Setiap Tahun 45 Persen Warga AS Meninggal Akibat Sakit Jantung

Ririn Indriani

Selasa, 14 Maret 2017 | 13:43 WIB
Setiap Tahun 45 Persen Warga AS Meninggal Akibat Sakit Jantung
Ilustrasi penyakit jantung. (Shutterstock)

Suara.com - Para peneliti dari Tufts Friedman School of Nutrition Science and Policy, Amerika Serikat (AS), memberlakukan survei kepada 16.000 orang secara nasional pada 1999-2012. Ribuan orang tersebut merupakan relawan yang ingin diketahui kondisi kesehatannya.

Renata Micha, salah satu ilmuwan dari Tufs, pernah menyatakan, lebih dari 700.000 orang AS meninggal, karena penyakit jantung, stroke atau diabetes setiap tahunnya.

Para peneliti melihat jenis-jenis makanan yang dikonsumsi para relawan, masing-masing 10 jenis yang dianggap berisiko terhadap jantung (kematian) dan 10 jenis yang tak berisiko terhadap jantung.

Berdasarkan penghitungan, makan terlalu banyak natrium (lebih dari 2.000 mg per hari) menyebabkan 9,5 persen kematian. Makan terlalu banyak daging olahan pun berisiko sama, menyumbang 8,2 persen kematian.

“Penelitian ini bertujuan untuk membantu identifikasi prioritas, panduan perencanaan kesehatan masyarakat, dan menginformasikan strategi untuk mengubah kebiasaan makan dan meningkatkan kesehatan,” ujar para peneliti dilansir nbcnews.com.

Sementara itu, The American Heart Association pernah menekankan, makanan merupakan faktor utama dalam mencegah kematian sekaligus pemicu sejumlah. Selama ini kematian akibat penyakit jantung, stroke atau diabetes di AS disebabkan karena terlalu banyak konsumsi daging, keju, biji-bijian olahan, gula dan garam.

Makanan-makanan yang disarankan untuk dikonsumsi, seperti minyak zaitun, vitamin D, magnesium, kalsium, antioksidan, produk susu, kakao, kopi, dan teh justru tak dikonsumsi sebanyak yang disarankan.

Jika ingin kesehatan yang maksimal disarankan untuk makan lebih banyak sayuran berdaun hijau, buah-buahan dan biji-bijian, dan asam lemak omega-3 yang ditemukan pada ikan.

Diet kaya sayuran, buah, minyak sayur, dan biji-bijian juga menekan risiko kanker, alzheimer dan diabetes.

Makanan yang disarankan untuk dikonsumsi demi mencegah penyakit jantung antara lain;kacang-kacangan, seafood yang kaya omega-3, sayur hijau daun, buah-buahan, biji-bijian, lemak tak jenuh ganda seperti minyak kedelai, minyak jagung, kenari dan minyak biji rami.

Adapun makanan yang tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi sebagai berikut: sodium, daging olahan, minuman manis, dan daging merah. (Nessy Febrinastri)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kena Stroke, Segera Bawa ke Dokter Sebelum 4 Jam, Mengapa?

Kena Stroke, Segera Bawa ke Dokter Sebelum 4 Jam, Mengapa?

Health | Minggu, 05 Februari 2017 | 09:59 WIB

Sering Makan Tak Tepat Waktu Bisa Berisiko Penyakit Jantung

Sering Makan Tak Tepat Waktu Bisa Berisiko Penyakit Jantung

Health | Rabu, 01 Februari 2017 | 10:16 WIB

Penyakit Ini Sebabkan Kematian Mendadak

Penyakit Ini Sebabkan Kematian Mendadak

Health | Minggu, 29 Januari 2017 | 11:03 WIB

Libur Panjang, Waspadai Risiko Kematian Akibat Serangan Jantung

Libur Panjang, Waspadai Risiko Kematian Akibat Serangan Jantung

Health | Kamis, 29 Desember 2016 | 10:07 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×