Peneliti Singapura Kembangkan Bir yang Baik Bagi Tubuh, Kok Bisa?

Dythia Novianty, Risna Halidi

Kamis, 29 Juni 2017 | 18:36 WIB
Peneliti Singapura Kembangkan Bir yang Baik Bagi Tubuh, Kok Bisa?
Ilustrasi bir. (shutterstock)

Suara.com - Pecinta bir, waktunya bergembira. Pasalnya, sekelompok ilmuwan telah menciptakan bir asam probiotik yang dipercaya dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

Bir baru yang dibuat oleh para peneliti dari National University of Singapore (NUS), menggabungkan strain probiotik Lactobacillus paracasei L26. Tehnik ini merupakan yang pertama kali diisolasi dari usus manusia dan memiliki kemampuan untuk menetralkan racun dan virus, serta mengatur sistem kekebalan tubuh.

Studi telah menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan dan minuman dengan probiotik hidup, akan lebih efektif dalam memberikan kesehatan daripada memakan probiotik yang tidak aktif.

Saat ini, rekomendasi dari International Scientific Association for Probiotics and Prebiotics adalah memiliki minimal satu miliar probiotik per porsi untuk bisa mendapatkan manfaat kesehatan maksimal.

"Sementara bakteri baik sering hadir dalam makanan yang telah difermentasi, saat ini tidak ada bir di pasar yang mengandung probiotik," kata Chan Mei Zhi Alcine dari NUS.

"Mengembangkan probiotik hidup dalam bir adalah prestasi yang menantang karena bir mengandung asam hop yang mencegah pertumbuhan dan kelangsungan hidup probiotik," tambah Alcine.

Peneliti membutuhkan sekitar sembilan bulan untuk menghasilkan resep ideal yang mencapai jumlah optimal probiotik hidup dalam bir. Dengan menyebarkan probiotik dan ragi dalam kultur murni dan memodifikasi proses pembuatan bir dari fermentasi konvensional, para peneliti akhirnya berhasil meningkatkan dan mempertahankan jumlah hidup strain probiotik.

"Untuk bir ini, kami menggunakan bakteri asam laktat sebagai mikroorganisme probiotik. Ini akan memanfaatkan gula yang hadir di wort untuk menghasilkan asam laktat, menghasilkan bir dengan rasa tajam dan asam," kata Alcine.

"Produk akhir, yang memakan waktu sekitar sebulan untuk menyeduh, memiliki kandungan alkohol sekitar 3,5 persen" katanya lagi.

Kini, tim peneliti NUS telah mengajukan hak paten untuk melindungi resep pembuatan bir asam probiotik tersebut.

"Manfaat kesehatan umum yang terkait dengan konsumsi makanan dan minuman dengan strain probiotik telah mendorong permintaan secara dramatis," kata Liu Shao Quan, Associate Professor di NUS.

"Dalam beberapa tahun terakhir, konsumsi bir juga semakin populer. Saya yakin bahwa bir ramah probiotik akan diterima dengan baik oleh peminum bir, karena mereka sekarang dapat menikmati bir mereka dan menjadi sehat," katanya. [Zeenews]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bir Ini Bisa Menambah Hasrat Seks Lho!

Bir Ini Bisa Menambah Hasrat Seks Lho!

Lifestyle | Jum'at, 19 Mei 2017 | 20:00 WIB

Lupakan Parasetamol, Bir Juga Bisa Hilangkan Rasa Sakit Lho!

Lupakan Parasetamol, Bir Juga Bisa Hilangkan Rasa Sakit Lho!

Health | Selasa, 02 Mei 2017 | 12:43 WIB

Ini Alasan Kenapa Rata-rata Botol Bir Berwarna Hijau dan Cokelat

Ini Alasan Kenapa Rata-rata Botol Bir Berwarna Hijau dan Cokelat

Lifestyle | Sabtu, 18 Maret 2017 | 20:31 WIB

Bir Rasa Caramel Ini Cocok Temani Makan Malam Anda

Bir Rasa Caramel Ini Cocok Temani Makan Malam Anda

Lifestyle | Sabtu, 25 Februari 2017 | 10:01 WIB

Hah, Latihan Yoga Sambil Minum Bir Diyakini Bisa Bikin Rileks

Hah, Latihan Yoga Sambil Minum Bir Diyakini Bisa Bikin Rileks

Health | Kamis, 02 Februari 2017 | 11:12 WIB

Pengusaha Bir Ini Bagi Warisan ke Warga Desa Rp40 M per Orang

Pengusaha Bir Ini Bagi Warisan ke Warga Desa Rp40 M per Orang

News | Sabtu, 26 November 2016 | 07:41 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB