Ini Manfaatnya MPASI Berbahan Ubi Ungu bagi Bayi

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 05 Oktober 2016 | 07:59 WIB
Ini Manfaatnya MPASI Berbahan Ubi Ungu bagi Bayi
Ilustrasi ubi ungu. (Shutterstock)

Suara.com - Hingga usia 6 bulan, bayi harus mendapat asupan ASI (air susu ibu) secara eksklusif. Setelah itu, tepatnya di atas usia 6 bulan, anak bisa diberikan makanan pendamping ASI yang bertekstur lunak.

Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS mengatakan saat memberikan MPASI, anak harus dikenalkan dengan makanan yang beragam agar saat dewasa tak memiliki kebiasaan pilih-pilih makanan.

Salah satu bahan MPASI yang direkomendasikannya adalah ubi ungu. Prof Ali menyebut, ubi ungu memiliki beragam keunggulan yang tak dimiliki makanan lain, salah satunya antioksidan antosianin dan beta karoten dalam jumlah tinggi.

"Antosianin di dalam ubi ungu kadarnya 110.51 mg dibanding ubi lainnya yang hanya mencapai 0.06-4.56 mg. Sedangkan beta karoten banyaknya mencapai 9900 mkg, dibandingkan ubi lain senilai 260-2900 mkg," ujarnya pada peluncuran SUN Ubi Ungu di Jakarta, belum lama ini.

Antisionin, lanjut Prof Ali, berfungsi untuk memberikan perlindungan tubuh dari racun, radikal bebas dan anti bakteri patogen. Ubi ungu juga tergolong karbohidrat kompleks dan tinggi serat sehingga tak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis.

Namun bagi Anda yang ingin mengolah ubi ungu sebagai makanan pendamping ASI bagi buah hati, campurkan bahan tersebut dengan susu untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Susu kaya akan protein dan memiliki rasa yang lezat.

"Kalau ubi ungu saja kan berarti anak hanya dapat karbohidratnya saja, proteinnya tidak ada, jadi ditambah susu lebih bagus," tambahnya.

Sedangkan bagi Anda yang tak punya waktu untuk mengolah MPASI sendiri, maka MPASI fortifikasi bisa jadi alternatif. SUN, mengeluarkan MPASI varian Ubi Ungu yang diklaim mengandung kebutuhan gizi mikro dan makro bayi.

"SUN Ubi Ungu saya rasa bisa menjadi pilihan lain untuk menu MPASI bayi. Kandungannya juga tidak hanya ubi ungu, namun ada serealia, susu, 11 vitamin dan mineral lainnya. Jadi gizi mikro dan makronya bisa sekaligus terpenuhi," tambah dia.

Menyoal mengenai kekhawatiran para ibu terhadap adanya bahan pengawet buatan di dalam MPASI instan, Prof Ali mengatakan bahwa ada aturan yang dikeluarkan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) bahwa produk MPASI tak boleh mengandung pengawet, pemanis atau perasa buatan.

"Yang membuat ubi ungu ini awet adalah teknologi pangan yang digunakan. Proses drum drying membuat ubi ungu diolah menjadi tepung sehingga lebih tahan lama dan aman dikonsumsi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini yang Perlu Diperhatikan saat Meracik MPASI

Ini yang Perlu Diperhatikan saat Meracik MPASI

Health | Selasa, 04 Oktober 2016 | 13:05 WIB

Studi: Telat Berikan MPASI Bisa Picu Kanker Pada Anak

Studi: Telat Berikan MPASI Bisa Picu Kanker Pada Anak

Health | Jum'at, 01 Mei 2015 | 13:23 WIB

Cara Tepat Memberi MPASI Kepada Bayi

Cara Tepat Memberi MPASI Kepada Bayi

Lifestyle | Rabu, 26 November 2014 | 10:44 WIB

Terkini

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB