Kini RSCM Punya Mesin Canggih untuk Atasi Leukimia pada Anak

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Kamis, 27 Oktober 2016 | 15:38 WIB
Kini RSCM Punya Mesin Canggih untuk Atasi Leukimia pada Anak
Inilah mesin canggih Apheresis khusus untuk anak yang menderita leukimia di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Leukimia merupakan jenis kanker yang paling banyak ditemui pada anak.

Karena tak bergejala, seringkali pasien leukimia anak datang dengan kondisi parah yang ditandai jumlah leukosit di atas 100 ribu keping.

Untuk membantu penyembuhan, biasanya dokter akan mengontrol kadar leukosit terlebih dahulu baru dilakukan kemoterapi untuk mengenyahkan sel kanker. Sayangnya, mesin canggih yang membantu penurunan kadar leukosit untuk pasien kanker anak masih minim ketersediaannya di Indonesia.

Rumah sakit nasional sekelas RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) saja selama ini belum memiliki mesin bernama Apheresis khusus anak. Menurut dr. Endang Widiastuti, SpA, sebelumnya proses pengontrolan kadar leukosit dilakukan secara konvensional yakni dengan pemberian obat.

"Kalau mesin apheresis dewasa sudah ada, tapi khusus anak belum. Sebelumnya kita pakai cara konvensional. Pakai infus dan obat. Prosesnya bisa memakan waktu satu minggu," ujarnya saat temu media di RSCM Kiara Jakarta, Kamis (27/10/2016).

Namun kini RSCM telah memiliki mesin apheresis khusus anak, yang merupakan donasi kerjasama PT Prudential Life Asurance dan Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI).

Melalui mesin ini, kata Prof. dr. Djajadiman Gatot, SpA (K) dari divisi Hematologi RSCM menambahkan, sel darah putih yang berlebihan dalam tubuh anak akan dibuang dan komponen darah lainnya akan kembali dimasukkan ke dalam tubuh.

"Alat ini diciptakan untuk memisahkan darah. Karena di darah komponennya ada plasma, ada sel darah putih. Nah untuk pasien leukimia anak, sel darah putih di tubuhnya berlebihan yang bisa menyumbat dan menyebabkan pendarahan kemana-mana seperti otak dan paru-paru. Jadi, kita kontrol sel darah putih dengan alat ini," tambah dia.

Dengan mesin ini, waktu yang dibutuhkan untuk mengontrol jumlah leukosit dalam tubuh, menurut Prof. Djajadiman, hanya berkisar 2-3 jam dalam dua kali kedatangan.

Selain memisahkan komponen darah, Endang mengatakan, mesin ini juga bisa membantu proses transplantasi sumsum tulang belakang, dan sebagai media tranfusi trombosit.

"Kalau untuk donor sumsum tulang maka pendonor akan diambil selnya untuk diproses lebih banyak dan diberikan pada pasien yang membutuhkan. Jadi alat ini sangat multifungsi," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Wadahnya Para Pejuang Leukimia Granulositik Kronis

Ini Wadahnya Para Pejuang Leukimia Granulositik Kronis

Lifestyle | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 15:16 WIB

Pasangan Terkena Leukimia, Bagaimana Keturunannya Kelak?

Pasangan Terkena Leukimia, Bagaimana Keturunannya Kelak?

Health | Senin, 05 Oktober 2015 | 19:52 WIB

Studi: Alpukat Mampu Lawan Leukimia

Studi: Alpukat Mampu Lawan Leukimia

Health | Kamis, 18 Juni 2015 | 08:35 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB