Hati-hati, Ini 10 Virus Paling Berbahaya di Dunia!

Ririn Indriani | Suara.com

Senin, 30 Januari 2017 | 07:10 WIB
Hati-hati, Ini 10 Virus Paling Berbahaya di Dunia!
Virus HIV di dalam darah manusia. (shutterstock)

Suara.com - Baru-baru ini di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kasus virus antraks kembali dilaporkan. Demikian juga dengan virus rabies. Bali dikabarkan menjadi kawasan yang paling sering 'diganggu' virus ini.

Virus merupakan benda kecil yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang dan kebanyakan sangat berbahaya. Mereka dapat mempengaruhi setiap makhluk hidup, baik manusia, hewan, tumbuhan atau bahkan bakteri.

Berikut 10 virus paling berbahaya di dunia yang sudah dapat diidentifikasi para ahli dilansir topteny.com:

10. Ebola
Kasus ebola pertama dilaporkan dari Kongo, Afrika. Namanya seperti nama sungai di sana, Sungai Ebola. Belum lama ini para peneliti dunia mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menemukan obat yang mampu melawan virus Ebola. Puluhan dekade lalu, Ebola menjadi penyakit yang amat menakutkan, karena obatnya tak juga ditemukan.  Gejala-gejala Ebola dimulai dengan sakit kepala parah dan sakit tenggorokan. Jika keparahan meningkat, maka terjadi pendarahan hebat, baik internal maupun eksternal.

9. HIV/AIDS
Sama seperti virus Ebola, AIDS juga berasal dari Afrika. Mulanya penyakit ini juga belum memiliki obat, sehingga membuat gempar warga dunia. Saat ini, beberapa obat sudah digunakan untuk pengobatan, tapi sayang tidak semua negara memiliki akses atas obat-obatan ini. Virus HIV /AIDS sangat berbahaya, karena menghancurkan sistem kekebalan tubuh dan membuat korbannya rentan terhadap banyak infeksi dan penyakit lainnya.

8. Rabies
Rabies adalah penyakit tua, yang ditularkan melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, terutama anjing dan kelelawar. Korban yang digigit hewan rabies harus segera menuju ke rumah sakit terdekat dan mendapatkan perawatan melalui vaksinasi. Virus rabies akan menyusup ke sistem saraf pusat dan bisa menyebabkan kematian. Mereka yang terjangkit virus ini dinilai akan berubah menjadi zombie, karena pada beberapa kasus, korban menjadi gila dan melakukan tindak kekerasan.

7. Yellow Fever/Demam Kuning
Sama seperti beberapa virus mematikan sebelumnya, Yellow Fever juga dari Afrika. Virus ini ditularkan oleh gigitan nyamuk dan pernah dianggap sebagai salah satu penyakit yang mengancam jiwa. Gejala-gejala yang dialami misalnya, mual, demam, dan nyeri pada otot. Pada beberapa kasus ekstrem akan terjadi pendarahan dari mulut, hidung, perut, bahkan mata.

6. Lassa
Lassa adalah virus berbahaya yang berasal dari tikus dari Afrika Barat dan penyakit menyebar melalui udara. Bila menginfeksi korbannya, virus ini menyebabkan nyeri di dada, demam, pembengkakan pada wajah, dan dalam beberapa kasus menimbulkan tuli. Lassa merupakan virus yang mematikan, namun dapat diobati dengan antivirus.

5. Cacar
Virus ini disebarkan oleh manusia yang sakit kepada manusia lainnya. Ada berbagai jenis cacar yang berbeda, tapi umumnya bergejala sama, yaitu demam parah disertai dengan pustula cairan yang sepenuhnya menutupi kulit. Sebelum obatnya ditemukan, cacar bisa menyebabkan kematian. Namun saat ini, cacar bisa disembuhkan, dengan tetap meninggalkan bekas-bekas luka pada penderitanya.

4. Demam Berdarah
Virus penyakit ini berkembang di daerah tropis, yang dimulai dari Filipina dan Thailand. Penderita akan merasakan demam tinggi, sakit pada tulang dan otot.
Tanda-tanda lain terjangkitnya virus ini adalah mual, diare, perdarahan internal dan, pada kasus yang ekstrim dapat menyebabkan kematian. Virus demam berdarah tidak menular, namun belum ada obat yang mampu melawannya.

3. Hantavirus
Hantavirus merupakan penyakit yang disebabkan oleh hewan pengerat dan dikenal sebagai hantavirus paru sindrome. Kasus pertama dilaporkan pada 1993 di Amerika Serikat. Hantavirus tidak menyebar melalui manusia. Tanda-tanda penderita yang terinfeksi adalah sakit kepala parah, demam, sesak napas, dan dalam kasus yang ekstrem bisa menyebabkan syok kardiovaskular atau gagal ginjal akut.

2. Marburg
Marburg dianggap sebagai salah satu virus paling mematikan di dunia dan belum ada obatnya. Penyakit ini sangat menular dan dapat menyebar melalui kontak melalui sekresi tubuh. Virus ini diturunkan secara genetik, namun sangat jarang terjadi. Para penderitanya akan mengalami demam, perdarahan internal, dan eksternal, kegagalan beberapa organ yang sangat mungkin menyebabkan kematian.

1. HCV
HCV adalah virus Hepatitis C. Sebenarnya hepatitis adalah nama yang diberikan untuk sejumlah penyakit yang mempengaruhi hati, seperti Hepatitis A sampai E. Hepatitis C dianggap sebagai jenis yang paling berbahaya. Virus ditularkan melalui darah, terutama melalui transfusi darah, transplantasi organ, berbagi jarum, dan melalui hubungan seksual. Seorang perempuan hamil juga dapat menularkan virus HCV kepada bayinya, jika ia terinfeksi. Gejala-gejala penyakit ini baru akan muncul beberapa tahun kemudian, seperti kondisi hati yang rusak parah atau bahkan kanker hati. (Nessy Febrinastri)


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

16 Orang Kena Anthrax, Nasdem Minta Kemenkes Bertindak Cepat

16 Orang Kena Anthrax, Nasdem Minta Kemenkes Bertindak Cepat

Health | Senin, 23 Januari 2017 | 08:26 WIB

Kemenkes Minta Masyarakat Waspadai Tiga Penyakit Ini pada 2017

Kemenkes Minta Masyarakat Waspadai Tiga Penyakit Ini pada 2017

Health | Kamis, 29 Desember 2016 | 14:51 WIB

5 Peristiwa yang "Mengguncang" Dunia Sepanjang 2016

5 Peristiwa yang "Mengguncang" Dunia Sepanjang 2016

News | Senin, 26 Desember 2016 | 08:21 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB