Studi Sebut Diet Ini Hanya Berlaku bagi Orang Kaya

Dythia Novianty, Firsta Nodia

Senin, 07 Agustus 2017 | 10:28 WIB
Studi Sebut Diet Ini Hanya Berlaku bagi Orang Kaya
Ilustrasi diet mediteraia. (Shutterstock)

Suara.com - Anda tentu pernah mendengar diet mediterania, dimana pelaku diet akan mengonsumsi buah-buahan, sayuran, ikan dan biji-bijian untuk menjaga kesehatan jantung. Namun, studi terkini yang dilakukan di Italia menemukan bahwa hanya kalangan menengah atas yang mungkin menerapkan diet mediterania ini.

Untuk mendapatkan temuan ini, peneliti menganalisis data status kesehatan dari 18.991 peserta berusia 35 tahun ke atas. Peneliti menemukan bahwa diet mediterania dapat menurunkan risiko mengidap penyakit kardiovaskular sebesar 15 persen.

Namun, ketika para peneliti memeriksa kelompok yang berbeda dalam populasi tersebut, manfaat kardiovaskular tersebut hanya berlaku untuk orang berpenghasilan lebih dari 40.000 euro per tahun atau sekitar Rp 626 juta.

"Untuk kelompok sosio ekonomi lainnya, tidak ada manfaat yang didapat dengan diet Mediterania," ujar Marialaura Bonaccio, peneliti utama di IRCCS Istituto Neurologico Mediterraneo Neuromed.

Penjelasan yang mungkin untuk temuan tersebut adalah bahwa orang kaya dan berpendidikan tinggi lebih cenderung mengonsumsi berbagai macam buah dan sayuran, memilih roti gandum utuh, dan memasak dengan metode yang sehat, seperti merebus atau mengukus bukan menggoreng atau memanggang.

"Perbedaan ini tampaknya didorong oleh fakta bahwa orang-orang dalam status sosial ekonomi yang lebih tinggi mengonsumsi jumlah biji-bijian, makanan organik, vitamin D, kalsium, serat, polifenol dan antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan kalangan masyarakat menengah ke bawah," kata James DiNicolantonio, ilmuwan di bidang riset kardiovaskular.

Bonaccio dan DiNicolantonio memperingatkan bahwa penelitian observasional ini bukan untuk membuktikan bahwa status sosial ekonomi mempengaruhi kesehatan jantung, namun mengungkapkan hubungan antara keduanya.

Studi ini juga menghubungkan antara status sosial ekonomi yang rendah dengan kesehatan yang lebih buruk. Mereka dengan status ekonomi rendah, cenderung kurang maksimal dalam menjalani diet mediterania yang tergolong mahal.

Untuk meningkatkan akses, Bonaccio menyarankan masyarakat untuk memprioritaskan konsumsi makanan bergizi dan bervariasi.

baca juga

"Setiap orang mungkin sadar bahwa mengonsumsi buah dan sayuran sangat baik untuk kesehatan, namun hanya sedikit yang tahu bahwa variasi pada makanan semacam itu sama pentingnya dengan kuantitas," tandasnya. [Huffington Post]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Diet Mediterania Cegah Obesitas

Studi: Diet Mediterania Cegah Obesitas

Health | Jum'at, 19 Mei 2017 | 14:11 WIB

Diet Ini Diklaim Bisa Kurangi Risiko Kanker Payudara

Diet Ini Diklaim Bisa Kurangi Risiko Kanker Payudara

Health | Rabu, 16 September 2015 | 11:14 WIB

Diet Mediterania Pangkas Risiko Serangan Jantung

Diet Mediterania Pangkas Risiko Serangan Jantung

Health | Selasa, 18 November 2014 | 14:00 WIB

Terkini

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

×