Menkes Diminta Serius Tangani 5 Penyakit Tertinggi di Indonesia

Adhitya Himawan | Suara.com

Sabtu, 27 Mei 2017 | 13:34 WIB
Menkes Diminta Serius Tangani 5 Penyakit Tertinggi di Indonesia
Suasana Rumah Sakit Harapan Bunda, Jakarta Timur, Jumat (15/7). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Peneliti ReIde Indonesia Riyanda Barmawi berpandangan, secara umum masyarakat Indonesia belum memiliki kualitas kesehatan yang baik. Banyak faktor yang mempengaruhinya, diantaranya pola konsumsi yang tidak sehat, pola hidup, dan masih banyak lagi. Riyanda dengan menukil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 mencatat, terdapat lima (5) penyakit dengan prevalensi tertinggi di Indonesia yang menyebar di 33 provinsi di Indonesia.

Pertama, Hipertensi atau tekanan darah tinggi. Penyakit ini menduduki prevalensi tertinggi di Indonesia, yaitu lebih dari seperempat, atau 25,8 persen. Riyanda mengatakan, Hipertensi bisa merusak organ tubuh dan pemicu gagal ginjal, stroke, dan jantung. Hipertensi bisa terjadi karena banyaknya asupan yang cenderung menghambat atau menyempitkan aliran darah, seperti konsumsi garam berlebihan, lemak tak jenuh.

“Data Riskesdas 2013 menyebutkan, Hipertensi banyak ditemukan di 3 (tiga) provinsi di Indonesia, yakni Bangka Belitung 30,9 persen, Kalimantan Selatan 30,8 persen, dan Kalimantan Timur 29,6 persen,” ujar Riyanda di Jakarta, Jumat (26/5/2017).

Riyanda melanjutkan, penyakit kedua adalah penyakit Sendi, yang prevalensinya mencapai 24,7 persen. Penyakit sendi terjadi karena adanya penumpukan kristal asam urat di jaringan ikat. Misalnya, di daerah lutut, pangkal lengan, pergelangan tangan maupun kaki dan daerah-daerah yang bersendi. Gejalanya berupa nyeri, disertai kekakuan, merah, pembengkakan, yang bukan karena benturan ataupun kecelakaan.

Berdasarkan data Riskesdas 2013, tiga provinsi dengan prevalensi penyakit sendi tertinggi adalah Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar 33,1 persen, Jawa Barat sebesar 32,1 persen, dan Bali sebesar 30,0 persen.

“Langkah mengatasi penyakit sendi yakni dengan menjaga pola makan, cukup asupan kalsium dan vitamin sendi lainnya, serta rajin olah raga. Jangan lupa dengan memperbanyak minum air putih, susu, buah-buahan ceri, seledri, jeruk dan sumber multivitamin lainnya,” ujarnya.

Ketiga, penyakit Hepatitis B. Secara nasional prevalensinya mencapai 21,8 persen, atau menempati urutan tertinggi. Hepatitis B merupakan penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Sebenarnya penyakit hati ini bukan saja karena virus, tetapi juga akibat paparan bahan kimia berbahaya, karena hati berfungsi untuk menetralkan racun di dalam tubuh.

“Provinsi dengan prevalensi tertinggi hepatitis B, yaitu Bangka Belitung 48,2 persen, Maluku 47,6 persen, dan DKI Jakarta 37,7 persen,” ujar dia.

Keempat, serangan stroke. Dikatakan Riyanda, prevalensi serangan stroke mencapai 12,1 persen. Stroke merupakan penyakit yang datanya paling pesat peningkatannya. Pada tahun 2007 prevalensinya berkisar pada angka 8,3 persen. Jumlah ini meningkat tajam pada tahun 2013 menjadi 12,1 persen. Prevalensi stroke ada di DI Yogyakarta 16,9 persen,  Sulawesi Tengah 16,6 persen, dan Jawa Timur 16,0 persen.

Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO), mendefinisikan stroke sebagai penyakit karena deficit fungsi susunan syaraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah di otak.

“Stroke banyak dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat, pola makan sembarangan yang mengakibatkan penyempitan pembuluh darah di otak, gampang stress, kurang gerak. Apalagi dengan pola hidup perkotaan di mana mobilitas sangat tergantung kepada alat transportasi, bukan aktivitas fisik,” beber dia.

Kelima, balita kurang gizi. Penyakit ini sangat paradoksal di tengah pola konsumsi masyarakat yang mulai tidak terkontrol. Prevalensi balita kurang gizi mencapai 19,6 persen. Keadaan ini sangat memprihatinkan, sebab hampir 1 dari 5 balita di Indonesia mengidap kurang gizi. Sementara, provinsi dengan prevalensi balita kurang gizi tertinggi adalah NTT 35 persen, Papua 32 persen, dan Maluku 30 persen.

“Data stunting atau balita pendek juga mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, yaitu 37,2 persen pada tahun 2013, meningkat dari data tahun 2010 sebesar 35,6 persen. Jadi, anak-anak Indonesia sudah kurang gizi, pendek pula,” terang dia.

Dalam konteks inilah, Menteri Kesehatan selaku pembantu Presiden, sudah seharusnya lebih meningkatkan langkah preventif dan promotif melalui kampanye hidup sehat, termasuk rajin olah raga di masyarakat Indonesia. Hal ini agar visi mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat terwujud.

“Kami berharap, Menteri Kesehatan beserta jajaran bekerja lebih giat, sehingga cita-cita masyarakat Indonesia yang sehat akan mewujud,” tukas dia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terus Terpapar Polusi, Picu Serangan Jantung

Terus Terpapar Polusi, Picu Serangan Jantung

Health | Sabtu, 27 Mei 2017 | 11:52 WIB

Jangan Tidur Setelah Sahur, Ini yang Akan Terjadi

Jangan Tidur Setelah Sahur, Ini yang Akan Terjadi

Health | Sabtu, 27 Mei 2017 | 08:50 WIB

Ini Dampaknya Bila Haid di Bawah Usia 10 Tahun

Ini Dampaknya Bila Haid di Bawah Usia 10 Tahun

Health | Jum'at, 26 Mei 2017 | 18:02 WIB

Ingat, Wajib Ganti Pembalut 3-6 Kali Sehari Saat Haid!

Ingat, Wajib Ganti Pembalut 3-6 Kali Sehari Saat Haid!

Health | Jum'at, 26 Mei 2017 | 19:41 WIB

Studi: Cokelat Bisa Kurangi Risiko Denyut Jantung Tak Teratur

Studi: Cokelat Bisa Kurangi Risiko Denyut Jantung Tak Teratur

Health | Kamis, 25 Mei 2017 | 17:40 WIB

IndoHCF Dorong Inovator Lokal Tembus Global

IndoHCF Dorong Inovator Lokal Tembus Global

Press Release | Kamis, 25 Mei 2017 | 16:44 WIB

Ingin Terhindar dari Stroke? Ini Saran dari Peneliti

Ingin Terhindar dari Stroke? Ini Saran dari Peneliti

Health | Kamis, 25 Mei 2017 | 15:21 WIB

Mengenal Stroke, Penyakit yang Pernah Diderita Cahyono

Mengenal Stroke, Penyakit yang Pernah Diderita Cahyono

Health | Kamis, 25 Mei 2017 | 14:15 WIB

"Mood" Sering Berubah dan 'BB' Sulit Turun? Awas Gangguan Tiroid!

"Mood" Sering Berubah dan 'BB' Sulit Turun? Awas Gangguan Tiroid!

Health | Rabu, 24 Mei 2017 | 16:00 WIB

Awas, Bahaya Ini Mengincar Lelaki yang Kurang Tidur!

Awas, Bahaya Ini Mengincar Lelaki yang Kurang Tidur!

Health | Rabu, 24 Mei 2017 | 19:46 WIB

Terkini

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB