Awas, Gadget Bisa 'Meracuni' Tumbuh Kembang si Kecil

Kamis, 28 April 2016 | 21:11 WIB
Awas, Gadget Bisa 'Meracuni' Tumbuh Kembang si Kecil
Ilustrasi anak-anak bermain gadget. (Shutterstock)

Suara.com - Perkembangan teknologi memaksa masyarakat untuk tak bisa lepas dengan gadget. Tak hanya membayangi orang dewasa, virus ketergantungan terhadap gadget juga dialami anak-anak bahkan balita saat ini.

Kebiasaan orangtua yang selalu asyik dengan gadgetnya akhirnya ditiru oleh buah hati. Dengan alasan agar anak tak menangis, sebagian orangtua memilih membiarkan anak-anaknya  bermain gadget.

Padahal menurut dokter spesialis anak dari RSIA Bunda Jakarta, I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, gadget adalah racun yang bisa menghambat setiap fase tumbuh kembang bayi.

"Saya menyebutnya sebagai racun, karena gadget menghilangkan tahap interaksi bayi, sosialisasi bayi dan senyum sosialnya hilang. Tahapan ngocehnya hilang, eksplorasinya hilang karena dia sudah asyik dengan gadget," ujar dokter yang akrab disapa Tiwi ini pada Parenting Class di RSIA Bunda Jakarta, Kamis (28/4/2016).

Tanda balita yang sudah terpapar virus gadget, tambah dokter Tiwi, adalah cenderung diam. Padahal pada fase tersebut anak yang normal cenderung lincah, aktif, dan memiliki keinginan tinggi untuk mengeksplorasi hal baru.

"Kalau diajak ngomong lalu bayi tersebut diam, berarti dia sudah terpapar gadget. Dan di sini orangtua harusnya mawas karena kalau dibiarkan bisa berpengaruh pada tumbuh kembang bayi," imbuhnya.

Namun bukan berarti ketergantungan balita pada gadget tidak bisa dihilangkan, ia mengatakan bahwa jika akses terhadap gadget dihentikan maka anak bisa kembali normal dari efek kecanduan gadget.

"Kalau dihilangkan kebiasaan menggunakan gadget selama 1-2 bulan, anak bisa normal kembali. Tapi saya sarankan kalau punya anak di bawah usia dua tahun jangan dibiasakan untuk menonton TV atau diberi tablet untuk diam karena motoriknya jadi tidak terasah," tambahnya.

Meski gadget juga memiliki beragam fitur untuk mengasah fungsi otak anak, Tiwi menekankan bahwa hanya kemampuan kognitif anak yang terangsang dengan penggunaan gadget.

"Padahal dasar perkembangan anak adalah kemampuan motorik kasar atau halus, interaksi sosial, bahasa dan bicara yang jika dilakukan sejak usia awal maka otak anak akan terstimulasi dengan baik," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI