Masih Khawatir Vaksin Palsu

Ririn Indriani

Rabu, 12 Oktober 2016 | 18:31 WIB
Masih Khawatir Vaksin Palsu

Suara.com - Tanya:

Selamat malam Dokter,
Belum lama ini begitu hangat dibicarakan soal beredarnya vaksin palsu. Sebenarnya vaksin ini apa? Lalu, bagaimana cara membedakanya? Akibatnya bila sudah disuntikan ke anak? Apakah vaksin di puskesmas atau rumah sakit bisa palsu juga? Mohon pencerahannya. Terima kasih.

LN

Jawab:

Selamat malam Saudari LN,
Pabrik pembuatan vaksin palsu ini membuat vaksin campak, polio, dan hepatitis B, tetanus, dan BCG. Bahan vaksin palsu adalah cairan infus dicampur dengan vaksin tetanus.

Pembuatan vaksin palsu tentu tidak steril dan tidak mengikuti prosedur seperti pembuatan vaksin asli.

Jika anak mendapat vaksin palsu, tentu tidak akan mendapat efek memberi perlindungan sistem kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit tertentu
Prosedur pembuatan tidak higienis. Bila itu terjadi maka beresiko terjadi infeksi.

Infeksi yang terjadi biasanya infeksi lokal pada bekas suntikan muncul bengkak kemerahan dan bernanah.

Efek samping setelah imunisasi tergantung jenis dan pemberiannya. Pemberian vaksin satu dan lainnya juga berbeda-beda. Misal BCG atau campak pemberiannya berbeda-beda. Ada yang di kulit dan ada pula yang di otot. Efek sampingnya memang berbeda-beda.

Vaksin yang tidak steril disuntikan dan masuk ke dalam tubuh bisa menimbulan gejala infeksi. Gejala infeksi tersebut antara lain demam tinggi disertai laju nadi cepat, sesak napas, dan anak sulit makan.

Jika anak hanya demam saja setelah divaksin, orangtua tak perlu khawatir, karena beberapa vaksin memang bisa membuat anak demam.
jika terakhir kali vaksinasi pada dua minggu lalu dan tidak muncul gejala tersebut, kemungkinan besar anak tidak terkena.Dampak buruk lainnya tergantung kandungan lainnya.

Ciri ciri Vaksin wajib (hepatitis, BCG dan campak) palsu, Pediacel dan Tripacel:
1. Vaksin Palsu kemasannya tidak sesempurna aslinya.
2. Nomor batch dan expired date tidak jelas dan kabur.
3. Harganya yang tertulis di kemasan tidak sesuai dengan harga yang dikeluarkan distributor resmi. Perbedaan harga dari yang asli bisa mencapai 200 – 400 ribu rupiah.
4. Vaksin resmi keluaran Biofarma tutupnya abu-abu, selain abu-abu diyatakan palsu, dijual lewat jalur resmi. Vaksin keluaran Sanofi kemasannya lebih berkilat, penampilan tidak bersih, produknya dijual lewat aplikasi, tidak lewat freelance atau eceran.

Agar terhindar dari vaksin palsu, belilah vaksin pada dokter dan rumah sakit yang terpercaya
Jangan melalui orang atau pihak yang mengaku bisa mendapatkan vaksin murah dan mudah didapatkan.

Demikian penjelasan yang dapat disampaikan, semoga membantu. Terima kasih.

 
Dijawab oleh: dr. Gabriela Sabatini Gunawan
Sumber: https://meetdoctor.com/

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Benarkah Sering Bercinta Tingkatkan Peluang Hamil?

Benarkah Sering Bercinta Tingkatkan Peluang Hamil?

Health | Kamis, 06 Oktober 2016 | 18:31 WIB

Perut Buncit Setelah Melahirkan, Normalkah?

Perut Buncit Setelah Melahirkan, Normalkah?

Health | Kamis, 06 Oktober 2016 | 11:58 WIB

Ini Penyebab Konstipasi dan Cara Mengatasinya

Ini Penyebab Konstipasi dan Cara Mengatasinya

Health | Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:00 WIB

Terkini

Singgung 'Deep State', Gerindra Desak Polisi Usut Otak Penyadapan Prabowo

Singgung 'Deep State', Gerindra Desak Polisi Usut Otak Penyadapan Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:43 WIB

Emiten Raffi Ahmad Dicecar BEI Soal Boikot Hingga Massa Bayaran

Emiten Raffi Ahmad Dicecar BEI Soal Boikot Hingga Massa Bayaran

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 15:43 WIB

Sri Sultan Sebut Penurunan Foto Wapres Gibran Tidak Pantas, DPRD DIY Ungkap Fakta Sebenarnya

Sri Sultan Sebut Penurunan Foto Wapres Gibran Tidak Pantas, DPRD DIY Ungkap Fakta Sebenarnya

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 15:42 WIB

Tak Sekadar Mempercantik Kota, Ruang Terbuka Hijau Punya Peran Penting Tekan Polusi

Tak Sekadar Mempercantik Kota, Ruang Terbuka Hijau Punya Peran Penting Tekan Polusi

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 15:40 WIB

Dua Kali Mangkir, Nusron Wahid Akhirnya Diperiksa KPK

Dua Kali Mangkir, Nusron Wahid Akhirnya Diperiksa KPK

Foto | Rabu, 04 November 2026 | 15:40 WIB

Yusril: Penyadapan Terhadap Presiden Mengarah ke Makar

Yusril: Penyadapan Terhadap Presiden Mengarah ke Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:39 WIB

Swiss Ingin Penerbangan Langsung dari Jakarta, Sebut Bisa Jadi Daya Tarik Wisatawan

Swiss Ingin Penerbangan Langsung dari Jakarta, Sebut Bisa Jadi Daya Tarik Wisatawan

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:35 WIB

Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Jenderal Listyo Dinonaktifkan dari Ketua Dewan Penasihat KSPSI

Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Jenderal Listyo Dinonaktifkan dari Ketua Dewan Penasihat KSPSI

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:35 WIB

Ganjil Genap Jakarta Diusulkan Berlaku Penuh Seharian, Mobil Listrik Wajib Patuh

Ganjil Genap Jakarta Diusulkan Berlaku Penuh Seharian, Mobil Listrik Wajib Patuh

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:34 WIB

Geger di DPRD DIY, Foto Gibran Diturunkan, Forum Kebangsaan Desak Pemakzulan

Geger di DPRD DIY, Foto Gibran Diturunkan, Forum Kebangsaan Desak Pemakzulan

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 15:33 WIB

×