Hati-hati Suntik Vitamin C Saat Puasa, Ini Bahayanya bagi Tubuh!

Ririn Indriani

Kamis, 01 Juni 2017 | 19:46 WIB
Hati-hati Suntik Vitamin C Saat Puasa, Ini Bahayanya bagi Tubuh!
Ilustrasi suntik vitamin C. (Shutterstock)

Suara.com - Selain memenuhi kebutuhan vitamin C dari makanan segar dan suplemen multivitamin untuk menjaga daya tahan tubuh, beberapa orang juga rutin ke dokter untuk mendapatkan suntik vitamin C. Tapi, apakah aman melakukan suntik vitamin C saat puasa?

Suntik adalah metode yang paling efektif untuk mengonsumsi vitamin C daripada lewat jalur oral, baik diminum bentuk suplemen maupun makanan segar. Ini karena vitamin tidak harus dicerna dalam lambung terlebih dahulu, yang membuat penyerapan dosis vitamin bisa jadi tak maksimal.

Dengan suntikan, tubuh Anda bakal menyerap dosis penuh vitamin C yang dialirkan langsung lewat pembuluh darah menuju sel-sel yang ditargetkan.

Vitamin C itu sendiri dikenal karena ragam fungsinya bagi kesehatan — mulai dari membantu penyembuhan luka, pembentukan kolagen, hingga menjaga kesehatan gigi dan tulang. Vitamin C juga dipercaya mampu meningkatkan kekebalan tubuh Anda dengan merangsang produksi sel darah putih.

Sementara itu, kandungan antioksidan dalam vitamin C dapat membantu meningkatkan energi, sehingga dapat mencegah Anda dari kelelahan. Vitamin ini juga berfungsi mendukung fungsi vital dalam tubuh Anda, salah satunya adalah fungsi kelenjar adrenal. Kelenjar adrenal adalah kelenjar yang mengatur hormon pemicu stres dan kelelahan.

Selain itu, Vitamin C juga bekerja melindungi Anda dari anemia, karena vitamin ini diperlukan untuk penyerapan zat besi yang lebih optimal. Dengan segala fungsinya tersebut, tak mengherankan bahwa vitamin C dapat  benar-benar membantu Anda meningkatkan dan memelihara daya tubuh.

Tak hanya untuk terapi penyakit, suntik vitamin C juga terkenal untuk mencerahkan kulit. Ini dikarenakan seperti dilansir hellosehat.com, vitamin C merupakan sumber antioksidan yang baik dan dapat menangkal efek buruk radikal bebas penyebab penuaan dini.

Kerusakan kulit akibat paparan radikal bebas dari sinar matahari dapat mengakibatkan penggelapan warna kulit yang bikin kulit kering dan kusam, serta timbulnya keriput.

Bolehkah suntik vitamin C saat puasa?
Beberapa ahli kesehatan terkemuka tidak menganjurkan Anda untuk suntik vitamin C saat puasa. Rutin menerima suntikan vitamin C dosis tinggi bisa memicu risiko overdosis vitamin C.

Dosis umum untuk suntik vitamin C rata-rata adalah 500 mg sampai 1 g. Namun dosis besar hingga 25 g bisa diberikan jika diperlukan.

Anda juga harus mempertimbangkan asupan vitamin C murni dari makanan dan suplemen multivitamin selama bulan puasa. Nyatanya, kebutuhan vitamin C harian orang dewasa hanya berkisar antara 75–90 mg per harinya.

Sementara batas maksimum vitamin C dalam satu hari yang diperbolehkan adalah 2000 mg. Jika Anda mengonsumsi vitamin C melebihi batas aman ini, Anda bisa mengalami muntah, refluks asam lambung (heartburn), sakit kepala, insomnia, hingga batu ginjal.

Pemberian suntik vitamin C dalam dosis tinggi sebenarnya hanya diperlukan untuk orang-orang yang mengalami defisiensi vitamin C berat, misalnya pasien kanker atau kondisi scurvy.

Kebanyakan mengonsumsi vitamin C mengurangi efektivitas beberapa pengobatan tertentu, serta memberi dampak kebalikan dari manfaatnya. Misalnya, pada dosis tertentu, vitamin C dapat digunakan untuk mencegah penyakit katarak.

Namun mengonsumsi vitamin C dalam dosis yang berlebihan justru meningkatkan risiko Anda terkena katarak. Kandungan vitamin C yang berlebihan dalam tubuh juga dapat memperburuk kondisi hemokromatosis jika Anda memilikinya.

Hemokromatosis adalah penyakit genetik yang membuat tubuh menyerap terlalu banyak zat besi dari makanan yang masuk ke dalam tubuh. Penyakit ini sering kali menyerang hati, jantung, dan pankreas.

Hal ini karena vitamin C berperan dalam penyerapan zat besi yang terjadi dalam tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Sahur Justru Bikin Bobot Melonjak, Kok Bisa?

Tak Sahur Justru Bikin Bobot Melonjak, Kok Bisa?

Health | Kamis, 01 Juni 2017 | 15:33 WIB

Sakit Kepala saat Puasa? Begini Cara Mengatasinya

Sakit Kepala saat Puasa? Begini Cara Mengatasinya

Health | Rabu, 31 Mei 2017 | 15:00 WIB

Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Tak Merokok Selama Puasa Ramadan

Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Tak Merokok Selama Puasa Ramadan

Health | Rabu, 31 Mei 2017 | 10:18 WIB

Terkini

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:40 WIB

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:06 WIB

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Health | Senin, 13 Juli 2026 | 14:59 WIB

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

×