Suara.com - Gadget adalah inovasi di bidang teknologi yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia saat ini. Tua, muda, anak-anak hingga dewasa sudah akrab dengan penggunaan gadget.
Sebenarnya, tak ada yang salah dari inovasi terbaru ini. Namun penggunaan gadget yang berlebihan, menurut para ahli, dapat berdampak pada kondisi kesehatan mental seseorang.
Profesor psikiatri dari UCLA Semel Institute Amerika Serikat, dr Garry Small mengatakan, penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengganggu kemampuan seseorang dalam mengingat. Ia menyebut, fenomena ini sebagai Digital Demensia.
"Screen time atau berlebihan dalam menggunakan gadget dapat mempengaruhi fokus kita terhadap suatu hal. Nah ketika perhatiannya teralihkan dengan gadget, maka berdampak pada kinerja otak dalam mengingat informasi," ujar Prof Gary pada temu media peluncuran Survei Herbalife, Senin (10/10/2016).
Kinerja otak yang terpengaruh dalam penggunaan gadget ini, kata dia, antara lain kemampuan saat mempelajari informasi dan mengambilnya kembali dalam memori penyimpanan. Orang yang tergolong kecanduan gadget, menurut Prof Garry, akan mengalami hambatan dalam kedua hal ini.
"Karena terfokus dengan gadget, kita menjadi tidak bisa melihat gambaran yang lebih luas dari suatu informasi. Akibatnya tidak tersimpan dengan baik di otak yang membuat kita cepat lupa," tambah dia.
Selain kesulitan dalam mengingat, ia menambahkan, para penggila gadget juga cenderung sering mengalami kecemasan. Terlebih ketika menunggu notifikasi dari aplikasi percakapan yang terdapat pada telepon genggamnya tersebut.
"Kita tak bisa fokus saat menunggu notifikasi dari aplikasi chat. Akibatnya, otak memproduksi hormon stres yang membuat kita cemas. Dan tentu saja ini tak baik bagi kesehatan otak secara keseluruhan," pungkasnya.