Kenalkan Rasa Asli Makanan Sejak Dini, Ini Manfaatnya bagi Anak

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Minggu, 16 Oktober 2016 | 15:34 WIB
Kenalkan Rasa Asli Makanan Sejak Dini, Ini Manfaatnya bagi Anak
Ilustrasi anak sehat, anak makan, diet anak. (Shutterstock)

Suara.com - Hampir seluruh makanan yang kita jumpai menggunakan monosodium glutamat (MSG) yang populer dengan sebutan penyedap rasa dalam pembuatannya. Bahkan tak sedikit jajanan anak-anak yang memiliki varian rasa berbeda, sebagai hasil dari campuran pemanis buatan.

Tentu saja paparan makanan ber-MSG ini tak bagus bagi kesehatan anak. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, anak justru tak mengenal rasa asli dari suatu makanan, karena paparan MSG, pengawet, pemanis dan pewarna buatan.

Ketua Komunitas Organik Indonesia (KOI), Christopher Emille Jayanata mengatakan, paparan keempat bahan tersebut mungkin tak langsung berdampak pada kesehatan anak. Tapi, efeknya baru terasa bertahun-tahun kemudian ketika anak dewasa.

Oleh karena itu, menurutnya, penting bagi orangtua untuk mengajarkan anak, rasa asli dari suatu makanan dan menghindari bahan-bahan buatan kimia diatas. Di komunitasnya, lelaki yang akrab disapa Emil ini memiliki program 'Sekolah Rasa' untuk mengedukasi anak-anak dalam membedakan rasa dari suatu bahan makanan.

"Misalnya kencur aslinya rasanya kayak apa, jahe kayak apa. Karena makanan-makanan yang dijual sekarang sudah dikuasai MSG, pengawet, pemanis buatan sehingga dikhawatirkan anak menjadi ketergantungan," ujarnya saat ditemui di acara Organic, Green, and Healthy (OGH) Expo di Bentara Budaya Jakarta, Minggu (16/10/2016).

Tentu saja edukasi ini lebih dahulu diterapkan Emil pada keluarganya. Ia sudah membiasakan anaknya untuk menghindari makanan yang mengandung MSG, pewarna, pemanis dan pengawet buatan sejak kecil. Hasilnya, pengenalan sejak dini ini efektif membuat anaknya pandai memilih makanan sehat.

"Saya sendiri punya anak, usia 8 dan 15 tahun. Mereka itu kalau yang namanya makanan udah milih. Misalnya, bukan nasi putih, makanan serba MSG, perwarna, udah pasti nggak mau. Chiki-chiki sudah pasti nggak mau," ungkapnya.

Emil tak hanya membombardir anaknya dengan kata-kata, tapi juga memberikan contoh nyata bagaimana makanan berperisa dan pengawet buatan, lebih tinggi risiko memicu penyakit.

"Saya kasih contoh banyak orang sakit ini karena ini. Mereka makan nggak sehat. Jadi saya kasih inspirasi itu dan mereka mengikutinya," tambah dia.

Emil pun mengakui bahwa anaknya jarang sakit dengan pola hidup sehat yang telah ditanamkannya sejak kecil. Oleh karena itu ia mengimbau para orangtua lebih aktif mengajak anaknya menjalani pola hidup sehat sedini mungkin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Manfaatnya MPASI Berbahan Ubi Ungu bagi Bayi

Ini Manfaatnya MPASI Berbahan Ubi Ungu bagi Bayi

Health | Rabu, 05 Oktober 2016 | 07:59 WIB

Ini yang Perlu Diperhatikan saat Meracik MPASI

Ini yang Perlu Diperhatikan saat Meracik MPASI

Health | Selasa, 04 Oktober 2016 | 13:05 WIB

Tingkatkan Nafsu Makan Anak, Coba Tips Ini!

Tingkatkan Nafsu Makan Anak, Coba Tips Ini!

Health | Kamis, 29 September 2016 | 12:30 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×