Ekstrak Biji Mahoni Bisa Sembuhkan Diabetes Kucing

Tomi Tresnady Suara.Com
Minggu, 09 April 2017 | 05:16 WIB
Ekstrak Biji Mahoni Bisa Sembuhkan Diabetes Kucing
Buah dan biji mahoni. [shutterstock]

Suara.com - Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan IPB Prof Tutik Wresdiyati mengembangkan pakan kucing berbasis ekstrak biji mahoni yang terbukti dapat mencegah obesitas dan diabetes pada hewan peliharaan terutama anjing dan kucing.

"Produk ini kami beri nama 'Mohabes'. Inovasi pakan dari biji mahoni mengandung antioksidan-flavonoid serta komponen fitokimia dan alkaloid, steroid, saponin, triterpenoid, dan hidroquinon," kata Tutik, dalam orasi selaku guru besar IPB, di Kampus Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/4/2017).

Ia menjelaskan, pakan kucing berbasis ekstrak biji mahoni terbukti dapat mencegah obesitas dan diabetes pada kucing. Inovasi tersebut telah mendapat penghargaan sebagai salah satu dari 108 inovasi terpilih Indonesia tahun 2016 dari "Business Innovation Center."

"Saat ini Mohabes siap untuk dikembangkan dengan mitra produsen pakan kucing," katanya lagi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penyakit diabetes mellitus (DM) dilaporkan banyak terjadi pada hewan kesayangan terutama anjing dan kucing. Tetapi, DM pada hewan biasanya disebabkan oleh faktor kegemukan, genetik, serta pengaruh obat yang menyebabkan inflamasi pankreas.

Secara genetik, lanjutnya, DM muncul pada ajing betina dan kucing jantan. Beberapa obat seperti glukokortikoid dapat menggunakan cara kerja insulin dan menyebabkan terjadi diabetes.

"Beberapa hasil penelitian menunjukkan penderita penyakit degeneratif berada dalam kondisi stres oksidasi. Antioksidan merupakan penangkal radikal bebas," katanya pula.

Menurutnya, antioksidan eksogen yang bersumber dari bahan alam dapat menanggulangi beberapa penyakit degeneratif dan meningkatkan status antioksidan tubuh serta menghambat laju kerusakan sel, jaringan dan organ tubuh.

"Ada beberapa bahan alam sumber antioksidan yang dapat digunakan, yakni jahe emprit, buah pare, rumput laut, teripang laut, bawang dayak, klorofil daun singkong, daun cengkeh, virgin coconut oil, biji mahoni, dan probiotik, isoflavon, Zn, vitamin E, dan tempe," katanya pula.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Warga Pasuruan Ditangkap Densus 88

Antioksidan, lanjutnya, merupakan penangkal oksidan atau radikal bebas, bekerja dengan cara memutus reaksi berantai atau menginaktivasi ROS dan menghasilkan radikal yang kurang reaktif (antioksidan primer), mencegah terjadi reaksi berantai, seperti mengkelat atau menginaktivasi logam, scavenger oksigen singlet atau dengan mendetoksifikasi ROS (antioksidan sekunder), serta memperbaiki molekul-molekul yang teroksidasi, juga memperbaiki kerusakan sel dan jaringan akibat serangan radikal bebas (antioksidan tersier).

"Antioksidan salah satu solusi yang tepat dalam menanggulangi penyakit degeneratif, sehingga dapat mengurangi produksi dan keganasan radikal bebas," katanya lagi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI