Menderita Melanoma, Ibu Ini Terpaksa Melahirkan dan Meninggal

Dythia Novianty | Risna Halidi | Suara.com

Minggu, 26 Maret 2017 | 09:18 WIB
Menderita Melanoma, Ibu Ini Terpaksa Melahirkan dan Meninggal
Danielle Janofsky menderita kanker kulit stadium IV. [Dailymail]

Suara.com - Seorang ibu terpaksa melahirkan anak keduanya tiga bulan lebih awal ketika secara tiba-tiba ia didiagnosis menderita kanker kulit stadium IV.

Ia adalah Danielle Janofsky. Danielle dan suaminya Max Janofsky, menantikan kelahiran anak kedua mereka sekitar bulan Mei atau Juni tahun ini. Namun pada Februari lalu atau ketika usia kehamilan masih enam bulan, Danielle terpaksa dilarikan ke dokter dengan alasan nyeri perut.

Sebelum pergi ke dokter, ia dan suaminya percaya bahwa semua akan baik-baik saja karena Danielle sangat rutin melakukan pemeriksaan kehamilan. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, dokter ternyata menemukan melanoma, penyakit yang diderita Danielle dua tahun lalu telah kembali.

Namun kali ini, kanker melanoma yang Danielle derita telah menyebar ke hati, ginjal, perut dan otaknya. Ia kemudian melahirkan putra mereka yang diberi nama Jake pada 24 Februari lalu melalui proses C-section di University of Pennsylvania Unit Perawatan Intensif Neonatal.

Sebelumnya, pasangan tersebut telah memiliki seorang putri berusia empat tahun, bernama Avery. Tiga hari kemudian atau pada 27 Februari, Danielle menghembuskan nafas terakhirnya.

Dua tahun lalu, Danielle memiliki tahi lalat dan diangkat setelah dokter mendiagnosisnya sebagai melanoma. Sang suami mengaku kepada situs NJ bahwa Danielle selalu pergi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan demi mengawasi masalahnya tersebut.

Melanoma adalah kanker kulit yang dapat sangat berbahaya. Aspek paling berbahaya dari melanoma adalah kemampuannya untuk menyebar ke bagian lain dari tubuh. Tahap IV melanoma, disebabkan ketika sel-sel melanoma menyebar melalui kelenjar getah bening ke organ tubuh seperti hati, paru-paru, tulang dan otak.

Seperti kanker lainnya, metastasis terjadi ketika melanoma tidak tertangkap pada tahap awal. Sering kali gejala terlihat setelah melanoma menyebar. Melanoma sendiri merupakan kanker paling cepat berkembang dan paling mematikan di AS. Ini juga merupakan kanker yang paling umum ditemukan pada orang usia muda antara usia 25-29.

Lebih dari 80 persen dari semua kanker kulit melanoma disebabkan overexposure matahari yang berlebihan. Mayoritas melanoma tahap awal, dapat disembuhkan dengan penghapusan sederhana. Tapi melanoma jauh lebih sulit untuk diobati pada tahap selanjutnya. Menggunakan tanning sebelum usia 30 meningkatkan risiko terkena melanoma hingga 75 persen. [Dailymail]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Alasan Wajib Pakai Tabir Surya saat Travelling

Ini Alasan Wajib Pakai Tabir Surya saat Travelling

Health | Kamis, 09 Maret 2017 | 09:30 WIB

Ini Risiko Kesehatan yang Mengincar si Rambut Merah

Ini Risiko Kesehatan yang Mengincar si Rambut Merah

Health | Selasa, 07 Maret 2017 | 09:59 WIB

Minum Anggur Putih Bisa Memicu Kanker Kulit?

Minum Anggur Putih Bisa Memicu Kanker Kulit?

Health | Jum'at, 13 Januari 2017 | 19:31 WIB

Orang Kaya Berisiko Terkena Kanker Kulit?

Orang Kaya Berisiko Terkena Kanker Kulit?

Health | Rabu, 22 Juni 2016 | 15:34 WIB

Cegah Kanker Kulit dengan Penggunaan Tabir Surya SPF 30

Cegah Kanker Kulit dengan Penggunaan Tabir Surya SPF 30

Health | Rabu, 20 April 2016 | 11:47 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB