Tentang Lupus, Penyakit yang Diidap Selena Gomez

Ririn Indriani

Jum'at, 02 September 2016 | 10:05 WIB
Tentang Lupus, Penyakit yang Diidap Selena Gomez
Selena Gomez tampil di Prudential Center, New Jersey, Amerika Serikat, pada 20 Oktober 2015 (shutterstock]

Suara.com - Anda tentu mengenal Toni Braxton, pelantun lagu Unbreak My Heart. Baru-baru ini beredar kabar ia masuk rumah sakit karena penyakit lupus. Ini bukanlah pertama kali, pada 2012, dia pernah dirawat di rumah sakit di Los Angeles karena penyakitnya itu.

Selain Braxton, penyanyi muda kenamaan Selena Gomez pun dikabarkan menderita penyakit yang sama. Akibat penyakit Lupus, mantan kekasih Justin Bieber itu dikabarkan cuti dari panggung hiburan.

Lupus memang penyakit yang hampir 90 persen diderita oleh peremouan dan sebagiannya mendapat gejala pertama waktu mereka masih anak-anak, demikian data dari American Lupus Foundation.

Lupus itu sendiri, adalah penyakit kronis di mana sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan dan menyerang jaringan normal di dalam tubuh, seperti sendi, kulit, ginjal, sel-sel darah dan jantung dan paru-paru. Ada berbagai jenis lupus dan gejalanya berbeda-beda pada tiap orang. Misalnya, bekas luka di wajah penyanyi Seal diduga dari jenis lupus yang hanya mempengaruhi kulit.

Menurut Sasha R. Bernatsky, MD, Ph.D., M.Sc., asisten profesor kedokteran di Rumah Sakit Royal Victoria di Ontario, Kanada dan anggota dari American Lupus Foundation, "Gejala lupus muncul kadang-kadang tanpa alasan yang dapat diidentifikasi. Beberapa pasien lupus percaya bahwa stres memperburuk gejala mereka. Banyak dokter menganggap bahwa infeksi bisa berkontribusi untuk memicu sebuah gejala lupus. Sistem kekebalan tubuh adalah senjata untuk melawan infeksi, tanpa pandang bulu juga menyebabkan lupus menjadi lebih aktif."

Kehamilan dan berhenti minum obat juga dapat memicu kekambuhan. "Rawat inap untuk lupus mungkin diperlukan dalam beberapa kasus gangguan ginjal yang parah atau jika penyakit ini mempengaruhi jantung dan paru-paru."

Sampai saat ini, seperti dilansir Meet Doctor setelah ditinjau dr Adnan Yusuf, belum diketahui secara pasti apa penyebab lupus. Para ahli percaya, kombinasi antara genetik dan lingkungan berperan kuat.

Tidak ada pemeriksaan tunggal untuk menegakkan diagnosa lupus. Tapi, tes darah yang menunjukkan keberadaan antibodi tertentu bisa dilakukan untuk mengindentifikasi adanya penayakit itu atau tidak.

Selain hasil tes darah positif, pasien juga harus memiliki manifestasi fisik pertanda lupus untuk bisa menegakkan diagnosis, seperti arthritis inflamasi, beberapa jenis ruam, atau masalah ginjal.

Tidak ada obat ajaib untuk lupus namun ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengelola penyakit ini dan menangkal komplikasi.

1. Minum obat secara teratur
Dokter sering meresepkan kortikosteroid, seperti prednison, metilprednisolon dan prednisolon. Obat-obat lain termasuk obat anti malaria (yang paling umum adalah obat yang disebut hydroxychloroquine), non-steroid anti-inflammatory (NSAID) atau obat antiradang nonsteroid, dan kadang-kadang obat jenis immuonosuppressive, seperti azathioprine, mycofenolate, dan methotrexate.

2. Gerakan tubuh Anda
"Untuk hampir semua pasien penyakit kronis, olahraga dapat menjadi faktor yang sangat penting untuk memenej kondisi kesehatan pribadi," kata Dr Bernatsky. Olahraga dapat membantu memerangi banyak masalah kesehatan yang pasien lupus hadapi, misalnya kelebihan berat badan, kelelahan, dan masalah dengan tekanan darah dan kolesterol tinggi.

3. Konsumsi vitamin
"Beberapa bukti menunjukkan bahwa vitamin mungkin memainkan peran dalam memengaruhi autoimunitas," kata Dr Bernatsky. Misalnya, kekurangan vitamin D dapat menghambat fungsi kekebalan tubuh, yang bisa sangat berbahaya bagi penderita lupus. Penelitian lain menemukan bahwa asam lemak omega-3 bisa membantu melawan peradangan kronis. Karena itu,  konsumsi minyak biji rami dan minyak ikan dengan dosis yang sesuai merupakan cara untuk tetap sehat bagi orang-orang yang sedang berjuang dengan penyakit autoimun seperti lupus.

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Selena Gomez Cuti Karena Direhabilitasi?

Selena Gomez Cuti Karena Direhabilitasi?

Entertainment | Kamis, 01 September 2016 | 12:54 WIB

Idap Penyakit Lupus, Selena Gomez Mundur dari Panggung Hiburan

Idap Penyakit Lupus, Selena Gomez Mundur dari Panggung Hiburan

Entertainment | Rabu, 31 Agustus 2016 | 14:14 WIB

Hari Lupus, Odapus Desak Pemerintah Sediakan Obat "Off Label"

Hari Lupus, Odapus Desak Pemerintah Sediakan Obat "Off Label"

Press Release | Minggu, 10 Mei 2015 | 21:45 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB