Bubuk Ini Bisa Ubah Air Kotor Jadi Layak Minum

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Jum'at, 19 Agustus 2016 | 14:14 WIB
Bubuk Ini Bisa Ubah Air Kotor Jadi Layak Minum
Temu media 'P&G Berbagi Air Bersih' di Jakarta, Jumat (19/8/2016). (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Ketersediaan air bersih masih menjadi masalah di Indonesia. Survei membuktikan bahwa 56 persen penduduk Indonesia masih kesulitan mendapatkan air bersih.

Padahal air merupakan kebutuhan pokok yang diperlukan manusia untuk menjalani kehidupan sehari-hari. David Andre Ardhani selaku Direktur NRD Wahana Visi Indonesia menceritakan kondisi masyarakat di Kalimantan Barat yang terkenal dengan julukan 1000 sungai, tapi sangat sulit mendapatkan air bersih.

"Masyarakat di sana sudah bertahun-tahun mengonsumsi air hujan, sungai, atau air permukaan yang tercemar sehingga tingkat kematian balita dan angka kejadian penyakit gagal ginjal sangat tinggi. Mereka nggak sadar bahwa penyakit itu datang dari pola konsumsi air yang kurang bersih karena ketersediaan yang terbatas," ujar David pada temu media 'P&G Berbagi Air Bersih' di Jakarta, Jumat (19/8/2016).

Untuk turut serta menyediakan air layak konsumsi bagi masyarakat Kalimantan Barat, perusahaan multinasional Procter & Gamble (P&G) menyelenggarakan program 'Children's Safe Drinking Water (CSDW) dengan membagikan bubuk 'Purifier of Water' yang mampu mengubah air kotor menjadi air layak konsumsi.

Corporate Communication Manager P&G Indonesia, Stephan Sinisuka mengatakan bahwa satu sachet bubuk ini mampu memurnikan air kotor sebanyak 10 liter yang bisa langsung dikonsumsi.

"Air kotor yang sedimentasi tanahnya tinggi atau tercemar kotoran hewan bisa dimurnikan dengan bubuk ini. Zat-zat yang mencemari nanti akan diikat oleh bubuk sehingga mengendap di dasar air," imbuhnya.

Bahkan Stephan menjamin bahwa kuman, bakteri dan virus yang terdapat dalam air yang kotor bisa dibasmi dengan bubuk yang mengandung senyawa Iron Sulphate dan Calcium Hypochlorite. Namun dengan kehebatan yang ditawarkan bubuk ini, Stephan mengatakan bahwa produknya itu tidak dijual.

"Jadi memang kami menyediakan produk ini sangat terbatas dan biasanya digunakan untuk kegiatan sosial demi mendukung ketersediaan air bersih di negara-negara yang sulit akses air bersih. Di Indonesia produk ini sudah dipakai sejak kejadian Tsunami di Aceh pada 2004 lalu," tambahnya.

Tahun ini P&G bekerja sama dengan Wahana Visi dan Indomaret kembali mendukung program penyediaan air bersih untuk masyarakat Sekadau di Kalimantan Barat.

Program ini berlangsung sejak 1 Agustus-30 September yang menargetkan ketersediaan air bersih layak konsumsi sebanyak 9 juta liter yang dihimpun dari setiap pembelian produk P&G di Indomaret.




Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Peduli Air Bersih Untuk NTT

Peduli Air Bersih Untuk NTT

Press Release | Sabtu, 16 April 2016 | 15:52 WIB

Di Negara Ini Anda Harus Habiskan Separuh Gaji untuk Air Bersih

Di Negara Ini Anda Harus Habiskan Separuh Gaji untuk Air Bersih

Tekno | Selasa, 22 Maret 2016 | 10:04 WIB

Mencari Air Bersih di Jakarta

Mencari Air Bersih di Jakarta

News | Selasa, 22 Maret 2016 | 07:09 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB