Kanker Banyak Dialami Masyarakat Miskin, Mengapa?

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Senin, 24 Oktober 2016 | 07:26 WIB
Kanker Banyak Dialami Masyarakat Miskin, Mengapa?
Ilustrasi sel kanker. (Shutterstock)

Suara.com - Kanker adalah salah satu penyakit tidak menular dengan peningkatan prevalensi yang cukup tinggi. Data 2010 menyebutkan, penyakit kanker belum masuk 10 besar penyakit penyebab kematian utama. Namun pada 2015, penyakit kanker mencuat ke peringkat keempat sebagai penyebab kematian utama.

Di antara negara-negara ASEAN, penyakit kanker di Indonesia menempati urutan kedua sebagai penyebab kematian terkait penyakit tidak menular, dan hanya lebih rendah dibandingkan Thailand. Prevelansi kanker di Indonesia berdasarkan Riskesdas 2013 adalah 1,4/100.000 penduduk.

Sementara itu studi ACTION (ASEAN Cost In Oncology) yang dilakukan George Institute for Global Health didukung oleh Roche Asia Pacific, menganalisa beban biaya yang disebabkan penyakit kanker di delapan negara di Asia Tenggara. Hasil studi menunjukkan bahwa kematian tertinggi akibat kanker, banyak diderita masyarakat menengah ke bawah.

Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH, DrPH, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia sekaligus peneliti utama ACTION studi menjelaskan, dari 2.335 responden yang diwawancarai di 12 rumah sakit di Indonesia, ia menemukan kematian tertinggi yakni 59 persen terdapat pada responden yang berasal dari keluarga miskin dengan penghasilan hanya 25-50 persen dari pendapatan nasional.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penyebabnya kata dia adalah keterbatasan ekonomi membuat masyarakat miskin kesulitan menjangkau akses pengobatan dan deteksi dini.

"Sebanyak 60 persen responden mengeluhkan kesulitan keuangan dan hampir 100 persen menyatakan berobat sangat mahal di RS swasta, tetapi yang berobat di RS pemerintah pun masih banyak yang mengeluhkan tingginya biaya berobat. Waktu itu, 40% responden tidak memiliki asuransi," ujarnya pada diskusi 'Mari Bersama Kalahkan Kanker Payudara', di Jakarta, Minggu (23/10/2016)

Prof Hasbullah juga menerangkan bahwa deteksi dini untuk mencegah pasien dengan stadium lanjut, khususnya kanker payudara, sangat penting untuk diupayakan karena dapat mengurangi biaya terapi kanker, baik bagi pemerintah, pihak asuransi, pribadi, dan rumah tangga, pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas ekonomi.

"Kami menyimpulkan bahwa kemampuan sistem kesehatan (jaminan) dalam skrining dan diagnosis dini di Indonesia belum cukup baik. Sistem Jaminan sebelum JKN belum mampu membebaskan beban ekonomi apalagi beban psikologis," tambah dia.

Prof Hasbullah berharap agar sitem JKN atau BPJs yang saat ini tengah bergulir diharapkan dapat menitikberatkan pada deteksi dini agar jumlah pasien kanker di Indonesia bisa ditekan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Miris, Indonesia Timur Tak Punya Dokter Spesialis Kanker

Miris, Indonesia Timur Tak Punya Dokter Spesialis Kanker

Health | Minggu, 23 Oktober 2016 | 16:30 WIB

Tulang Patah Dipijat, Awas Bisa Picu Pertumbuhan Tumor!

Tulang Patah Dipijat, Awas Bisa Picu Pertumbuhan Tumor!

Health | Minggu, 23 Oktober 2016 | 10:56 WIB

Mudah Cemas Berisiko Terkena Kanker

Mudah Cemas Berisiko Terkena Kanker

Health | Kamis, 20 Oktober 2016 | 08:24 WIB

Terkini

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:34 WIB

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:12 WIB

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:33 WIB

×