Tulang Patah Dipijat, Awas Bisa Picu Pertumbuhan Tumor!

Minggu, 23 Oktober 2016 | 10:56 WIB
Tulang Patah Dipijat, Awas Bisa Picu Pertumbuhan Tumor!
Ilustrasi terapi pijat. (Shutterstock)

Suara.com - Pijat Untuk mengatasi badan pegal-pegal, banyak orang memilih dipijat atau diurut. Efek relaksasi setelah diurut ini digadang-gadang menjadi alasan mengapa banyak orang menyukai teknik ini.

Tapi sebaiknya Anda tak sembarangan memijat. Pasalnya, pemijatan yang tak tepat, dapat merangsang pertumbuhan tumor yang dapat mengarah ke kanker.

"Urut atau pijat itu sangat membahayakan. Ada kasus di pedesaan dimana tingkat pengetahuan belum tinggi, anak kecil diurut karena patah tulang, lalu 1-2 bulan kemudian tumbuh tumor," ujar DR. dr. Franky Hartono, Sp.OT(K) dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) di Jakarta, belum lama ini.

Saat tulang mengalami patah, lanjut dia, sebenarnya terjadi inflamasi di bagian tersebut. Tulang dengan kondisi tersebut bila dilakukan pemijatan, kata Franky, akan menyebabkan sel berkembang tidak terkontrol sehingga bisa memicu pertumbuhan sel kanker.

Sementara itu dr. Karina E.M. Besinga, Sp.OT(K) mengatakan bahwa osteoporosis atau pengeroposan tulang yang menyebabkan tulang menjadi patah merupakan kumpulan gejala yang mengarah pada keadaan dimana tulang keropos.

"Pasien pengobatan lama karena infeksi kronis bisa jatuh saat mengalami pengeroposan tulang. Begitu juga dengan orang yang kena kanker. Bisa jadi memang anak tersebut sudah ada bibit tumor sebelumnya, yang berkembang jadi ganas karena terprovokasi saat jatuh," tambahnya.

Karina pun mengaku memiliki pengalaman menangani pasien anak yang terjatuh saat main bola dan langsung mengalami patah tulang. Setelah dilakukan pemeriksaan X-Ray, jelas terlihat bahwa ada pengeroposan tulang yang dialami anak tersebut, meski umumnya dialami orang dewasa.

"Lalu ketika dilakukan pemeriksaan advance ada bibit kanker, sehingga ketika ada rangsangan jatuh, memicu agresivitas sel kanker yang tak terkontrol," pungkasnya.

Beranjak dari pengalaman itulah Karina mengimbau agar kondisi patah tulang diatasi oleh ahlinya, yakni spesialis ortopedi. Pemeriksaan oleh dokter ortopedi akan lebih akurat sehingga bisa diketahui penyebab terjadinya patah tulang.

"Jadi, kalau terjadi cedera segera datang ke spesialis ortopedi. Bukan dipijat. Karena pada dasarnya pijat hanya untuk melancarkan aliran darah bukan mengembalikan kondisi cedera seperti semula," pungkas Karina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI