Hati-hati, Menyeruput Kopi Panas Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 16 Juni 2016 | 13:00 WIB
Hati-hati, Menyeruput Kopi Panas Bisa Tingkatkan Risiko Kanker
Ilustrasi secangkir kopi panas. (Shutterstock)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak mendapatkan cukup bukti bahwa kopi merupakan bahan karsinogenik yang dapat memicu kanker.

Namun, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker atau IARC seperti dilansir Foxnews menegaskan bahwa minum kopi dalam suhu yang terlalu panas bisa meningkatkan risiko kanker. Tak hanya itu, IARC juga menyoroti jenis minuman lainnya seperti teh atau cokelat yang biasa diseduh dalam suhu yang mendidih.

Dana Loomis, wakil ketua IARC mengatakan, belakangan ini pihaknya melihat tingginya angka kejadian terserang kanker di negara-negara yang gemar mengonsumsi minuman yang sangat panas.

Ia mengatakan bahwa pada suhu 60 derajat celcius, minuman panas dapat memanaskan kulit dan dalam temperatur yang tinggi bisa lebih berbahaya.

Loomis mengatakan minuman yang sangat panas dapat menyebabkan "cedera termal" di tenggorokan yang pada gilirannya bisa memicu pertumbuhan tumor, meski dalam kasus yang kecil.

Para ahli lainnya mengatakan bahwa orang harus tetap fokus pada penyebab utama kanker termasuk pada kanker kerongkongan, selain harus menunggu minuman yang akan ditenggaknya berubah menjadi dingin.

"Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol jauh lebih signifikan untuk mengurangi risiko kanker daripada menunggu suhu minuman yang Anda minum menurun," kata Dr Otis Brawley, kepala medis dari American Cancer Society.

Brawley mengatakan risiko kanker yang ditimbulkan oleh menenggak minuman panas mirip dengan efek yang ditimbulkan dari konsumsi sayuran acar.

"Tidak terlalu signifiikan," pungkas Brawley.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Minum Kopi Berlebihan, Ini Dampak Buruknya bagi Lelaki

Minum Kopi Berlebihan, Ini Dampak Buruknya bagi Lelaki

Lifestyle | Selasa, 25 Februari 2014 | 18:07 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB