Ini "PR" Pemerintah di Bidang Kesehatan yang Belum Terpecahkan

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Senin, 07 Agustus 2017 | 13:41 WIB
Ini "PR" Pemerintah di Bidang Kesehatan yang Belum Terpecahkan
Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek.

Suara.com - Salah satu pekerjaan rumah pemerintah di bidang kesehatan yang belum juga terpecahkan adalah masih tingginya angka balita gizi buruk di Indonesia. Laporan Global Nutrition 2016 menunjukkan bahwa Indonesia menempati urutan ke-108 di dunia dengan kasus gizi buruk terbanyak.

Dengan posisi ini status gizi masyarakat Indonesia masih lebih buruk dari Laos yang berada di urutan 124, Timor Leste (132). Posisi ini bahkan lebih tinggi di antara negara-negara di ASEAN, seperti Thailand (46) Malaysia (47), Vietnam (55), Brunei (55), Philipina (88), bahkan Kamboja (95).

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menyebut bahwa masalah kasus gizi bukan sepenuhnya tanggung jawab Kementerian Kesehatan semata, namun juga dibutuhkan dukungan sektor lain. Ia menyebut bahwa selama ini pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengentaskan kasus gizi buruk di Indonesia.

"Kita sudah melakukan banyak hal. Kita berikan pemberian makanan tambahan (PMT) pada ibu hamil pada anak-anak sekolah. Kerja sama semua sektor itu penting, karena kita harus punya ketahanan pangan, akses air bersih merata di seluruh Indonesia dan itu tidak bisa dilakukan oleh Kementerian Kesehatan saja," ujar Menkes Nila pada malam apresiasi Health Nutrition Journalist Academy di Jakarta, belum lama ini.

Menkes juga menyebut bahwa pemenuhan gizi pada ibu hamil juga menjadi upaya penting untuk mengentaskan kasus gizi buruk di Indonesia. Itu sebabnya ia mengingatkan kaum hawa untuk hamil yang direncanakan agar dapat mencegah janin yang dikandung mengalami gizi buruk setelah kelahiran.

"Kalau ibu hamil gizinya kurang ya anak yang dilahirkan juga akan mengalami kekurangan gizi. Jadi itu yang saya pesankan, kalau mau hamil, hamil yang direncanakan, jangan sampai kekurangan gizi saat hamil karena akan berdampak pada bayinya juga," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cegah DBD, Menkes Ingatkan Murid Jaga Kebersihan

Cegah DBD, Menkes Ingatkan Murid Jaga Kebersihan

Health | Rabu, 02 Agustus 2017 | 13:49 WIB

Ini Pesan Menkes Nila untuk Para Jemaah Haji

Ini Pesan Menkes Nila untuk Para Jemaah Haji

Health | Senin, 31 Juli 2017 | 23:31 WIB

Menkes Nila Resmikan Pabrik Farmasi Jerman di Karawang

Menkes Nila Resmikan Pabrik Farmasi Jerman di Karawang

Press Release | Sabtu, 29 Juli 2017 | 00:19 WIB

Entaskan Gizi Buruk di Tangerang, 5 Kader Diberi Pelatihan

Entaskan Gizi Buruk di Tangerang, 5 Kader Diberi Pelatihan

Health | Jum'at, 28 Juli 2017 | 09:58 WIB

Miris, Kasus Gizi Buruk Cuma Berjarak 4 Km dari Istana Bogor

Miris, Kasus Gizi Buruk Cuma Berjarak 4 Km dari Istana Bogor

Health | Jum'at, 21 Juli 2017 | 17:53 WIB

Kasus Gizi Buruk, Indonesia Urutan Ke-108 Terbanyak di Dunia

Kasus Gizi Buruk, Indonesia Urutan Ke-108 Terbanyak di Dunia

Health | Kamis, 20 Juli 2017 | 15:53 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×