Penyakit Ini Paling Mematikan Bagi Lelaki

Ririn Indriani | Suara.com

Selasa, 07 April 2015 | 10:35 WIB
Penyakit Ini Paling Mematikan Bagi Lelaki
Ilustrasi: Serangan jantung. (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit adalah hal yang paling dihindari oleh semua orang agar hidupnya berkualitas dan memiliki harapan hidup yang panjang. Inilah yang menjadi alasan mengapa gaya hidup sehat sangat penting dilakukan untuk menekan risiko terkena penyakit.

Jadi, bisa Anda bayangkan apa jadinya bila menerapkan pola hidup tak sehat, tentu akan meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit, mulai dari penyakit ringan hingga berat.

Nah, di antara lelaki dan perempuan, lelakilah yang dianggap cenderung mengabaikan masalah kesehatan. Padahal bila mereka mempertahankan kebiasaan buruknya itu seperti merokok, minum alkohol berlebihan dan sering begadang makan sejumlah penyakit mematikan bakal mengintainya.

Lantas, penyakit mematikan apa saja yang mengintai lelaki? Berikut ulasannya seperti dilansir dari Journal of Internal Medicine:

1. Penyakit jantung
Ini merupakan man killer pertama di dunia. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (AS), penyakit ini bertanggung jawab untuk satu dari empat kematian laki-laki. Para ahli berpendapat, olahraga dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Demikian juga dengan menghentikan rokok sama sekali. Menurut ahli jantung, yang merupakan pendiri Rippe Lifestyle Institute dan profesor ilmu biomedis di University of Central Florida, James M Rippe, MD, menghisap satu rokok risikonya sama dengan sebungkus rokok.

2. Kanker
Kanker bertanggung jawab atas 24,1 persen dari semua kematian laki-laki. "Lebih dari 50 persen penyebab kanker adalah memiliki gaya hidup yang salah," kata Rippe. Rokok merupakan penyebab utama kematian akibat kanker di AS. Selain itu juga kelebihan berat badan, karena mempengaruhi kadar hormon dalam tubuh.

3. Cedera
Misalnya jatuh pada orang lanjut usia (lansia), atau kecelakaan. Di AS, kecelakaan merupakan penyebab ketiga laki-laki. Cedera akibat olahraga juga patut diwaspadai dengan mengonsumsi suplemen yang tepat. Rippe mengatakan, pilih suplemen yang bisa memperbarui tulang rawan dan membantu melumasi sendi, sehingga memperkecil kemungkinan jatuh atau cedera lutut yang buruk.

4. Penyakit pernapasan bawah kronis
Umumnya, penyakit ini bertanggung jawab untuk 5,4 persen dari kematian laki-laki. Penyakit pernapasan bawah kronis adalah emfisema dan bronkitis kronis, yang menyerang paru-paru dan membuat seseorang sulit bernapas. Penyebab utamanya adalah asma dan fibrosis paru. Karenanya, mengurangi rokok sangat dianjurkan pada penderita penyakit ini.

5. Stroke
Penelitian yang telah dipublikasikan dalam Neurology menunjukkan, stroke merupakan penyebab terbanyak kematian pada laki-laki sebelum usia 45 tahun. Jika tekanan darah sudan melebihi 120/80, sebaiknya temui dokter agar asupan natrium Anda dikurangi.

6. Diabetes
Diabetes adalah penyebab 3,1 persen dari semua kematian laki-laki. Mengurangi berat badan menuju berat badan ideal adalah saran yang ditekankan, demi mengurangi risiko penyakit ini. (Huffington Post)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penyakit Ini Incar Perempuan Usia 30 Tahun

Penyakit Ini Incar Perempuan Usia 30 Tahun

Health | Sabtu, 04 April 2015 | 20:14 WIB

Inilah Latihan Fisik yang Aman Bagi Penderita Parkinson

Inilah Latihan Fisik yang Aman Bagi Penderita Parkinson

Health | Sabtu, 28 Maret 2015 | 15:13 WIB

Inilah Fakta Tentang Tuberkulosis

Inilah Fakta Tentang Tuberkulosis

Health | Jum'at, 27 Maret 2015 | 09:17 WIB

Hati-hati, Lelaki Paling Banyak Menderita Parkinson

Hati-hati, Lelaki Paling Banyak Menderita Parkinson

Health | Jum'at, 20 Maret 2015 | 14:15 WIB

Terkini

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB