Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Dinda Rachmawati

Selasa, 14 Juli 2026 | 19:06 WIB
Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma
Ilustrasi Plasma Darah (Freepik)
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia bermitra dengan Takeda membangun ekosistem produk obat derivat plasma untuk meningkatkan akses terapi kesehatan nasional.
  • Takeda menginvestasikan dana senilai Rp539 miliar guna membangun bank plasma pertama yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2027.
  • Inisiatif ini bertujuan memperkuat ketahanan sistem kesehatan dan mengembangkan kemampuan manufaktur produk biofarmasi berteknologi tinggi di Indonesia.

Suara.com - Kebutuhan terhadap produk obat derivat plasma (PODP) terus meningkat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Obat yang dihasilkan dari plasma darah ini digunakan untuk membantu menangani berbagai kondisi serius, mulai dari gangguan sistem kekebalan tubuh, kelainan pembekuan darah, hingga sejumlah penyakit langka. 

Namun, ketersediaannya masih menjadi tantangan karena bergantung pada pasokan plasma dan proses pengolahan yang kompleks.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pemerintah Indonesia bersama perusahaan biofarmasi global Takeda mengumumkan kemitraan strategis guna membangun ekosistem PODP di Tanah Air. 

Langkah ini melibatkan Kementerian Kesehatan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Dalam kerja sama tersebut, Kementerian Kesehatan menetapkan Takeda sebagai industri farmasi yang dapat menyelenggarakan fraksionasi plasma. 

Penetapan ini memungkinkan perusahaan melakukan pengumpulan plasma dan proses fraksionasi secara bertahap sebagai bagian dari pengembangan ekosistem industri plasma nasional.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan penguatan ekosistem plasma merupakan bagian dari upaya membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap terapi penting.

"Inisiatif ini mencerminkan komitmen Pemerintah Indonesia untuk membangun industri strategis di sektor kesehatan dan memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap pengobatan penting dan inovatif. Melalui kemitraan dengan Takeda, kami berharap dapat memperkuat sistem kesehatan nasional sekaligus mempersiapkan Indonesia menghadapi tantangan kesehatan di masa depan," ujar Budi.

Sebagai tahap awal, Takeda akan menginvestasikan hingga USD30 juta atau sekitar Rp539 miliar dalam dua tahun untuk membangun beberapa bank plasma di Indonesia. 

baca juga

Keberadaan bank plasma menjadi fondasi penting dalam ekosistem PODP karena berfungsi mengumpulkan plasma berkualitas tinggi dari para donor sebelum diproses menjadi bahan baku obat.

Tahap awal tersebut juga akan menjadi bahan evaluasi sebelum dikembangkan menjadi jaringan bank plasma nasional. 

Seluruh proses pengumpulan plasma nantinya mengacu pada standar mutu dan regulasi internasional, sekaligus diharapkan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan dan transfer pengetahuan.

President Plasma-Derived Therapies Takeda, Ramy Riad, mengatakan pembangunan ekosistem plasma membutuhkan komitmen jangka panjang agar masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap terapi berbasis plasma.

"Kemitraan ini menunjukkan komitmen Takeda untuk memperluas akses terhadap PODP sekaligus mendukung pembangunan ekosistem plasma yang berkelanjutan di Indonesia. Sejak menghadirkan PODP pertama kami di Indonesia pada awal tahun ini hingga investasi dalam infrastruktur industri plasma dari hulu ke hilir, kami bangga dapat memperluas kerja sama dengan Pemerintah Indonesia," katanya.

Menurut Ramy, pengalaman global Takeda diharapkan dapat mendukung target Indonesia dalam memperkuat layanan kesehatan, menciptakan lapangan kerja dengan keterampilan tinggi, serta meningkatkan ketersediaan terapi yang dibutuhkan pasien.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:24 WIB

Dugaan Perundungan PPDS Anestesi Unsrat Diaudit, Kemenkes Target Rampung 2 Pekan

Dugaan Perundungan PPDS Anestesi Unsrat Diaudit, Kemenkes Target Rampung 2 Pekan

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:02 WIB

Penderita TBC Bakal Terima MBG? Begini Penjelasan Menkes

Penderita TBC Bakal Terima MBG? Begini Penjelasan Menkes

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:32 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×