Menakjubkan, Menyusui Pangkas Risiko Kanker Rahim

Ririn Indriani, Risna Halidi

Kamis, 01 Juni 2017 | 10:05 WIB
Menakjubkan, Menyusui Pangkas Risiko Kanker Rahim
Ilustrasi ibu menyusui. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah Studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari QIMR Berghofer Medical Research Institute, Australia mengatakan bahwa perempuan yang menyusui memiliki risiko yang jauh lebih rendah terkena kanker rahim.

"Kami mendapati bahwa semakin lama perempuan menyusui anaknya, semakin rendah risiko kanker rahim, sampai sembilan bulan ketika pengurangan risiko Plateaued," ucap kepala tim penelitian Penyebab Kanker dan Perawatan di QIMR Berghofer, Susan Jordan mengatakan kepada Xinhua seperti yang dikutip dari zeenews.com.

Untuk penelitian ini, tim QIMR Berghofer menganalisis data yang dikumpulkan dari lebih 26.000 perempuan Australia, dengan lebih dari 9.000 orang yang memiliki kanker rahim.

"Kami melihat jumlah total waktu yang perempuan-perempuan ini telah menghabiskan waktu menyusui selama hidup mereka," papar Jordan.

Tak hanya itu, lanjut dia, studi juga menemukan bahwa perempuan yang pernah menyusui memiliki risiko 11 persen lebih rendah terkena kanker rahim daripada perempuan yang tidak pernah menyusui.

Hasil tersebut juga merupakan korelasi yang menarik antara durasi menyusui dengan penurunan kemungkinan terkena kanker rahim. Perempuan yang menyusui selama tiga sampai enam bulan memiliki tujuh persen lebih sedikit risiko kanker, sementara perempuan yang menyusui selama enam sampai sembilan bulan berisiko 11 persen lebih rendah.

"Dengan kata lain, seorang perempuan yang menyusui dua anak selama sembilan bulan masing-masing memiliki sekitar 22 persen lebih rendah terkena risiko kanker rahim daripada perempuan yang tidak pernah menyusui anak-anaknya," jelas Jordan.

Namun, tidak setiap perempuan mampu menyusui, dan Jordan mengatakan ada hal lain yang perempuan dapat lakukan untuk menurunkan risiko kanker endometrium, atau rahim.

"Memiliki bayi mengurangi risiko Anda, minum pil kontrasepsi oral juga dapat mengurangi risiko kanker endometrium, tapi mungkin hal terbaik yang harus dilakukan adalah memastikan Anda memiliki gaya hidup sehat," imbuhnya.

Selain itu perempuan dianjurkan pula untuk makan dengan baik, hindari kenaikan berat badan, dan terarur olahraga. Itu semua, kata Jordan, merupakan kunci untuk mengurangi risiko kanker rahim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menyusui Bayi di Malam Hari Bisa Cegah Kehamilan

Menyusui Bayi di Malam Hari Bisa Cegah Kehamilan

Health | Minggu, 25 Desember 2016 | 16:45 WIB

Apakah Ukuran Payudara Pengaruhi Produksi ASI?

Apakah Ukuran Payudara Pengaruhi Produksi ASI?

Lifestyle | Kamis, 18 Agustus 2016 | 18:01 WIB

ASI Tak Keluar Usai Melahirkan, Ini Penyebabnya

ASI Tak Keluar Usai Melahirkan, Ini Penyebabnya

Health | Selasa, 09 Agustus 2016 | 15:09 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

Geger Penemuan Mayat Pria Terbungkus Karung Ditemukan di Bawah Tol Bocimi

Geger Penemuan Mayat Pria Terbungkus Karung Ditemukan di Bawah Tol Bocimi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 21:52 WIB

×