Ini yang Terjadi Bila Tubuh Kelebihan Vitamin

Ririn Indriani | Suara.com

Rabu, 12 Oktober 2016 | 08:15 WIB
Ini yang Terjadi Bila Tubuh Kelebihan Vitamin
Ilustrasi suplemen dan vitamin. (Shutterstock)

Suara.com - Vitamin merupakan nutrisi berupa substansi organik yang tersedia di dalam berbagai bahan makanan dan tersedia secara khusus dalam bentuk suplemen.

Vitamin sangat diperlukan oleh tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi metabolisme, namun tubuh hanya membutuhkan dalam jumlah yang cukup saja.

Kelebihan kadar vitamin dalam tubuh akan menimbulkan efek toksik. Meskipun hal ini jarang terjadi, namun kelebihan kadar vitamin dalam tubuh dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan.

Apa itu hipervitaminosis?
Hipervitaminosis merupakan suatu istilah yang merujuk pada kadar abnormal vitamin yang tersimpan dalam tubuh hingga dapat menyebabkan keracunan. Kelompok vitamin juga mempengaruhi terjadinya hipervitaminosis.

Adalah vitamin larut lemak yang lebih sering menimbulkan efek hipervitaminosis, di antaranya vitamin A, D, E, dan K. Berbeda dengan vitamin larut air (vitamin B dan C) yang tidak terlalu lama tersimpan dalam tubuh, vitamin larut lemak dapat tersimpan di dalam lemak hingga dapat terjadi akumulasi.

Namun, vitamin larut air yang terlalu banyak juga dapat memberikan efek buruk bagi tubuh.

Mengapa hipervitaminosis bisa terjadi?
Vitamin dapat berasal bahan makanan dan suplemen vitamin, bahkan tubuh kita dapat membentuk sendiri seperti vitamin D dari sintesis elgocalciferol saat berjemur di bawah sinar matahari. Kelebihan

vitamin (hipervitaminosis) terjadi apabila tubuh kita mendapatkan vitamin dari beberapa sumber. Jika makanan sudah mengandung cukup vitamin, maka suplemen vitamin sudah tidak diperlukan lagi dan jika tetap dilakukan akan menimbulkan dampak berbahaya bagi tubuh.

Ciri kondisi hipervitaminosis adalah gangguan kesehatan yang diakibatkan dari mekanisme fisiologis tubuh dan reaksi biokimia vitamin.

Berikut gejala hipervitaminosis berdasarkan vitaminnya yang dihimpun oleh hellosehat.com:

1. Kelebihan vitamin A

Ilustrasi vitamin A. (Shutterstock)

Biasanya disebabkan konsumsi kadar vitamin A yang terlalu tinggi setiap hari dalam waktu yang lama. Dampak hipervitaminosis A dapat terjadi secara akut dan kronis akibat mekanisme fisiologis dan biokimia dalam tubuh yang menyimpan vitamin A.
 
Efek akut dari hipervitaminosis A akan terjadi apabila kadar vitamin A yang sudah tersimpan melebihi dari 25000 IU/kg. Sedangkan efek kronis akan muncul apabila konsumsi vitamin A mencapai atau melebihi 4000 IU/kg setiap hari dalam waktu 6 hingga 15 bulan.

Gejala kondisi akut kelebihan vitamin A berupa sakit kepala, pusing, mual, rasa sakit di perut, iritasi dan gangguan penglihatan. Sedangkan gejala kronis antara lain demam, mulut kering, nyeri pada tulang, anoreksia.

Dalam beberapa kasus, efek kronis hipervitaminosis A termasuk adanya tekanan cairan di dalam tulang sekitar otak (intrakranial), anemia, dan rendahnya kadar trombosit (trombositopenia). Jika mengalami kondisi hipervitaminosis A, segera hentikan konsumsi vitamin. Efek kronis terutama tekanan intrakarnial harus segera ditangani dengan obat diuretic dan mannitol.

2. Kelebihan vitamin B

Ilustrasi vitamin B. (Shutterstock)

Biasanya disebabkan karena asupan vitamin B dari suplemen, karena belum pernah dilaporkan hipervitaminosis B yang disebabkan dari konsumsi makanan. Penggunaan vitamin lebih dari 200 mikrogram per hari menyebabkan efek toksik dan jika konsumsi dilakukan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan penyakit saraf.

Pada umumnya hipervitaminosis B kompleks (vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9 dan B12) menyebabkan perubahan pada kulit, mual, luka pada usus, liver berlemak, meningkatkan kadar gula dan asam urat dalam darah.  

3. Kelebihan vitamin C

Ilustrasi Vitamin C. (Shutterstock)

Kondisi ini disebabkan dari konsumsi vitamin C melebihi dosis 2000 mg per hari. Kelebihan dosis konsumsi biasanya disebabkan asupan vitamin C dari suplemen.

Gejala dari kelebihan vitamin C berupa diare, mual, sakit kepala, insomnia, serta efek yang paling parah adalah pembentukan batu ginjal. Pada umumnya gejala hipervitaminosis C diatasi dengan pengobatan yang sesuai dengan gejala yang dialami individu.

4. Kelebihan vitamin D

Ilustrasi vitamin D. (Shutterstock)

Biasanya disebabkan konsumsi suplemen vitamin D dan kalsium secara bersamaan. Kondisi hipervitaminosis D biasanya tidak menyebabkan gejala secara langsung, namun karena efek sekunder dari kelebihan kalsium dalam darah (hypercalcaemia), karena terlalu banyak kalsium yang diserap dengan adanya vitamin D dalam tubuh.

Batas konsumsi vitamin adalah sekitar 600 IU per hari. Efek akut dari vitamin D adalah sembelit, dehidrasi, hilangnya nafsu makan, kelelahan, pusing, tekanan darah tinggi, dan aritmia. Sedangkan efek kronis yang ditimbulkan adalah kerusakan pada ginjal, pengeroposan tulang, dan kalsifikasi (pengerasan) arteri dan dan jaringan lunak pada tubuh.

Untuk mengatasinya, segera hentikan asupan vitamin D, dan kurangi konsumsi dalam beberapa saat. Pengobatan dengan mengurangi kadar kalsium juga diperlukan agar kadar kalsium dalam tubuh kembali normal.

5. Kelebihan vitamin E

Ilustrasi vitamin E. (Shutterstock)

Vitamin E berasal dari berbagai bahan makanan namun kondisi kelebihan vitamin E hanya ditemukan pada orang yang mengkonsumsi suplemen vitamin E. Konsumsi vitamin E yang dianjurkan hanya sebesar 30 mg per hari namun efek hipervitaminosis E muncul apabila mengonsumsi vitamin E dengan dosis di atas 1gr per kg berat tubuh dalam satu hari.

Hipervitaminosis E menyebabkan perdarahan karena menghambat kerja vitamin K. Beberapa gejala yang mungkin terjadi adalah kelelahan, sakit kepala, dan masalah pada sistem pencernaan. Gejala ini dapat diatasi dengan menghentikan suplemen dan pengobatan sesuai gejala pada individu.

6. Kelebihan vitamin K

Ilustrasi vitamin K. (Shutterstock)

Meskipun vitamin K tersimpan di dalam lemak, gejala Hipervitaminosis K sangat jarang ditemukan. Batas asupan vitamin K adalah 500 mikrogram per hari. Melebihi batas dosis tersebut dapat menyebabkan rekasi alergi dan menyebabkan gangguan pada liver, namun hal ini sangat jarang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Viral Reizuka Ari Minum Suplemen 'Segambreng' Sekaligus, Apoteker Wanti-wanti Bahayanya

Viral Reizuka Ari Minum Suplemen 'Segambreng' Sekaligus, Apoteker Wanti-wanti Bahayanya

Lifestyle | Selasa, 26 Mei 2026 | 12:02 WIB

4 Bedak yang Diperkaya Vitamin C, Bikin Makeup Lebih Halus dan Wajah Cerah

4 Bedak yang Diperkaya Vitamin C, Bikin Makeup Lebih Halus dan Wajah Cerah

Lifestyle | Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:26 WIB

6 Lipstik yang Mengandung Vitamin E, Bibir Cantik dan Sehat Jangka Panjang

6 Lipstik yang Mengandung Vitamin E, Bibir Cantik dan Sehat Jangka Panjang

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:47 WIB

Sering Catokan? Ini 5 Vitamin Rambut Biar Nggak Kering dan Tetap Sehat!

Sering Catokan? Ini 5 Vitamin Rambut Biar Nggak Kering dan Tetap Sehat!

Your Say | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:15 WIB

3 Serum Kakadu Plum dengan Kandungan Vitamin C Tinggi untuk Kulit Lebih Cerah

3 Serum Kakadu Plum dengan Kandungan Vitamin C Tinggi untuk Kulit Lebih Cerah

Your Say | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:45 WIB

4 Serum Lokal Vitamin C untuk Cegah Kulit Kusam dan Lelah Akibat Polusi

4 Serum Lokal Vitamin C untuk Cegah Kulit Kusam dan Lelah Akibat Polusi

Your Say | Senin, 04 Mei 2026 | 18:20 WIB

Bikin Glowing! 5 Tone Up Cream Vitamin C untuk Mencerahkan Kulit

Bikin Glowing! 5 Tone Up Cream Vitamin C untuk Mencerahkan Kulit

Your Say | Kamis, 30 April 2026 | 07:55 WIB

Bangun Tidur Auto Glowing! 3 Rekomendasi Sleeping Mask dengan Vitamin E

Bangun Tidur Auto Glowing! 3 Rekomendasi Sleeping Mask dengan Vitamin E

Your Say | Selasa, 28 April 2026 | 14:30 WIB

Serum Vitamin C Boleh Dipakai Setiap Hari? Ini Panduan dan 5 Rekomendasi yang Bagus

Serum Vitamin C Boleh Dipakai Setiap Hari? Ini Panduan dan 5 Rekomendasi yang Bagus

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 13:14 WIB

5 Pilihan Hair Vitamin Spray Keratin: Rambut Halus Bak Perawatan Salon!

5 Pilihan Hair Vitamin Spray Keratin: Rambut Halus Bak Perawatan Salon!

Your Say | Jum'at, 10 April 2026 | 12:15 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB