selama paling tidak 10 tahun.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menemukan bahwa risiko penyakit jantung naik secara progresif jika mereka bekerja overtime. Partisipan yang bekerja 55 jam per minggu selama 10 tahun, punya 16 persen risiko penyakit jantung lebih tinggi daripada mereka yang bekerja 45 jam per minggu. Sedangkan mereka yang bekerja 60 jam per hari, punya 35 persen risiko lebih tinggi.

Pada penelitian sebelumnya memang telah dibuktikan bahwa jam kerja berkaitan dengan risiko penyakit jantung. Namun penelitian ini mengungkapkan detail berapa jam dalam setiap minggunya seseorang bisa bertambah risikonya penyakit jantungnya.

Tak hanya penyakit jantung, penemuan lain juga mengungkapkan bahwa bekerja melebihi waktu normal dapat meningkatkan risiko stroke.
Studi lain juga pernah menemukan bahwa seseorang yang bekerja 70 jam, memiliki produktifitas yang tidak lebih dari mereka yang bekerja 55 jam, dengan energi, fokus, dan suasana hati yang jauh lebih terkuras.

Berbagai penemuan ini membuktikan bahwa bekerja melebihi jam kerja selain tak menyehatkan, juga justru membuat Anda tidak lebih produktif. (Huffington Post)



Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Bekerja 55 Jam Per Minggu Berisiko Diabetes Tipe 2

Studi: Bekerja 55 Jam Per Minggu Berisiko Diabetes Tipe 2

Health | Kamis, 25 September 2014 | 19:33 WIB

Jam Kerja yang Panjang Membahayakan Jantung

Jam Kerja yang Panjang Membahayakan Jantung

Health | Rabu, 17 September 2014 | 18:25 WIB

Tetap Bugar Saat Harus Kerja Lembur

Tetap Bugar Saat Harus Kerja Lembur

Health | Senin, 19 Mei 2014 | 11:28 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×