Sakit Perut Bagian Bawah, Penyakit Apa?

Ririn Indriani | Suara.com

Selasa, 04 April 2017 | 11:54 WIB
Sakit Perut Bagian Bawah, Penyakit Apa?
Ilustrasi sakit perut. (Shutterstock)

Suara.com - Tanya:

Selamat siang Dokter,
Belakangan ini saya mengalami sakit perut bagian bawah. Rasanya seperti perih, serta ada sensasi agak panas. Rasa sakit itu membuat saya tidak nyaman dan mencoba mencari berbagai posisi saat tidur. Saya sudah datang ke klinik di salah satu rumah sakit dan mendapat obat maag. Namun, sampai hari ke empat ini rasa sakitnya belum hilang juga, bahkan setelah saya bangunn tidur. Penyakit apakah yang saya derita? Mohon penjelasan dan sarannya, Dok. Terima kasih.

CM

Jawab:

Selamat siang Saudara CM,
Dari keluhan yang Anda rasakan disebut dengan Penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Kondisi ini disebabkan oleh naiknya asam lambung menuju esofagus dan menimbulkan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada.

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan suatu gangguan pencernaan yang mempengaruhi Lower Esophageal Sphincter (LES), yakni cincin otot antara esofagus saluran makanan dari mulut ke lambung) dan lambung.

Penyebab GERD adalah kembalinya (refluks) asam lambung ke saluran esofagus. Normalnya ada otot di bagian bawah esofagus yang akan menutup setelah makanan masuk ke lambung.

Pada kasus GERD, otot tersebut melemah sehingga asam lambung yang seharusnya berada di lambung akhirnya naik ke atas ke esofagus dan menimbulkan iritasi daerah tersebut.

Terapi GERD adalah dengan obat yang dapat menetralkan asam lambung atau dengan mengurangi produksi asam, seperti antasida, omeprazole, lanzoprazole. Terapi GERD biasanya membutuhkan waktu lama, bisa sampai 2-3 bulan, biasanya perkembangan dilihat setiap 1-2 minggu.

Cara pengobatan kondisi GERD adalah dengan cara mengontrol produksi asam lambung melalui perubahan pola hidup (lifestyle modification, termasuk di dalamnya mengatur dan mengubah pola diet) ditambah dengan pemberian obat-obatan penghambat produksi asam lambung (seperti obat penghambat produksi asam lambung/proton pump inhibitor)

Perubahan pola hidup (lifestyle modification) yang bisa Anda lakukan sebagai berikut:
- Tidur dengan posisi kepala kira-kira 20 cm lebih tinggi dari badan
- Menurunkan berat badan hingga mencapai berat badan ideal (bila anda mempunyai berat badan berlebih atau kegemukan).
- Menghindari makan secara berlebihan/dalam porsi yang besar, makanlah dalam porsi yang kecil namun lebih sering.
- Hindari tidur berbaring dalam periode 3 jam setelah makan.
- Hindari bahan makanan/minuman yang bisa memicu produksi asam lambung berlebihan seperti: cokelat, kopi, soda, alkohol, mint, bawang merah, produk makanan yang mengandung tomat, dan jeruk yang asam.

Demikian penjelasan yang dapat disampaikan, semoga membantu. Terima kasih.

Dijawab oleh: dr. Adnan Yusuf
Sumber: https://meetdoctor.com/

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Siklus Haid Tak Teratur Karena Kontrasepsi, Apa Solusinya?

Siklus Haid Tak Teratur Karena Kontrasepsi, Apa Solusinya?

Health | Senin, 03 April 2017 | 18:20 WIB

Tentang Darah Tinggi Saat Kehamilan

Tentang Darah Tinggi Saat Kehamilan

Health | Senin, 03 April 2017 | 13:55 WIB

Maag Sering Kambuh, Begini Cara Mengatasinya

Maag Sering Kambuh, Begini Cara Mengatasinya

Health | Rabu, 22 Maret 2017 | 13:50 WIB

Gigi Bungsu Terasa Nyeri, Berbahayakah?

Gigi Bungsu Terasa Nyeri, Berbahayakah?

Health | Selasa, 21 Maret 2017 | 14:20 WIB

Terkini

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB