Diam-diam Lima Kebiasaan Ini Bisa Bikin Perut Buncit

Ririn Indriani | Suara.com

Kamis, 17 November 2016 | 20:17 WIB
Diam-diam Lima Kebiasaan Ini Bisa Bikin Perut Buncit
Ilustrasi kripik kentang, camilan. (Shutterstock)

Suara.com - Penyebab perut buncit sangat banyak, termasuk kebiasaan yang kita sadari maupun yang tidak disadari. Banyak di antara kita telah mengetahui bahwa perut buncit bukanlah tanda yang baik bagi tubuh.

Menjaga bentuk tubuh tetap sehat dan sesuai dengan kriteria bukanlah hal yang mudah. Ini dikarenakan untuk menjaga agar bentuk tubuh sehat dan proporsional dibutuhkan dedikasi, disiplin, konsistensi, dan daya tahan yang kuat.

Namun, banyak orang yang akhirnya menghalalkan berbagai cara untuk tidak melakukan sesutau yang mereka benci, seperti mengontrol makanan.

Berikut beberapa kebiasaan buruk yang menjadi penyebab perut buncit dan seringkali dilakukan tanpa disadari, yang dihimpun hellosehat.com.

1. Makan larut malam

Ilustrasi ngemil di malam hari. (Shutterstock)

Meskipun benar bahwa tubuh Anda secara alami membakar beberapa timbunan lemak saat Anda tidur, tapi tubuh tidak akan membakar secara efisien jika Anda tidur dalam kondisi perut penuh.

Selain menyebabkan lemak pada perut, terlambat makan dan berbaring setelah kenyang dapat meningkatkan risiko terkena refluks asam lambung dan gangguan pencernaan. Hal itu terjadi karena perubahan gravitasi, sehingga tubuh tidak mampu menarik makanan di perut menuju ke bawah.

Untuk mencegah kondisi ini, pertimbangkanlah untuk makan sedikit makanan di malam hari, dan jangan berbaring setidaknya selama tiga jam setelah makan malam. Jika memungkinkan, makanlah beberapa buah-buahan jika merasa sedikit lapar di malam hari, daripada mengonsumsi makanan manis.

2. Makan ketika sedih, marah atau kesal

Ilustrasi makanan cepat saji, junkfood, camilan. (Shutterstock)

Apakah Anda pernah menemukan diri Anda makan tanpa sadar ketika emosi berada di puncaknya? Jika di lain waktu Anda menyadari perilaku seperti ini, cobalah untuk mengubah sikap sebelum Anda berakhir dengan makan makanan cepat saji, seperti burger, nasi goreng, atau mie instan.

Makan saat emosi memang tidak masalah jika itu dapat membuat Anda merasa lebih baik, tapi jika Anda selalu mengandalkan makan setiap kali stres atau marah, janganlah kaget jika timbunan lemak di perut bertambah banyak.

Cara terbaik untuk memerangi respon terhadap stres adalah dengan minum segelas air putih, dan berbicara dengan seorang teman atau berjalan santai untuk menenangkan diri.
Pilihlah kegiatan yang tidak melibatkan makan, sehingga Anda dapat menghentikan diri untuk memiliki kalori berlebih ketika Anda merasa emosi.

3. Tidak tidur dengan cukup

Ilustrasi gangguan tidur. (Shutterstock)

Idealnya, orang dewasa harus mendapatkan sekitar tujuh hingga sembilan jam waktu tidur setiap malam. Ketika Anda gagal untuk mendapatkan tidur yang cukup, maka tingkat kortisol (hormon stres) akan meningkat dan menyebabkan Anda mengonsumsi makanan bergula.

Dengan pikiran yang seperti itu, maka akan lebih sulit untuk menyingkirkan lemak pada perut ketika Anda manjaga kebiasaan kurang tidur ini.

Untuk mempertahankan tingkat hormon stres kortisol yang normal, cobalah untuk mendapatkan waktu tidur yang baik setiap malamnya. Dengan cara ini, Anda dapat menyeimbangkan kadar kortisol sekaligus meningkatkan produksi leptin (hormon yang dapat membuat Anda mengontrol nafsu makan).

4. Menggunakan piring besar setiap kali Anda makan

Ilustrasi. (Shutterstock)

Entah itu makan malam prasmanan atau makan malam biasa di rumah, perhatikanlah ukuran piring Anda setiap kali Anda makan. Dalam sebuah survei yang dilakukan antara orang-orang obesitas, ditemukan bahwa mereka lebih memiliki piring yang berukuran paling besar di antara piring kecil dan sedang.

Dengan ukuran piring yang besar, mereka memiliki lebih banyak ruang untuk menaruh makanan mereka. Jadi, bagaimana hal ini dapat menjadi penyebab perut buncit? Jawabannya sederhana.

Bila Anda memiliki ruang yang besar untuk menumpuk makanan Anda, maka Anda cenderung untuk mengonsumsi lebih dari yang dibutuhkan tubuh Anda. Hal ini mengarah kepada penimbunan lemak pada tubuh.

Oleh karena itu, pilih piring yang lebih kecil untuk menahan nafsu makan Anda.

5. Merokok

Ilustrasi rokok. (Shutterstock)

Merokok dapat membantu mengurangi berat badan, tapi hal itu juga dapat menjadi penyebab perut buncit. Banyak orang yang bertahan dengan merokok karena alasan takut memiliki badan gemuk, nyatanya penelitian telah mengungkapkan bahwa bukannya badan kurus malah perut buncit yang didapat oleh para perokok.

Para ilmuwan dari University of Glasgow menemukan bahwa merokok mungkin berhubungan dengan berat keseluruhan yang lebih rendah, tapi hal itu cenderung mendorong lemak menuju daerah inti tubuh, yang mengakibatkan perut menjadi lebih besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Perut Buncit Sama Bahaya dengan Merokok

Studi: Perut Buncit Sama Bahaya dengan Merokok

Health | Senin, 01 Agustus 2016 | 10:47 WIB

Awas, Perut Buncit Bisa Picu Kanker Hati

Awas, Perut Buncit Bisa Picu Kanker Hati

Health | Minggu, 05 Juni 2016 | 15:25 WIB

Ternyata Tak Semua Perut Buncit Berbahaya

Ternyata Tak Semua Perut Buncit Berbahaya

Health | Kamis, 26 November 2015 | 06:31 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB