Alat Ini Bisa Deteksi 17 Penyakit Hanya Melalui Bernapas

Dythia Novianty | Firsta Nodia | Suara.com

Sabtu, 31 Desember 2016 | 20:07 WIB
Alat Ini Bisa Deteksi 17 Penyakit Hanya Melalui Bernapas
Ilustrasi perempuan melakukan pernapasan. [Shutterstock]

Suara.com - Bagaimana jika mendeteksi kanker bisa dilakukan hanya dengan bernapas? Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam American Chemical Society Nano, menemukan sebuah alat yang dapat mendiagnosa 17 penyakit berbeda. Alat itu diberi nama 'electronic nose' atau hidung elektronik.

Menurut ilmuwan Hossam Haick, untuk mendapatkan temuan ini ia dan tim melakukan analisis terhadap 1400 responden. Sampel napas mereka digunakan untuk diuji pada alat 'electronic nose' ini.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa responden terdeteksi mengidap kanker paru-paru, gagal ginjal, parkinson, kanker ovarium, dan kanker prostat, melalui alat canggih ini dengan tingkat akurasi 86 persen.

Cara kerja perangkat ini, kata Haick, dengan mengidentifikasi senyawa organik pada sampel napas seseorang. Menurutnya, senyawa ini dapat mengarah pada berbagai penyakit yang selama ini baru bisa dideteksi melalui serangkaian skrining.

Meski tingkat akurasi baru 86 persen, Haick yakin bahwa dengan beberapa pengembangan, alat ini bisa menjadi deteksi dini yang praktis dan bisa digunakan masyarakat di rumah.

"Dengan menyebarkan pentingnya deteksi dini maka harapan hidup seseorang dengan penyakit tertentu bisa lebih besar. Melalui alat ini setiap orang bisa lebih mudah untuk mendeteksi gangguan kesehatan yang diidapnya," tambah Haick. [Newser]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Seperti Ini Gejala Alergi pada Sistem Pernapasan

Seperti Ini Gejala Alergi pada Sistem Pernapasan

Health | Selasa, 09 Agustus 2016 | 00:00 WIB

Hati-hati, Pneumokoniosis Bisa Memicu Kanker Paru

Hati-hati, Pneumokoniosis Bisa Memicu Kanker Paru

Health | Senin, 09 November 2015 | 17:11 WIB

Penyakit Ini Paling Mematikan Bagi Lelaki

Penyakit Ini Paling Mematikan Bagi Lelaki

Health | Selasa, 07 April 2015 | 10:35 WIB

ISPA, Musuh Utama Pemudik Pasca-Lebaran

ISPA, Musuh Utama Pemudik Pasca-Lebaran

Health | Sabtu, 02 Agustus 2014 | 20:41 WIB

Ribuan Warga Sumbar Kena ISPA Akibat Kabut Asap Riau

Ribuan Warga Sumbar Kena ISPA Akibat Kabut Asap Riau

News | Sabtu, 15 Maret 2014 | 13:03 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB