Sperma Encer Tanda Lelaki Tak Subur, Benarkah?

Ririn Indriani | Suara.com

Selasa, 17 Januari 2017 | 21:05 WIB
Sperma Encer Tanda Lelaki Tak Subur, Benarkah?
Ilustrasi sperma. (Shutterstock)

Suara.com - Untuk mengetahui kualitas sperma baik atau tidak, yang paling mudah dilakukan adalah dengan melihat seberapa banyak dan kental air mani atau semen ketika dikeluarkan.

Anda pastinya tidak mungkin dapat menghitung berapa banyak sperma yang terkandung dalam air mani untuk mengetahui apakah spermanya baik atau tidak.

Namun, apakah kekentalan air mani yang dikeluarkan dapat menjadi gambaran kondisi sperma Anda? Apakah sperma encer itu buruk? Lantas, apa saja tanda-tanda sperma sehat?

Tanda-tanda air mani atau sperma yang sehat dapat dilihat dari banyak faktor, mulai dari warna, jumlah, bau, dan lainnya. Dari segi warna, air mani normal biasanya memiliki warna putih atau keabuan, tapi kadang juga agak kekuningan.

Jika air mani berwarna merah muda atau merah, mungkin air mani Anda sudah bercampur dengan darah.

Perlu diketahui, air mani ketika dikeluarkan seperti gel dan agak lengket, lalu akan mencair dalam waktu 5-40 menit. Air mani yang keluar dan tidak mencair (tetap kental) dapat menghambat pergerakan sperma dalam mencari sel telur dalam rahim perempuan. Hal ini mungkin dapat menyebabkan masalah kesuburan.

Jika dilihat dari volume, rata-rata volume air mani yang keluar adalah 2-5 ml (sekitar setengah sampai satu sendok teh). Volume air mani yang lebih sedikit (kurang dari 1,5 ml) disebut dengan hypospermia. Hal ini biasanya terjadi saat Anda sering melakukan ejakulasi.

Sedangkan, volume air mani yang terlalu banyak (lebih dari 5,5 ml) disebut dengan hyperspermia, biasanya terjadi setelah Anda sudah lama tidak mengeluarkannya.

Untuk melihat jumlah sperma, Anda perlu melakukan tes, dan banyak faktor yang memengaruhi hasil tes ini, seperti lamanya waktu antara ejakulasi dan analisis sampel air mani, bagaimana sampel disimpan, dan lain sebagainya.

Perlu Anda ketahui pula bahwa jumlah total sperma saat ejakulasi yang normal adalah sekitar 40 juta. Jumlah yang cukup banyak bukan? Padahal, Anda hanya memerlukan satu sperma untuk dapat membuahi sel telur.

Apakah sperma encer tanda lelaki tidak subur?
Kekentalan air mani adalah salah satu hal yang paling mudah dilihat untuk menentukan apakah sperma Anda sehat atau tidak. Banyak lelaki yang mungkin mengkhawatirkan mengapa air mani yang ia keluarkan lebih encer.

Namun, sebenarnya kekentalan air mani bukan cara yang baik untuk melihat apakah Anda mempunyai kualitas sperma yang baik atau tidak. Air mani yang normal memang biasanya terlihat kental dan lengket seperti gel.

Kelengketan ini dimaksudkan agar air mani dapat tinggal lebih lama dalam area genital wanita sehingga meningkatkan peluang sperma untuk membuahi sel telur. Sedangkan, kekentalan air mani mungkin juga dapat berarti air mani yang dikeluarkan mengandung sperma yang cukup banyak.
 
Namun, sperma encer bukan berarti kualitas sperma buruk dan tidak dapat membuahi sel telur. Sperma encer masih dapat membuat pasangan Anda hamil. Ini karena sebenarnya Anda hanya butuh satu sperma untuk bisa membuahi sel telur dan menghamili pasangan Anda.

Cara mengatasi sperma encer
Jadi, jangan khawatir jika sperma Anda encer. Anda masih bisa melakukan beberapa usaha untuk membuat cairan sperma lebih kental. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi sperma encer yang dihimpun hellosehat.com:

1. Perbaiki asupan makan Anda
Asupan makan Anda cukup menentukan tekstur cairan sperma Anda. Salah satu nutrisi yang Anda perlukan adalah protein.
    
2. Jangan terlalu sering ejakulasi dalam satu hari
Salah satu faktor yang menentukan kekentalan semen Anda adalah seberapa sering Anda ejakulasi. Jika Anda menyadari bahwa sperma Anda lebih encer dari biasanya, mungkin Anda harus mengurangi frekuensi ejakulasi Anda. Berikan waktu untuk sperma dalam testis Anda untuk berkembang dan matang. Terlalu sering ejakulasi juga dapat menurunkan kualitas sperma Anda.
    
3. Jangan terlalu cepat saat ingin mengeluarkan sperma
Sebelum Anda memutuskan untuk mengeluarkan sperma, sebaiknya ambil waktu sedikit untuk mempersiapkannya. Hal ini dapat membantu tubuh dalam memproduksi hormon testosteron tambahan, serta meningkatkan kualitas sperma dan ereksi Anda. Ejakulasi yang terlalu cepat dapat membuat kadar hormon testosteron Anda rendah, melemahkan libido, dan menurunkan potensi seksual Anda.
    
4. Jangan memakai pakaian yang terlalu ketat
Ingat, suhu panas pada testis dapat mengganggu produksi sperma Anda. Saat Anda memakai pakaian yang sangat ketat, ini akan meningkatkan suhu tubuh Anda, terutama saat olahraga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yakin Sperma Anda Sehat? Cari Tahu di Sini!

Yakin Sperma Anda Sehat? Cari Tahu di Sini!

Health | Selasa, 10 Januari 2017 | 11:03 WIB

Awas! Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Menurunkan Jumlah Sperma

Awas! Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Menurunkan Jumlah Sperma

Lifestyle | Sabtu, 07 Januari 2017 | 20:07 WIB

Jus Nanas Bisa Pengaruhi Rasa Sperma?

Jus Nanas Bisa Pengaruhi Rasa Sperma?

Health | Senin, 26 Desember 2016 | 21:10 WIB

Yang Perlu Anda Tahu Tentang Sperma

Yang Perlu Anda Tahu Tentang Sperma

Health | Jum'at, 23 Desember 2016 | 20:59 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB